Dolar Australia anjlok ke level terendah 2 bulan, ini pemicunya!

Ussindonesia.co.id  JAKARTA. Dolar Australia (AUD) melemah menjadi sekitar US$ 0,687 pada hari Jumat (27/3), mencapai level terendah dalam dua bulan karena kekhawatiran akan guncangan energi yang berkepanjangan akibat perang di Timur Tengah mengaburkan prospek pertumbuhan global dan meredam permintaan komoditas. 

Seperti dikutip Tradingeconomics, Jumat (27/3), dukungan dari suku bunga Australia yang relatif lebih tinggi mulai memudar, karena pasar semakin memperkirakan pengetatan lebih lanjut di ekonomi utama lainnya, mempersempit keuntungan imbal hasil. 

Pada saat yang sama, kenaikan tajam harga bensin diperkirakan akan memicu inflasi domestik sekaligus menekan pengeluaran rumah tangga. 

Para ekonom memperingatkan inflasi dapat meningkat lebih lanjut, dengan CPI utama berpotensi naik menuju 4,5% dalam waktu dekat dan bahkan mendekati 5% pada kuartal kedua jika biaya energi tetap tinggi. 

Sebelumnya, Asisten Gubernur Bank Sentral Australia (RBA) Christopher Kent telah memperingatkan bahwa konflik Teluk yang berkepanjangan dapat membebani pertumbuhan, meskipun mereka tetap fokus untuk menjaga ekspektasi inflasi tetap terkendali. 

Pasar saat ini mengimplikasikan peluang 68% kenaikan suku bunga pada bulan Mei dan memperkirakan suku bunga mencapai 4,75% pada akhir tahun.