Rupiah menguat tipis, sentimen global dan pertumbuhan ekonomi RI jadi katalis

Ussindonesia.co.id – JAKARTA. Nilai tukar rupiah berbalik menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) di tengah kombinasi sentimen global dan domestik. 

Rupiah spot ditutup pada level Rp 17.387 per dolar Amerika Serikat (AS) pada akhir perdagangan Rabu (6/5/2026), menguat 0,21% dari sehari sebelumnya yang ada di Rp 16.424 per dolar AS.

Berdasarkan kurs Jisdor Bank Indonesia (BI), rupiah juga menguat 0,11% secara harian ke Rp 17.405 per dolar AS. 

Pengamat mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi, menilai penguatan rupiah dipicu oleh respons positif pasar terhadap perkembangan geopolitik global. 

Rupiah Tertahan di Tengah Pelemahan Dolar AS, Ini Faktor Penahannya

Pernyataan Presiden AS Donald Trump yang mengindikasikan peluang kesepakatan damai dengan Iran menjadi katalis utama yang mendorong pelaku pasar kembali masuk ke aset berisiko.

“Pada hari Selasa, Trump secara tak terduga mengatakan ia akan menghentikan sementara operasi untuk membantu mengawal kapal melalui Selat Hormuz, dengan alasan kemajuan menuju kesepakatan komprehensif dengan Iran, tanpa memberikan rincian tentang kesepakatan tersebut,” ujar Ibrahim, Rabu (6/5/2026).

Selat tersebut merupakan jalur vital yang mengangkut sekitar seperlima pasokan minyak dan gas dunia, sehingga setiap perkembangan di kawasan ini sangat memengaruhi sentimen global.

Dari dalam negeri, sentimen positif juga datang dari pernyataan pemerintah terkait pertumbuhan ekonomi Indonesia. 

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut ekonomi nasional tumbuh 5,61% pada kuartal I/2026, mencerminkan adanya percepatan dibandingkan periode sebelumnya.

Kurs Rupiah Menguat Tipis, Tapi Ancaman Koreksi Masih Ada

Namun demikian, Ibrahim melihat pasar belum sepenuhnya merespons positif capaian tersebut. 

“Percepatan ini belum sepenuhnya dipahami oleh pelaku pasar, yang justru masih menunjukkan kekhawatiran dan cenderung menarik dana dari pasar modal,” tambahnya.

Untuk perdagangan Kamis (7/5), Ibrahim memperkirakan pergerakan rupiah masih akan dipengaruhi oleh kombinasi sentimen global dan domestik. 

Pemerintah yang tengah menyiapkan paket stimulus tambahan diharapkan dapat menjaga momentum pertumbuhan dan meningkatkan kepercayaan pasar.

Meski begitu, ia mengingatkan adanya keraguan dari sebagian ekonom terhadap kualitas pertumbuhan ekonomi.

Rupiah Rebound! Dibuka Menguat ke Rp 17.383 Per Dolar AS Hari Ini (6/5), Asia Perkasa

Hal ini tercermin dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Bank Indonesia (BI) yang menurun menjadi 122,9 pada Maret 2026, dari sebelumnya 127,0 pada Januari 2026.

Dengan begitu, Ibrahim memproyeksikan rupiah akan bergerak dalam kisaran Rp 17.380 hingga Rp 17.420 per dolar AS pada Kamis (7/5).