Pasar obligasi fluktuatif, OJK sebut yield SBN turun dan asing mulai masuk

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Kinerja pasar obligasi domestik masih dibayangi tekanan hingga April 2026, meski sejumlah indikator mulai menunjukkan ketahanan.

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), aliran dana di pasar Surat Berharga Negara (SBN) tercatat minus Rp16,29 triliun secara year-to-date (YTD) per April 2026. 

Namun, tekanan ini mulai mereda dibandingkan posisi Maret 2026 yang mencatat outflow sebesar Rp 25,09 triliun.

Rupiah Semakin Tertekan, Nilai Wajar Seharusnya di Bawah Rp 17.000 per Dolar AS

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi mengungkapkan bahwa pergerakan pasar obligasi masih fluktuatif, tercermin dari kinerja indeks obligasi.

“Di pasar obligasi, Indonesia Composite Bond Index (ICBI) pada akhir April 2026 turun 1,01% menjadi 436,38,” ujar Hasan dalam Konferensi Pers Hasil Rapat Dewan Komisioner Bulanan April 2026, Selasa (5/5/2026).

Meski demikian, ia menilai pasar obligasi domestik tetap menunjukkan resiliensi. Hal ini terlihat dari penurunan yield SBN rata-rata sebesar 3,9 basis poin secara month-to-month (MTM).

“Penurunan yield ini mencerminkan ketahanan pasar obligasi domestik di tengah dinamika global,” kata Hasan.

Dari sisi aliran dana asing, investor non-residen mulai kembali mencatatkan pembelian bersih. 

Hingga 29 April 2026, investor asing mencatat net buy sebesar Rp8,8 triliun secara month-to-date (MTD) di pasar SBN.

IHSG Ditutup Naik 1,22% ke 7.057 pada Selasa (5/5), BRPT, CUAN, UNVR Top Gainers LQ45

Sementara itu, di pasar obligasi korporasi, arus dana mulai menunjukkan perbaikan dengan mencatatkan inflow tipis sebesar Rp 0,01 triliun YTD, berbalik dari posisi Maret 2026 yang masih mengalami outflow.

OJK juga mencatat peningkatan peran investor domestik dalam menopang pasar obligasi. 

Porsi kepemilikan investor lokal mencapai 59,30% per April 2026, naik dibandingkan 57,82% pada bulan sebelumnya.

Ke depan, OJK melihat pasar obligasi masih memiliki ruang pertumbuhan, ditopang oleh stabilitas investor domestik serta mulai kembalinya minat investor asing.