
Ussindonesia.co.id , JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan pasar akan sangat dipengaruhi oleh sentimen geopolitik pekan ini, khususnya terkait dinamika konflik Timur Tengah dan perkembangan di Selat Hormuz. Sejumlah saham menjadi pilihan untuk sepekan ini.
Equity Analys Indo Premier Sekuritas Imam Gunadi menjelaskan meskipun ada data ekonomi yang rilis, arah market tetap akan sangat bergantung pada headline geopolitik yang sifatnya tidak bisa diprediksi. Dia juga menuturkan di luar faktor tersebut, ada beberapa data penting yang perlu dicermati.
Dari China, pasar akan menunggu rilis Loan Prime Rate (LPR) 1 tahun dengan konsensus di level 3,0% dan LPR 5 tahun di 3,5%. Secara umum, angka ini akan memberikan gambaran arah kebijakan moneter China ke depan, khususnya dalam menjaga momentum pertumbuhan yang sejauh ini masih terlihat cukup solid.
: Sinyal Rebound IHSG: Saham Blue Chip Harga Diskon Jadi Incaran
“Kalau tidak ada perubahan, artinya otoritas masih cenderung wait and see. Tapi kalau ada penurunan, itu bisa jadi sinyal bahwa tekanan ekonomi mulai meningkat dan pemerintah perlu memberikan stimulus tambahan,” tutur Imam, Senin (20/4/2026).
Selanjutnya dari Amerika Serikat, data retail sales bulan Maret juga akan jadi perhatian, dengan konsensus tumbuh 1,3% secara bulanan, lebih tinggi dari sebelumnya di 0,6%. Menurutnya, data ini penting karena mencerminkan kekuatan konsumsi yang merupakan motor utama ekonomi AS.
: : Rekomendasi Saham dan Pergerakan IHSG Hari Ini Senin 20 April 2026
Apabila realisasinya sesuai atau di atas ekspektasi, maka hal ini menurutnya bisa memperkuat narasi bahwa ekonomi AS masih cukup resilient meskipun ada tekanan dari sisi energi. Namun, di sisi lain, angka yang terlalu kuat juga bisa membuat ekspektasi suku bunga tetap tinggi yang biasanya kurang favorable untuk market.
Dari domestik, keputusan suku bunga Bank Indonesia juga akan menjadi fokus, dengan konsensus di level 4,75%. BI kemungkinan masih akan tetap menjaga suku bunga acuan di 4,75% untuk menjaga stabilitas nilai tukar dan inflasi yang masih terkendali.
: : Top Leaders Sepekan: Saham Konglomerat BREN, BNBR Cs Jadi Penggerak IHSG
Pasar juga akan mencermati tone kebijakan ke depan, terutama apakah ada perubahan sikap dalam merespons tekanan eksternal yang meningkat.
Terakhir, kata dia, data EIA Crude Oil Stocks Change juga menarik untuk diperhatikan, dengan konsensus penurunan sekitar 1 juta barel. Data ini sering kali jadi indikator jangka pendek untuk melihat kondisi supply-demand di pasar minyak.
Penurunan stok biasanya mengindikasikan supply yang lebih ketat dan bisa menopang harga minyak tetap tinggi. Dalam konteks saat ini, data ini akan semakin relevan karena pasar sedang sangat sensitif terhadap isu pasokan energi.
Untuk pekan 20-24 April 2026, Imam melihat IHSG masih bergerak dalam fase konsolidasi dengan kecenderungan sideways cenderung volatile di tengah dominasi sentimen geopolitik dan belum kembalinya aliran dana asing secara konsisten.
Secara teknikal, menurutnya area 7.773 menjadi resistance terdekat yang cukup krusial, jika berhasil ditembus bisa membuka ruang kenaikan lanjutan. Namun selama masih tertahan, potensi pullback tetap perlu diwaspadai.
Sementara itu, level 7.308 menjadi support penting yang akan menjadi penopang apabila terjadi tekanan, terutama jika ada sentimen negatif dari global.
“Jadi secara keseluruhan, pergerakan IHSG kemungkinan masih akan berada dalam range tersebut, dengan market yang cenderung reaktif terhadap perkembangan eksternal,” ujar Imam.
Adapun Indo Premier Sekuritas menyukai tiga saham untuk pekan ini, yaitu PGEO, ASII, dan DSSA.
_____
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.