
Ussindonesia.co.id – JAKARTA. Nilai tukar rupiah menguat tipis terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Rabu (14/1/2026), meski penguatannya masih terbatas.
Rabu (14/1/2026), rupiah ditutup di level Rp 16.865 per dolar Amerika Serikat (AS). Ini membuat rupiah menguat 0,07% dibanding penutupan hari sebelumnya yang berada Rp 16.877 per dolar AS.
Sejalan dengan itu, kurs rupiah Jisdor (Jakarta Interbank Spot Dollar Rate) juga dicatat menguat 0,02% jadi Rp 16.871 per dolar AS.
Rupiah Jisdor Menguat 0,02% ke Rp 16.871 per Dolar AS pada Rabu (14/1/2026)
Analis Doo Financial Futures Lukman Leong berpandangan, penguatan rupiah hari ini bersifat teknikal dan defensif. Intervensi Bank Indonesia (BI) menjadi faktor utama yang menahan pelemahan lanjutan rupiah di tengah sentimen global yang masih belum sepenuhnya kondusif.
“Rupiah menguat tipis terhadap dolar AS oleh aksi intervensi BI setelah pelemahan berkelanjutan yang mendekati level psikologis Rp 17.000 per dolar AS. Di sisi lain, indeks dolar AS juga terpantau bergerak relatif datar,” ujar Lukman kepada Kontan, Rabu (14/1/2026).
Namun demikian, Lukman menilai penguatan rupiah belum signifikan lantaran pelaku pasar masih cenderung berhati-hati. Investor saat ini menunggu kejelasan arah kebijakan moneter AS, seiring akan dirilisnya sejumlah data ekonomi penting dalam waktu dekat.
Memasuki perdagangan Kamis (15/1/2026), pergerakan rupiah masih akan dipengaruhi oleh sentimen eksternal, khususnya dari Negeri Paman Sam.
Rupiah Spot Ditutup Menguat 0,07% ke Rp 16.865 per Dolar AS pada Rabu (14/1/2026)
Pasar akan mencermati rilis data inflasi produsen AS (Producer Price Index/PPI) serta pidato beberapa pejabat The Federal Reserve (The Fed) yang belakangan ini cenderung bernada hawkish.
“Jika data inflasi produsen AS kembali tinggi dan pernyataan pejabat The Fed masih hawkish, hal ini berpotensi menahan penguatan rupiah,” lanjut Lukman.
Sebaliknya, jika tekanan inflasi AS mulai melandai dan pernyataan bank sentral AS lebih moderat, rupiah berpeluang bergerak lebih stabil meski masih terbatas.
Sedangkan Lukman memperkirakan rupiah akan bergerak dalam rentang Rp 16.800 – Rp 16.900 per dolar AS pada Kamis (15/1/2026).