
Ussindonesia.co.id , JAKARTA —Meski masih mengakumulasi jual bersih sepanjang Februari 2026, investor asing terpantau memborong saham BMRI, UNTR, hingga ASII.
Chief Economist dan Head of Fixed Income Research BRI Danareksa Sekuritas Helmy Kristanto menyampaikan IHSG naik tipis 0,7% pekan lalu, mengakhiri 4 pekan berturut-turut penjualan bersih asing. BRI Danareksa mencatat arus asing akhirnya berbalik positif pada pekan ke-3 Februari 2026, dengan beli bersih sebesar Rp343 miliar.
Meskipun demikian, investor asing masih membukukan arus keluar sebesar Rp6,5 triliun sepanjang 1-20 Februari 2026.
“Pembelian asing yang paling konsisten selama periode tersebut terkonsentrasi di BMRI, UNTR, BBTN, BRMS, dan AMRT, menunjukkan minat terhadap risiko selektif daripada rotasi berbasis luas kembali ke ekuitas Indonesia,” paparnya dalam riset, dikutip Selasa (24/2/2026).
Pasar saham tampak kembali diramaikan oleh aliran masuk dana investor asing. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), asing berturut-turut membukukan net buy dalam 4 hari perdagangan.
: IHSG Uji Resistance 8.450, Cek Rekomendasi Saham Phintraco Sekuritas Hari Ini (24/2)
Nilai net buy asing tercatat sebesar Rp1,44 triliun pada 18 Februari 2026, Rp387,02 miliar pada 19 Februari 2026, Rp240,57 miliar pada 20 Februari 2026, dan Rp1,14 triliun pada 23 Februari 2026. Meski demikian, asing masih membukukan net sell Rp13,27 triliun sepanjang tahun berjalan 2026.
Lebih terperinci, BRI Danareksa Sekuritas mencatat sepanjang 1-20 Februari 2026 beli bersih (net buy) asing di saham BMRI mencapai Rp1,9 triliun. Disusul net buy UNTR Rp449,3 miliar, BBTN Rp250,6 miliar, BRMS Rp216 miliar, dan AMRT Rp203,4 miliar.
Saham lain yang menjadi sasaran beli asing secara month-to-date (MtD), ialah saham EMAS dengan net buy Rp193,7 miliar, PANI Rp186,5 miliar, EXCL Rp179,9 miliar, ASII Rp168,1 miliar, dan MEDC Rp158 miliar.
Berbanding terbalik, BRI Danareksa Sekuritas mencatat saham BBCA dan BUMI menjadi sasaran jual bersih asing masing-masing senilai Rp4,04 triliun dan Rp2,93 triliun sepanjang 1—20 Februari 2026. Selain itu, saham ANTM, GOTO, INKP, BBNI, PTRO, dan BRIS juga mengalami net sell sepanjang periode yang sama.
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.