
Ussindonesia.co.id , PADANG – Menjalani pekan pertama pada bulan Ramadan 1447 hijriyah ini Bank Indonesia bersama Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) gerak cepat dalam menjaga stabilitas harga pangan di Provinsi Sumatra Barat.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumbar Mohamad Abdul Majid Ikram mengatakan secara umum harga pangan di wilayah Sumbar sejauh ini masih tergolong terjaga, meski ada beberapa komoditas seperti tomat yang mengalami kenaikan harga semenjak masuknya Ramadan.
“Meskipun begitu, mengingat kebutuhan masyarakat terhadap pangan meningkat pada Ramadan, seperti halnya beras, maka kami BI bersama Bulog serta pemerintah daerah perlu untuk melakukan upaya stabilitas harga di pasar,” katanya, Senin (23/2/2026).
: Harga Pangan di Cirebon Melambung saat Ramadan, Warga Berharap pada Pasar Murah
Dia menjelaskan saat ini yang menjadi langkah awal, BI bersama Bulog menggelar gerakan pangan murah secara serentak di 104 titik yakni di masing-masing kantor kelurahan di Padang yang dimulai pada 27-28 Februari mendatang. Program itu, merupakan salah satu upaya hadir dalam menjaga stabilitas harga pangan.
Majid menjelaskan sejauh ini BI melihat ada potensi kenaikan harga pangan di pasar, selain beras yang secara kualitas premium, pasar-pasar yang ada di Sumbar juga memiliki potensi naiknya harga cabai merah dan bawang merah, di mana harga saat ini hampir Rp50.000 per kilogram.
: : Tak Mau Harga Pangan Melejit, Kuningan Gulirkan 15 Pasar Murah
Menurutnya dalam menjalankan gerakan pasar murah itu, pangan-pangan yang dijual nantinya itu diambil dari hasil produksi kelompok tani binaan Bank Indonesia yang ada di sejumlah daerah di Sumbar.
“Komoditas cabai merah dan bawang itu kami datangkan dari hasil produksi petani lokal yang juga merupakan binaan BI. Jadi, sejalan dengan upaya jaga stabilitas harga, di satu sisi petani pun terbantu dalam memasarkan hasil panennya,” ujar dia.
Majid menyatakan selain pelaksanaan serentak di 104 kelurahan di Padang, BI Sumbar dan Bulog juga turut membuka layanan pangan murah di sejumlah lokasi strategis. Seperti halnya di Pasar Raya Padang yang berlangsung selama satu minggu, yakni terhitung hari Senin ini 23 Februari 2026 hingga 27 Februari 2026.
“Kalau di Pasar Raya itu tidak hanya ada gerakan pasar murah, tapi BI juga menghadirkan layanan penukaran uang,” sebutnya.
BI juga mendorong kepada masyarakat yang memanfaatkan hadirnya program gerakan pasar murah itu, supaya dalam transaksi pembayarannya menggunakan QRIS. Di mana sesuai dengan kesempatan BI dengan Bulog, masyarakat yang membayarkan belanjaannya menggunakan QRIS, maka akan memperoleh tambahan insentif berupa cabai atau bawang merah.
Kepala Pimpinan Wilayah Bulog Sumbar Dharma Wijaya juga mengatakan bahwa Bulog mendukung penuh kolaborasi dengan BI untuk melakukan stabilisasi harga pangan, karena sesuai dengan arahan dari pemerintah pusat bahwa selama Ramadan hingga Idulfitri mendatang, harga pangan tetap stabil di pasaran.
“Kami juga turut memastikan ketersediaan beras dan minyak goreng tanpa pembatasan kuota selama kebutuhan masyarakat masih ada, dengan distribusi yang dinyatakan lancar. Karena komoditas yang kami sediakan itu berupa beras dan minyak goreng, jumlah tidak ada batasnya,” jelas Dharma.
Dia menyampaikan bahwa kegiatan tersebut tidak hanya berada di Padang, tapi juga dilaksanakan di Bukittinggi, Pasaman Barat, dan Dharmasraya, karena empat daerah tersebut merupakan sampel penghitungan Indeks Harga Konsumen (IHK) di Sumbar.
“Kalau 4 daerah itu berhasil terjaga harga pangannya, maka secara keseluruhan kondisi Sumbar pun akan turut baik-baik saja kondisi harga di pasar,” tegasnya.