WIKA Beton (WTON) catat nilai kontrak baru Rp 919,9 miliar per kuartal I 2026

Ussindonesia.co.id JAKARTA. PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON) mencatatkan perolehan kontrak baru sebesar Rp 919,9 miliar sepanjang kuartal I 2026.

Perolehan ini didominasi oleh pelanggan dari pihak swasta sebesar 53,61%, disusul oleh kemitraan strategis (KSO/JO) sebesar 34%, BUMN sebesar 11,23%, dan WIKA sebesar 1,16%. 

“Dominasi pihak swasta menandakan kemandirian bisnis WIKA Beton yang semakin kuat di luar ekosistem induk usaha,” kata Sekretaris Perusahaan WIKA Beton, Ignatius Harry dalam rilis Kamis (7/5/2026).

WIKA Beton (WTON) Garap Proyek Metro Manila Subway, Nilai Kontrak US$ 10,7 Juta

Berdasarkan sektornya, infrastruktur tetap menjadi tulang punggung dengan kontribusi 58,72%, diikuti oleh sektor industri 17,49%, properti 12,17%, pertambangan 5,77%, kelistrikan 4,89%, dan energi 0,96%.

Dari sisi kinerja, WTON membukukan pendapatan usaha sebesar Rp 677,03 miliar di kuartal I 2026. Ini turun 22,32% secara tahunan. 

Pendapatan tersebut didorong oleh diversifikasi lini bisnis dari segmen produk putar sebagai kontributor utama sebesar 48,36%. Lalu, disusul produk non-putar sebesar 32,84%, konstruksi 15,85%, dan jasa 2,95%. 

Ignatius bilang, kinerja di awal tahun 2026 ini merupakan hasil dari konsistensi perusahaan dalam penguatan margin dan menjaga kesehatan arus kas.

“Kami tidak hanya fokus pada pertumbuhan omzet, tetapi juga pada penguatan margin dan kesehatan arus kas,” paparnya. 

WTON mengantongi laba bersih senilai Rp1,5 miliar sepanjang periode Januari-Maret 2026, turun tipis 5,55% yoy.

WIKA Beton (WTON) Catat Penurunan Pendapatan dan Laba Sepanjang 2025

Dengan kinerja tersebut, laba per saham dasar menjadi Rp 0,17 per akhir Maret 2026, turun dari Rp 0,18 di periode sama tahun lalu.