
Investor asing mencatatkan jual bersih atau net sell sebesar Rp 2,94 trilliun pada pekan lalu. Jumlah tersebut berkurang signifikan 86,85% jika dibandingkan dengan catatan net sell asing pada pekan sebelumnya sebesar Rp 22,37 trilliun.
Sepanjang periode 30 Maret hingga 2 April 2026 lalu, saham terafiliasi konglomerat Garibaldi Thohir alias Boy Thohir, PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI), ramai diburu investor.
Merujuk data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), saham AADI dibeli sebesar Rp 314,1 miliar pada periode tersebut. Kemudian disusul PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) senilai Rp 178,2 miliar, PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) sejumlah Rp 121,7 miliar, PT United Tractors Tbk (UNTR) sebesar Rp 107,2 miliar, dan PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) senilai Rp 93,3 miliar.
Sementara itu, saham-saham perbankan jumbo terpantau banyak dilepas investor asing pada minggu lalu. Di posisi teratas ada saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dilepas senilai Rp 1,29 triliun. Lalu dilanjutkan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) senilai Rp 769,9 miliar, PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) dilepas Rp 205,1 miliar, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) sebesar Rp 192,6 miliar, dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) senilai Rp 168,8 miliar.
Selama periode tersebut, BEI mencatatkan peningkatan pada rata-rata frekuensi transaksi harian sebesar 3,08% menjadi 1,78 juta kali dari 1,73 juta kali transaksi pada pekan lalu.
Sementara itu, pergerakan IHSG turun 0,99% ke level 7.026,782 dari posisi 7.097,057 pada pekan lalu. Selain itu, kapitalisasi pasar BEI juga mengalami penurunan sebesar 1,69% menjadi Rp 12.305 triliun dari Rp 12.516 triliun pada pekan sebelumnya.
Penurunan turut dialami oleh rata-rata volume transaksi harian BEI pada pekan lalu, yaitu sebesar 8,62% menjadi 25,87 miliar saham dari 28,31 miliar saham pada pekan sebelumnya. Selain itu, rata-rata nilai transaksi harian juga turut berubah, yaitu sebesar 36,69% menjadi Rp 14,77 triliun dari Rp 23,33 triliun pada pekan sebelumnya.
Berikut 10 saham yang memberatkan indeks pada pekan lalu:
- PT Remala Abadi Tbk (DATA), terkoreksi 1.450 poin, turun 39,94% dalam sepekan.
- PT PP Presisi Tbk (PPRE), terkoreksi 65 poin, turun 38,69% dalam sepekan.
- PT Trimitra Prawara Goldland Tbk (ATAP), terkoreksi 224 poin, turun 32,94% dalam sepekan.
- PT Wijaya Cahaya Timber Tbk (FWCT), terkoreksi 35 poin, turun 27,56% dalam sepekan.
- PT Sat Nusapersada Tbk (PTSN), terkoreksi 78 poin, turun 20,63% dalam sepekan.
- PT LCKM Global Kedaton Tbk (LCKM), terkoreksi 24 poin, turun 19,67% dalam sepekan.
- PT Fortune Mate Indonesia Tbk (FMII), terkoreksi 54 poin, turun 19,57% dalam sepekan.
- PT Guna Timur Raya Tbk (TRUK), terkoreksi 50 poin, turun 18,52% dalam sepekan.
- PT Hotel Fitra International Tbk (FITT), terkoreksi 56 poin, turun 18,30% dalam sepekan.
- PT Sunson Textile Manufacture Tbk (SSTM), terkoreksi 130 poin, turun 17,93% dalam sepekan.