
Ussindonesia.co.id JAKARTA. Kinerja saham emiten perbankan besar atau big banks bergerak variatif pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (25/2/2026) pukul 16.00 WIB. Tiga saham bank pelat merah dan swasta besar ditutup di zona hijau, sementara satu emiten terkoreksi.
Kenaikan harga tertinggi terjadi pada saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI), sedangkan penguatan paling tipis dialami PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI). Adapun pelemahan harga terjadi pada saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI).
BBCA Naik 1,38%, Sempat Sentuh Rp 7.375
Saham PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) ditutup di level Rp 7.325 per saham pada pukul 16.00 WIB. Posisi ini mencerminkan kenaikan 1,38% dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya.
Sepanjang sesi perdagangan, saham BBCA sempat menyentuh level tertinggi Rp 7.375 sebelum akhirnya mengalami sedikit koreksi menjelang penutupan pasar.
IHSG Menguat 0,50% ke 8.322 pada Rabu (25/2/2026), INKP, ADMR, EXCL Top Gainers LQ45
BMRI Turun 1,40%
Berbeda dengan tiga bank lainnya, saham BMRI ditutup di zona merah. Pada pukul 16.00 WIB, harga saham BMRI berada di level Rp 5.300 per saham, turun 1,40% dibandingkan penutupan Selasa (24/2/2026).
Meski sempat menguat hingga menyentuh Rp 5.375, tekanan jual membuat saham Bank Mandiri berbalik arah dan ditutup melemah.
BBRI Melonjak 2,58%, Tertinggi di Antara Big Banks
Saham BBRI menjadi yang paling perkasa pada perdagangan hari ini. Harga sahamnya ditutup di level Rp 3.970 per saham, naik 2,58% dibandingkan penutupan sehari sebelumnya.
Penguatan ini menjadikan BBRI sebagai emiten dengan kenaikan tertinggi di antara saham-saham big banks pada sesi perdagangan Rabu.
BBNI Menguat 1,12%
Sementara itu, saham BBNI ditutup di level Rp 4.500 per saham atau naik 1,12% dibandingkan penutupan sebelumnya.