
Ussindonesia.co.id , JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah ke 6.755,77 pada perdagangan hari ini, Rabu (12/5/2026) atau setelah pengumuman rebalancing MSCI. Adapun penurunan ini selaras dengan koreksi sejumlah saham big caps, antara lain TPIA, AMMN, hingga BREN.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG terkoreksi 1,50% atau 103,12 poin ke 6.755,77 hingga pukul 09.02 WIB. Pada awal perdagangan hari ini, IHSG bergerak di level terendah 6.741,60 dan sempat ke posisi 6.769,82.
Tercatat, hanya 139 saham menguat, lalu 332 saham terkoreksi, dan 185 saham stagnan. Adapun kapitalisasi pasar mencapai Rp11.929,72 triliun.
: Sentimen MSCI Tekan Indeks Bisnis-27, Saham AMRT hingga ANTM Kompak Merah
Adapun saham berkapitalisasi besar yang mencatat kenaikan hanya PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) yang tumbuh 0,82% menjadi Rp6.175 per saham.
Sebaliknya, saham PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) menjadi penekan indeks komposit dengan penurunan sebesar 11,49% menuju level Rp6.000 per saham.
: : Efek MSCI Tekan IHSG hingga Rupiah, Bobot Saham RI Turun
Saham PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) juga ambruk 9,83% menjadi Rp3.670, saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) turun 8,15% ke Rp1.070, dan PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) melemah 6,37%.
Sebagaimana diketahui, MSCI Inc. resmi mengumumkan hasil tinjauan indeks Mei 2026 untuk MSCI Equity Indexes pada. Dalam pengumuman terbarunya, enam saham emiten Indonesia dikeluarkan dari MSCI Global Standard Index.
Berdasarkan pengumuman MSCI, seluruh perubahan indeks akan berlaku efektif pada penutupan perdagangan 29 Mei 2026 dan mulai diterapkan 1 Juni 2026.
Dalam MSCI Global Standard Indexes Review kali ini, tidak ada saham Indonesia yang masuk sebagai konstituen baru. Sebaliknya, MSCI menghapus enam saham RI dari indeks ini. Mereka adalah AMMN, BREN, TPIA, DSSA, CUAN, dan AMRT.
Di sisi lain, saham top gainers hari ini dihuni oleh PT Mitra Energi Persada Tbk. (KOPI) yang melonjak 24,56% ke level Rp284, sementara PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk. (ELPI) tumbuh 24,54% menjadi Rp2.030.
Pada perdagangan hari ini ini, IHSG diprediksi bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah. Sentimen negatif dari pengumuman MSCI Review serta memanasnya tensi geopolitik global menjadi tekanan utama bagi indeks.
Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman menjelaskan pada perdagangan sebelumnya, IHSG ditutup melemah 0,68% yang dibarengi dengan aksi jual bersih investor asing senilai Rp799 miliar. Saham-saham seperti ANTM, BMRI, CUAN, DSSA, dan BBRI menjadi yang paling banyak dilepas oleh asing.
“IHSG kemungkinan berpotensi open gap down untuk menguji level support di area 6.600–6.700 sebagai dampak dari pengumuman MSCI Review semalam. Namun, setelah menyentuh level tersebut, indeks berpeluang mengalami technical rebound,” ujar Fanny dalam riset harian, Rabu (13/5/2026).
BNI Sekuritas menetapkan rentang support IHSG hari ini pada level 6.600–6.700, sementara level resistance berada di rentang 6.950–7.020.
Kondisi pasar global juga kurang mendukung setelah mayoritas indeks di Wall Street ditutup memerah. Indeks S&P 500 dan Nasdaq masing-masing turun 0,16% dan 0,71% akibat lonjakan inflasi dan kenaikan harga minyak dunia.
Pada saat bersamaan, harga minyak WTI melesat 4,19% ke level US$102,18 per barel setelah Presiden AS Donald Trump menyebut gencatan senjata dengan Iran berada dalam kondisi kritis atau on massive life support.
Di Asia, bursa saham bergerak variatif (mixed). Indeks Nikkei 225 Jepang menguat 0,52%, namun indeks Kospi Korea Selatan anjlok 2,29%
______
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab atas kerugian atau keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.