
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memproyeksi pertumbuhan ekonomi kuartal I 2026 akan tumbuh diatas 5,5% secara tahunan. Salah satu faktor pendorongnya adalah belanja pemerintah yang tumbuh mencapai lebih dari 30%.
“Kalau saya lihat dari data-data yang ada, sepertinya kuartal pertama cukup baik. Saya pikir kalau di atas 5,5% kan sudah clear,” ujar Purbaya di kantor Kemenkeu, Jakarta Pusat, Kamis (9/4).
Ia melihat kondisi ekonomi sudah sepenuhnya berbalik arah. Purbaya pun berharap para pelaku bisnis semakin optimistis dalam melihat arah ekonomi. “Kami yakin dengan desain pembangunan sekarang, seharusnya ekono ke depan akan tumbuh lebih cepat lagi,” ujar Purbaya.
Baca juga:
- Purbaya Kritik Proyeksi Ekonomi Bank Dunia: Mereka Melakukan Dosa Besar ke Kita
- MBG Bisa Manfaatkan Pangan Lokal untuk Kurangi Risiko terhadap Lingkungan
Menurut Purbaya, lonjakan belanja pemerintah menjadi salah satu faktor utama yang mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi pada awal 2026. Kementerian Keuangan mencatat, realisasi belanja negara mencapai Rp 815 triliun pada kuartal pertama 2026, naik 31,4% dibanding periode yang sama tahun lalu.
Kinerja perekonomian yang baik pada kuartal I 2026 juga tercermin pada kinerja penerimaan pajak yang tumbuh mencapai lebih dari 20%. Kinerja penerimaan tersebut, menurut dia, menjadi indikator bahwa aktivitas ekonomi nasional mulai membaik secara nyata.
“Pajaknya tumbuh 20% lebih, artinya aktivitas ekonomi memang betul-betul membaik,” katanya.
Menurutnya, perbaikan tersebut sejalan dengan meningkatnya permintaan domestik yang ditopang percepatan belanja pemerintah tersebut.