Musim hujan, penjualan Sido Muncul (SIDO) di kuartal IV naik 50%

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) mencatatkan pertumbuhan laba bersih 4,97% secara tahunan menjadi Rp 1,23 triliun pada tahun buku 2025. Kinerja tersebut dinilai tetap solid di tengah tekanan daya beli masyarakat sepanjang tahun lalu.

Head of Research KISI Sekuritas Muhammad Wafi menilai kinerja SIDO sepanjang tahun 2025 tergolong defensif. Menurut dia, pertumbuhan laba di tengah perlambatan konsumsi mencerminkan kuatnya brand equity serta efektivitas efisiensi biaya operasional, meski volume penjualan jamu herbal sempat melambat pada semester I-2025.

“Kinerja sepanjang tahun 2025 defensif dan solid. Pertumbuhan laba di tengah tekanan daya beli membuktikan ketangguhan brand equity dan efisiensi biaya operasional,” ujarnya kepada Kontan, Selasa (3/3/2026).

BEI Jadwalkan Technical Meeting dengan MSCI Rabu (4/3)

Pendapatan dari segmen makanan dan minuman menjadi salah satu penopang utama dengan pertumbuhan 11,7% secara tahunan. Wafi menilai kontribusi segmen ini berpotensi berkelanjutan dalam beberapa tahun ke depan.

Produk minuman dan permen dinilai memiliki ticket size rendah sehingga relatif tahan terhadap tekanan inflasi. Selain itu, inovasi varian baru serta ekspansi pasar ekspor ke Nigeria dan Filipina berpotensi menjadi motor pertumbuhan volume ke depan.

Pada kuartal IV-2025, pendapatan SIDO melonjak sekitar 50% secara kuartalan. Namun, Wafi menilai kenaikan tersebut lebih banyak dipengaruhi faktor musiman.

“Kenaikan kuartal IV-2025 didominasi oleh seasonal effect. Puncak musim hujan secara historis mendorong permintaan Tolak Angin,” jelasnya.

Meski demikian, ia menambahkan kondisi tersebut juga mengonfirmasi adanya perbaikan fundamental pada jalur distribusi grosir yang sebelumnya sempat terkendala pada awal tahun.

Untuk tahun 2026, Wafi memproyeksikan pertumbuhan kinerja yang moderat. Pendapatan diperkirakan meningkat sekitar 5% hingga 7%, sedangkan laba bersih berpotensi tumbuh 6% hingga 8% secara tahunan.

Disentil MSCI, OJK dan BEI Gaspol Benahi Transparasi Pasar Modal

Proyeksi tersebut ditopang oleh normalisasi harga bahan baku serta ekspektasi pemulihan daya beli masyarakat pasca Lebaran.

Dengan mempertimbangkan prospek tersebut, Wafi merekomendasikan buy untuk saham SIDO dengan target harga Rp 720 per saham.