Saham pilihan analis untuk Rabu (22/4), saham BREN, PGEO, ISAT layak dicermati

Ussindonesia.co.id JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 34,73 poin atau 0,46% ke 7.559,38 pada akhir perdagangan Selasa (21/4/2026).

Total volume perdagangan saham di bursa hari ini mencapai 42,62 miliar saham, dengan total nilai Rp 17,36 triliun.

Berikut rekomendasi teknikal sejumlah saham untuk perdagangan Rabu (22/4/2026) dari beberapa analis. Simak ulasan  lengkapnya:

1. PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN)

Pertimbangan terhadap pergerakan saham BREN yakni muncul evening doji dengan RSI melemah dan volume menurun, namun bisa entry buy jika koreksi namun bertahan di atas Rp 5.550-Rp 5.600. Pada perdagangan Selasa (21/4/2026), harga saham BREN ditutup melemah 9,47% menjadi Rp 5.975 per saham.

Rekomendasi: Buy On Weakness

Support: Rp 5.500

Resistance: Rp 6.700

Achmad Yaki, Head of Online Trading BCA Sekuritas

Saham BREN dan DSSA Berpotensi Keluar dari Indeks MSCI, Begini Rekomendasi Analis

2. PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO)

PGEO akan uji demand area jangka menengah di rentang level 1.010-1.020 dengan indikator MACD masih positif meski signal cenderung menurun, maka dapat speculative buy dengan jika berhasil rebound menuju resistance 1.070 dan batasi penurunan di support 1.000. Pada perdagangan Selasa (21/4/2026), harga saham PGEO ditutup melemah 0,95% menjadi Rp 1.030 per saham.

Rekomendasi: Speculative Buy

Support: Rp 1.000

Resistance: Rp 1.070

Oktavianus Audi, VP Equity Retail Kiwoom Sekuritas 

3. PT Indosat Tbk (ISAT)

ISAT ditutup tidak berubah di level 2020 pada 21 April 2026. ISAT masih bergerak di bawah garis SMA-120 yang mengindikasikan tren turun jangka menengah dapat berlanjut menuju support Fibonacci 1825. Indikator MACD menunjukkan sinyal death cross. Pada perdagangan Selasa (21/4/2026), harga saham ISAT ditutup stagnan menjadi Rp 2.020 per saham.

Rekomendasi: Speculative Buy

Support: Rp 1.760

Resistance: Rp 2.130

Ivan Rosanova, Technical Analyst Binaartha Sekuritas 

Pelemahan Rupiah Menekan Emiten Sektor Kesehatan, Ini Rekomendasi Analis