
Ussindonesia.co.id , JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan di tengah spekulasi pasar mengenai rencana pembentukan badan khusus ekspor. Badan baru seperti di China itu disebut akan mengoordinasikan ekspor komoditas strategis guna mengendalikan aliran modal dan menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.
Media sosial dengan identitas pelaku pelaku pasar menilai wacana tersebut memunculkan kekhawatiran terkait potensi peningkatan kontrol pemerintah terhadap aktivitas ekspor komoditas, sekaligus menambah ketidakpastian kebijakan bagi eksportir komoditas seperti batu bara, mineral, dan minyak sawit mentah (CPO).
Kekhawatiran investor terutama berkaitan dengan kepastian hukum dan arah kebijakan pemerintah terhadap mekanisme perdagangan komoditas ke depan. Sentimen itu dinilai ikut menekan pergerakan pasar saham domestik.
: IHSG Sempat Sentuh 6.323, Dasco Dorong BEI Perkuat Kepercayaan Investor
Meski demikian, pemerintah belum memberikan penjelasan resmi mengenai rencana pembentukan badan ekspor tersebut.
Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Tri Winarno mengaku belum mengetahui informasi terkait pembentukan badan ekspor dimaksud.
“Saya enggak tahu,” ujar Tri saat ditemui di kompleks DPR RI, Jakarta, Selasa (19/5/2026).
Saat ditanya lebih lanjut mengenai kabar bahwa ekspor batu bara, mineral, dan CPO akan dilakukan melalui badan ekspor khusus, Tri kembali menyatakan belum mengetahui informasi tersebut.
IHSG pada perdagangan hari ini Selasa (19/5/2026) sempat melemah tajam ke level 6.323,26 di tengah meningkatnya kekhawatiran investor terhadap dinamika global dan sentimen domestik. Pelaku pasar menilai ketidakjelasan arah kebijakan berpotensi memengaruhi iklim investasi dan arus modal di pasar keuangan nasional.
Indeks sedikit membalik menjadi 6.369,58 pada perdagangan pukul 15.28 WIB.
IHSG. – TradingView