
Ussindonesia.co.id , JAKARTA – Serangan Amerika Serikat dan Israel ke Iran pada Sabtu (28/2/2026) menyulut harga minyak dunia yang berlanjut pada lesatan harga saham-saham emiten minyak dan gas (migas) nasional pada perdagangan Senin (2/3/2026).
Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas M. Nafan Aji Gusta menjelaskan secara teknikal harga minyak global bisa menguji di target harga teoritis US$92 per barel. Kondisi harga minyak yang tinggi akan meningkatkan average selling price emiten migas.
“Dengan adanya kenaikan harga minyak bisa memberikan benefit bagi emiten-emiten berbasis migas dalam rangka memanfaatkan kenaikan average selling price. Dengan adanya kenaikan tersebut, tentu bisa memberi benefit di optimalisasi kinerja bottom line,” ujar Nafan kepada Bisnis, Senin (2/3/2026).
: Seberapa Lama Sentimen Harga Minyak Mampu Panaskan Saham Migas MEDC, ENRG, Cs?
Pasar kemudian mengapresiasi perbaikan tersebut, membuat saham seperti PT Energi Mega Persada Tbk. (ENRG) hari ini ditutup naik 25% ke Rp2.200, saham PT Elnusa Tbk. (ELSA) menguat 17,65% ke Rp1.000, dan saham PT Medco Energi Internasional Tbk. (MEDC) naik 15,65% ke Rp1.995.
Nafan menilai, katalis kuat pendorong saham migas akan tergantung oleh seberapa jauh perkembangan konflik global yang memengaruhi harga minyak. Menurutnya, wajar bila akan terjadi koreksi sementara karena dinamika konflik selalu dibarengi dengan naik turunnya intensitas peperangan.
: : Konflik AS-Iran Bikin Saham Migas MEDC, RAJA, ENRG Panen Cuan saat IHSG Loyo
“Itu bisa berlangsung lama, Trump pernah mengatakan perang bisa berlangsung selama 1 bulan. Tapi bisa jadi market sudah terbentuk harganya sehingga suatu saat meningkatkan risk appetite. Apalagi dari konflik pasti ada resolusi konflik dari diplomasi, ini bisa memberikan sentimen terhadap koreksi harga minyak dunia,” ujarnya.
Untuk rekomendasi, Mirae Asset Sekuritas menyematkan buy di saham AKRA dengan target harga Rp1.456 dengan strategi mantain buy. Kemudian, saham PT Raharja Energi Cepu Tbk. (RATU) dengan target harga Rp9.575. Pada penutupan Senin (2/3), saham RATU koreksi 0,69% ke Rp7.150.
: : Emiten Migas Bakrie (ENRG) Bukukan Laba Bersih Rp1,54 Triliun Sepanjang 2025
Sementara itu, Senior Analis Kiwoom Sekuritas Indonesia Sukarno Alatas merekomendasikan ENRG dengan target harga Rp2.300 dan MEDC di target harga Rp2.070.
“Entry saat momentum kuat, gunakan trailing stop, dengan horizon hold sekitar 1 sampai 2 bulan selama belum ada sinyal reversal teknikal,” kata Sukarno.
Menurutnya, harga saham emiten migas saat ini berpeluang menjadi range baru jika harga minyak bertahan di harga tingginya. Tetapi, investor tetap perlu mencermati sensitivitas laba terhadap harga minyak, volume produksi, struktur biaya, serta kebijakan energi domestik karena normalisasi minyak berisiko memicu mean reversion valuasi.
Sukarno melihat reli saham migas berpotensi berlanjut dalam jangka pendek hingga menengah selama eskalasi konflik menjaga harga minyak di level tinggi. Namun, sifatnya cenderung taktikal karena kenaikan didorong risk premium sehingga peluang profit taking tetap besar.
_______
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.