
Ussindonesia.co.id JAKARTA. Rupiah di pasar spot kembali melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan hari kedua tahun baru 2026 ini.
Mengutip data Bloomberg, Jumat (2/1/2026), rupiah spot secara harian berada di level Rp 16.702 per dolar AS pada pukul 09.14 WIB. Rupiah melemah 0,09% dibandingkan Harga penutupan kemarin, Kamis (1/1) yang berada di level Rp 16.687.
Pengamat mata uang, Ibrahim Assuaibi mengatakan, pasar terguncang risalah rapat The Fed yang mengungkapkan perbedaan pendapat mendalam terkait arah suku bunga pada tahun 2026.
Rupiah Spot Dibuka Menguat ke Level Rp 16.782 per Dolar AS, Selasa (30/12)
Meskipun Fed menurunkan suku bunga, pejabat Fed semakin berhati-hati melakukan pelonggaran lebih lanjut. Tekanan inflasi yang tinggi dan ketidakpastian mengenai prospek ekonomi jadi penyebab.
“Ada pendapat, kebijakan ketat berisiko memperlambat pertumbuhan terlalu tajam jika dipertahankan terlalu lama,” ujar Ibrahim, Kamis (1/1/2026).
Lalu PMI manufaktur China di atas angka 50 poin. “Investor memandang data tersebut sebagai sinyal positif yang hati-hati untuk ekonomi terbesar kedua di dunia setelah berbulan-bulan lesu,” kata Ibrahim.
Rupiah Ditutup Menguat ke Rp 16.771 Per Dolar AS Hari Ini (30/12), Baht Melesat
Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong mengatakan, rupiah masih sulit diprediksi karena liburan. “Namun dengan indeks dolar AS yang masih naik, rupiah berpotensi tertekan,” ucap Lukman.
Ibrahim memproyeksi, rupiah pada Jumat (2/1) rupiah melemah di rentang Rp 16.680–Rp 16.710. Lukman memperkirakan, rupiah di Rp 16.650–Rp 16.750 per dolar AS.