Perbankan respons kenaikan BI rate, BTN andalkan penguatan CASA

Ussindonesia.co.id Bank Indonesia (BI) melalui Rapat Dewan Gubernur (RDG) Mei 2026 memutuskan untuk menaikkan suku bunga acuan atau BI-Rate 0,5 Persen sehingga berada pada level 5,25 persen.

Suku bunga deposit facility diputuskan untuk naik 50 bps sehingga pada level 4,25 persen. Begitu pula suku bunga lending facility yang diputuskan untuk naik 50 bps sehingga pada level 6 persen.

Terkait ini, Corporate Secretary, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk Ramon Armando mengatakan industri perbankan, termasuk BTN mengaku siap dalam menghadapi skenario kebijakan moneter. Pihaknya saat ini tengah menyiapkan manajemen risiko ke depan.

Ketahanan Pangan Dinilai Penting Jadi Bagian Ketahanan Bangsa

“Perbankan pada dasarnya telah siap menghadapi berbagai skenario kebijakan moneter, termasuk kemungkinan kenaikan suku bunga acuan. Masing-masing bank telah memiliki manajemen risiko yang memadai serta melakukan stress test secara berkala dengan mempertimbangkan potensi kenaikan BI Rate yang dapat berdampak pada peningkatan biaya dana (cost of fund),” kata Ramon di Jakarta, Rabu (21/5). 

Guna mengurangi sensitivitas terhadap nilai tukar, BTN kini menjaga struktur pendanaan agar tetap efisien melalui pendekatan dana murah atau Current Account Savings Account (CASA).

“BTN juga terus menjaga struktur pendanaan agar tetap efisien melalui penguatan dana murah (CASA) sebagai fokus utama strategi funding perseroan,” lanjutnya.

Imigrasi Surabaya Terbitkan 34.857 Paspor pada Kuartal I 2026, e-Paspor Mendominasi

Sebelumnya diberitakan, Gubernur BI Perry Warjiyo Perry mengatakan bahwa keputusan menaiki BI-Rate sejalan dengan fokus kebijakan moneter pada 2026 pada stabilitas (pro-stability) untuk memperkuat ketahanan eksternal ekonomi Indonesia dari dampak global.

Sementara itu, kebijakan makroprudensial dan sistem pembayaran tetap diarahkan untuk turut mendukung pertumbuhan (pro-growth). Kebijakan makroprudensial longgar terus diperkuat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi melalui peningkatan kredit pembiayaan ke sektor riil dengan tetap mempertahankan stabilitas sistem keuangan