
Ussindonesia.co.id – , JAKARTA – Rangkaian pembagian dividen PT Bank Negara Indonesia (Persero) akan memasuki periode cum dividen pekan depan sebelum periode libur Nyepi dan Lebaran 2026.
Berdasarkan jadwal yang dikutip Minggu (15/3/2026), jadwal cum dividen pembagian dividen BNI tahun buku 2025 di pasar reguler dan pasar negosiasi jatuh pada Selasa (17/3/2026). Selanjutnya, cum dividen di pasar tunai jatuh pada 26 Maret 2026 yang bersamaan dengan periode recording date.
Dengan demikian, para pemegang saham BBNI yang berhak akan menerima pembayaran dividen pada 7 April 2026.
: Bank Mandiri, BRI, BNI, BTN, dan BSI Siapkan Uang Tunai Puluhan Triliun Penuhi Kebutuhan Lebaran 2026
BNI memutuskan untuk membagikan dividen total Rp13,02 triliun. Lampu hijau didapatkan dalam rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) yang berlangsung awal pekan ini Senin (9/3/2026).
Pada 2025, perseroan membukukan laba bersih konsolidasian yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk senilai Rp20,40 triliun, sehingga total dividen itu setara dengan 65% laba perseroan.
Dalam bahan mata acara RUPST 2025 diusulkan nilai dividen tunai tahun buku 2025 senilai Rp13,02 triliun. Perseroan mengimbau kepada pemegang saham untuk dapat menyetujui sebesar 65% atau sejumlah Rp13,02 triliun ditetapkan sebagai dividen tunai.
“Rapat menyetujui usulan mata acara rapat sebagaimana dikemukakan sebelumnya,” demikian disebutkan dalam RUPST BNI Tahun Buku 2025.
Selain itu, para pemegang saham juga menyepakati penetapan 35% atau sejumlah Rp7,01 triliun untuk digunakan sebagai saldo laba ditahan perseroan.
: : Satu Tahun Danantara: Perkuat Fondasi Pembangunan Ekonomi RI, Ini Andil BNI di Program Anak Bangsa
Jika dibagi dengan jumlah saham keseluruhan sebanyak 37,30 miliar saham, maka nilai dividen per saham BBNI tahun buku 2025 yaitu Rp349,26. Adapun, jika dibandingkan dengan harga penutupan BBNI pada perdagangan hari ini yang senilai Rp4.240 per saham, maka rasio dividen per saham yaitu 8,24%.
Corporate Secretary BNI Okki Rushartomo mengatakan keputusan tersebut mencerminkan komitmen Perseroan untuk tetap memberikan nilai optimal kepada pemegang saham sekaligus menjaga fundamental perusahaan melalui penguatan struktur permodalan.
“Sejumlah keputusan strategis yang disepakati dalam RUPST ini merupakan bagian dari upaya menjaga kinerja berkelanjutan serta memperkuat fondasi permodalan Perseroan ke depan,” ujar Okki dalam keterangan tertulis.
Untuk diketahui, sebelumnya perseroan memutuskan untuk menebar dividen senilai Rp13,95 triliun untuk tahun buku 2024. Nilai tersebut setara dengan Rp374,05 per saham.
Para pemegang saham BNI juga menetapkan bahwa 35% dari laba tahun buku 2024 alias Rp7,51 triliun digunakan sebagai saldo laba ditahan perseroan. Lalu pada 2023, perseroan menebar dividen tunai tahun buku 2023 sebesar 50% dari laba bersihnya atau senilai Rp10,45 triliun.
Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. – TradingView
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.