
Ussindonesia.co.id JAKARTA. PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) berhasil mencetak pertumbuhan pendapatan di sepanjang 2025. Setelah melepas bisnis marketplace produk fisik, bisnis Bukalapak lainnya sudah mulai bertumbuh.
Melansir laporan keuangan per 31 Desember 2025, meraup pendapatan bersih sebesar Rp 6,51 triliun di sepanjang 2025. Ini meningkat 45,96% secara tahunan dari Rp 4,46 triliun di 2024.
Segmen gaming menjadi kontributor terbesar pendapatan BUKA. Berkat marketplace gaming Itemku dan Lapakgaming, segmen ini menghasilkan pendapatan Rp 5,34 triliun yang melesat 205,09% secara year on year (yoy).
Free Float Tinggal 0,59% Usai Diborong BSDE, Begini Rencana DUTI Atas Status di BEI
Sementara segmen Online to Offline atau Mitra Bukalapak menyumbang Rp 794,47 miliar atau turun 61,74% yoy. Segmen investasi melalui platform B-Money, berkontribusi sebesar Rp 66,58 miliar.
BUKA meraup pendapatan dari bisnis retail sebesar Rp 301,77 miliar. Adapun pendapatan dari segmen bisnis ini menyusut 48,12% secara tahunan dari Rp 581,7 miliar di 2024.
Dari sisi bottom line, BUKA mencetak laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 3,14 miliar berkat laba nilai investasi neto yang mencapai Rp 2,37 triliun di sepanjang 2025.
Direktur Bukalapak Victor Putra Lesmana mengatakan 2025, merupakan momentum penting bagi BUKA untuk memperkuat fondasi dengan fokus pada strategi yang memberikan nilai jangka panjang.
“Kini kami memprioritaskan kesehatan bisnis jangka panjang. Kami menekankan aspek keberlanjutan di atas pertumbuhan angka semata,” jelasnya dalam keterangan resmi, Jumat (13/3).
Dari indikator lainnya, BUKA membukukan EBITDA yang disesuaikan negatif Rp 62 miliar di sepanjang 2025. Ini turun signifikan dari posisi sepanjang 2024, yang mencapai minus Rp 340 miliar.
Bukalapak tercatat memiliki cadangan kas setara kas dan investasi likuid sebesar Rp 17,8 miliar. Victor bilang dengan cadang tersebut, Bukalapak punya fleksibilitas modal yang kuat untuk mengeksekusi pertumbuhan.
Rupiah Spot Melemah 0,38% ke Rp 16.958 per Dolar AS pada Jumat (13/3/2026)
“Bukalapak memiliki fleksibilitas modal yang kuat untuk terus mengeksekusi strategi pertumbuhan jangka panjang, melakukan inovasi produk dan menangkap peluang baru di pasar,” jelas Victor.