Lovina Beach (STRK) bidik pasar global lewat tiga produk minuman asli Bali

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Lovina Beach Brewery Tbk (STRK) melihat peluang untuk memperluas jangkauan ke pasar internasional melalui produk minuman lokal asal Bali.

Direktur Utama PT Lovina Beach Brewery Tbk, Bona Budhisurya mengatakan salah satu inisiatif yang tengah disiapkan datang dari Coco Bali, minuman ready to drink (RTD) yang dikembangkan dengan membawa identitas Bali sebagai bagian dari pendekatan produknya. 

Selain Coco Bali, produk minuman lainnya yaitu Clarissa Liqueur dan Libarrron Whisky juga dikembangkan dengan pendekatan yang serupa, yaitu pemanfaatan bahan baku lokal, proses produksi yang disesuaikan dengan standar global, serta positioning untuk konsumen internasional yang mencari produk dengan latar cerita yang jelas.

Bidik Kota Lapis Dua-Tiga, Prospek ACES Diproyeksi Membaik pada 2026

Ketiga produk minuman tersebut merupakan hasil kolaborasi antara STRK dengan Coco Bali Pte Ltd yang berbasis di Singapura. Ketiga jenama minuman tersebut ditujukan untuk segmen pasar yang berbeda dengan fokus utama pada ekspansi Internasional.

Bona menyampaikan langkah ini sejalan dengan prospek industri makanan dan minuman nasional yang masih menunjukkan tren pertumbuhan. Ia menjelaskan perubahan pola konsumsi masyarakat urban turut mendorong pengembangan produk ini. 

“Urbanisasi, mobilitas yang semakin tinggi, serta meningkatnya kesadaran terhadap gaya hidup sehat memengaruhi preferensi konsumen terhadap minuman yang lebih praktis dan transparan dari sisi bahan,” kata Bona dalam keterangannya, Rabu (7/1/2026).

Bona juga menambahkan saat ini konsumen semakin selektif. Faktor seperti kandungan gula, bahan baku, dan fungsi produk menjadi pertimbangan utama bagi konsumen.

Creative Director Coco Bali RTD, Natalia Sumasto Tjia, menjelaskan pengembangan produk dilakukan dengan mempertimbangkan pengalaman konsumen secara menyeluruh.

“Kami ingin menghadirkan rasa yang familiar dengan Bali, tetapi dikemas dalam format yang sesuai dengan gaya hidup modern,” tambahnya.

Coco Bali RTD dikembangkan menggunakan bahan alami dengan varian sparkling agave dan golden salak berbasis coconut kopyor. Sejumlah bahan baku diperoleh dari perkebunan agave yang dikelola STRK di kawasan Nusa Penida, Bali.

IHSG Naik 0,13% ke 8.944, Top Gainers LQ45: INCO, ANTM dan ADRO, Rabu (7/1)

Dari sisi distribusi, Coco Bali RTD tidak hanya menyasar ritel modern. Produk ini juga diarahkan ke sektor hospitality seperti hotel, beach club, serta travel retail, yang dinilai efektif untuk menjangkau konsumen internasional yang berkunjung ke Bali.

Sementara itu, Clarissa Liqueur dikembangkan untuk segmen minuman beralkohol premium dengan pendekatan rasa yang lebih ringan. Produk ini menyasar konsumen yang mencari alternatif dengan karakter yang lebih halus. Adapun, Libarron Whisky dikembangkan sebagai produk spirit yang diproduksi di Bali dengan pendekatan kolaboratif di pasar global.

“Dengan pendekatan produk yang tersegmentasi dan jaringan distribusi yang mulai dibangun, ketiga merek ini mencerminkan strategi produsen lokal dalam merespons peluang pasar global,” terang Bona.