
Ussindonesia.co.id , JAKARTA — Tiga aksi korporasi yang direncanakan PT TBS Energi Utama Tbk., yakni pembagian dividen hingga buyback dinilai bisa menjadi katalis positif bagi saham TOBA.
Berdasarkan keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), dikutip Kamis (26/3/2026), tiga aksi korporasi strategis tersebut yaitu penggunaan sebagian saldo laba untuk pembagian dividen, pembelian kembali (buyback) saham dan Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD).
Adapun TOBA berencana melakukan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang selanjutnya disebut RUPS untuk tahun buku 2025 pada 16 April 2026.
: Siasat TBS Energi (TOBA) Sukseskan Rights Issue 1,39 Miliar Lembar
Analis dari BRI Danareksa Sekuritas, Andhika Audrey menilai penggunaan sebagian saldo laba untuk pembagian dividen dan buyback saham akan meningkatkan nilai bagi pemegang saham sementara PMHMETD menjadi landasan fondasi penguatan modal untuk ekspansi jangka menengah panjang.
Soal bagi dividen, dia juga menjelaskan bahwa meski TOBA membukukan rugi bersih di tahun 2025 akibat rugi non-kas dan akuntansi dari divestasi PLTU, TOBA masih bisa membagikan dividen.
“Secara historis sebenarnya TOBA adalah emiten yang dividend paying, tahun 2025 memang ada kerugian non-kas karena transisi aset ke bisnis hijau, tetapi saldo laba masih positif dari keuntungan tahun-tahun sebelumnya jadi masih bisa bagi dividen. Hal ini juga menunjukkan fundamental bisnis TOBA tetap kuat di tengah periode transisi,” kata Andhika dalam keterangannya.
Meskipun mencatat rugi bersih non-kas pada 2025 akibat divestasi aset PLTU sebagai bagian dari transisi, Perseroan tetap mencapai EBITDA Disesuaikan positif dan saldo kas sebesar US$102,3 juta, naik 15% dari tahun sebelumnya.
Transformasi ini memengaruhi pendapatan dari bisnis berkelanjutan mencapai US$164,1 juta pada 2025, naik 738% (yoy), dengan kontribusi pengelolaan limbah mencapai 41% dari total pendapatan.
Sementara itu, Analis MNC Sekuritas, Raka Junico mengatakan selain dividen, buyback juga diharapkan memainkan peran penting untuk meningkatkan kepercayaan diri pasar terkait fundamental dan nilai saham TOBA.
“Ini artinya bahwa manajemen punya keyakinan bahwa harga saham saat ini belum benar-benar mencerminkan valuasi wajarnya,” kata Raka.
Dia menambahkan selain saldo laba yang masih positif, arus kas TOBA yang solid turut mendukung kemampuan Perseroan untuk melakukan dua aksi korporasi ini secara sekaligus. Percepatan pergeseran portofolio TOBA membutuhkan penguatan modal yang diyakini akan difasilitasi melalui aksi PMHMETD untuk mendukung ambisi ekspansi jangka panjang.
“Skema rights issue bisa memfasilitasi investor strategis untuk masuk dan ambil bagian dalam pertumbuhan jangka panjang suatu perusahaan. Ini yang menjadi keuntungannya,” katanya.
Adapun, agenda RUPS TOBA bisa menjadi katalis positif untuk pergerakan harga sahamnya dalam jangka pendek.
: : Right Issue TOBA, Persetujuan RUPS Dirancang April 2026
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.
: : TBS Energi Utama (TOBA) Bukukan Rugi Bersih Rp2,7 Triliun pada 2025