Penjualan alat berat dan batubara United Tractors (UNTR) terkoreksi per Februari 2026

Ussindonesia.co.id JAKARTA. PT United Tractors Tbk (UNTR) menunjukkan tren pelemahan kinerja pada sejumlah lini usaha pada dua bulan pertama 2026.

Mengutip laporan bulanan di situs perusahaan, penjualan alat berat merek Komatsu yang didistribusikan UNTR berkurang 10,50% year on year (yoy) dari 917 unit pada Januari-Februari 2025 menjadi 869 unit pada Januari-Februari 2026.

Mayoritas penjualan alat berat UNTR per Februari 2026 ditujukan ke sektor pertambangan dengan porsi 49%. Setelah itu diikuti oleh segmen kehutanan (18%), konstruksi (18%), dan agro (15%). Adapun pangsa pasar merek Komatsu di Indonesia berada di level 21% hingga Februari 2026.

UNTR melalui PT Pamapersada Nusantara juga mencatatkan penurunan produksi batubara untuk pelanggan sebesar 6,85% yoy dari 21,9 juta ton pada Januari-Februari 2025 menjadi 20,4 juta ton pada Januari-Februari 2026.

IHSG Berhasil Menguat Hari Ini (13/4), Intip Pergerakannya Pada Selasa (14/4)

Volume overburden removal UNTR juga terkoreksi 7,49% yoy dari 169,6 juta bank cubic meter (bcm) pada Januari-Februari 2025 menjaddi 156,9 juta bcm pada Januari-Februari 2026.

Melalui PT Tuah Turangga Agung, UNTR juga mengalami penurunan penjualan batubara termal dan metalurgi sebesar 2,81% yoy dari 2,85 juta ton pada Januari-Februari 2025 menjadi 2,77 juta ton pada Januari-Februari 2026.

Di lini bisnis emas, aktivitas penjualan UNTR melalui Agincourt Resources dan Sumbawa Jutaraya belum terlihat signifikan. Hal ini terbukti dengan realisasi volume penjualan emas UNTR yang hanya 2.000 ounce pada Januari-Februari 2026, atau jauh menurun dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yakni 38.000 ounce.

  UNTR Chart by TradingView  

Sebaliknya, volume penjualan bijih nikel UNTR melalui Stargate mencapai 455.000 ton pada Januari-Februari 2026 atau tumbuh 30,37% yoy dibandingkan periode sebelumnya yaitu 349.000 ton.