Saham CPO bergerak variatif, AALI dan TAPG menguat saat pasar masih risk-off

Ussindonesia.co.id JAKARTA — Pergerakan saham emiten perkebunan sawit atau crude palm oil (CPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan akhir pekan Jumat (22/5/2026) bergerak variatif. 

Sejumlah saham berhasil mencatatkan penguatan dengan dukungan volume transaksi tinggi, sementara beberapa lainnya masih bergerak stagnan dan melemah.

Berdasarkan data perdagangan IDX Mobile hingga pukul 12.00,  saham Astra Agro Lestari Tbk. (AALI) menjadi salah satu emiten sawit yang tampil paling kuat. Saham AALI menguat 75 poin atau 1,15% ke level 6.600.

Penguatan juga terjadi pada saham Triputra Agro Persada Tbk. (TAPG) yang naik 1% ke posisi 1.520. Sementara itu, saham PP London Sumatra Indonesia Tbk. (LSIP) bergerak stabil di level 1.295. Di sisi lain, saham Sawit Sumbermas Sarana Tbk. (SSMS) menjadi salah satu yang mengalami tekanan. Saham SSMS turun 1,11% ke level 890. Saham PT Tunas Baru Lampung Tbk. (TBLA) juga terpantau mengalami pelemahan 0,80% ke level Rp620.

: Plus Minus Negara Ambil Alih Jalur Ekspor Batu Bara hingga CPO

Tim riset OCBC Sekuritas menilai pembentukan badan ekspor masih menjadi katalis negatif bagi pasar saham. Setelah pengumuman badan ekspor pada Rabu (20/5/2026), pasar masih risk off, dengan net foreign sell mencapai lebih dari Rp500 miliar. 

Adapun, penurunan bursa didominasi oleh saham-saham komoditas yang terutama terkena dampak pembentukan badan ekspor pemerintah. 

Sisi lain, sentimen pernyataan pemerintah mengenai kewajiban pembagian PSC 10% ke pemerintah daerah untuk perusahaan migas juga menekan penurunan harga MEDC sebesar lebih dari 9%.  Dalam sebulan terakhir, kondisi rupiah tertekan terhadap dolar AS di tengah kenaikan harga minyak dunia, defisit budget APBN, kenaikan CDS dan bond yields, dan overhang dari MSCI. 

Tim Riset Phintraco Sekuritas juga menilai adanya respon negatif pasar dari kebijakan pemerintah mengenai ekspor CPO dan batubara dilakukan melalui PT Danantara Sumberdaya Indonesia.

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.