• About
  • Hubungi Kami
  • Privacy Policy

Ussindonesia.co.id Blog informasi, panduan, dan solusi seputar dunia keuangan.

  • Home
  • Tips
  • keuangan

BI rate naik, BSI (BRIS) jaga pertumbuhan pembiayaan dan likuiditas

Ussindonesia.co.id – , JAKARTA — PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (BRIS) atau BSI memastikan strategi bisnis perseroan tetap diarahkan untuk menjaga pertumbuhan pembiayaan dan likuiditas secara sehat di tengah tren kenaikan suku bunga.

Corporate Secretary BSI Wisnu Sunandar menyebut, keputusan Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan atau BI Rate 50 basis point (bps) menjadi 5,25% sebagai langkah pre-emptive untuk menjaga stabilitas makroekonomi di tengah meningkatnya dinamika global. 

Kenaikan BI Rate, imbuhnya, penting untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, pengendalian inflasi, serta mempertahankan kepercayaan pasar. 

Menurut dia, dari perspektif perbankan syariah, kebijakan tersebut justru mendukung stabilitas sistem keuangan nasional dalam jangka menengah dan panjang.

“Fundamental likuiditas bank saat ini tetap terjaga dengan baik, didukung pertumbuhan dana pihak ketiga, likuiditas yang memadai, serta pengelolaan Asset Liability Management (ALM) yang prudent,” kata Wisnu dalam keterangan tertulis, dikutip Jumat (22/5/2026). 

Adapun, hingga Maret 2026, dana pihak ketiga (DPK) BSI tercatat mencapai Rp376,80 triliun atau tumbuh 18% secara tahunan (year-on-year/YoY). Sementara itu, total dana murah atau current account saving account (CASA) mencapai Rp236,2 triliun.

Dari sisi intermediasi, BSI juga mencatat pertumbuhan pembiayaan yang tetap solid. Per Maret 2026, total pembiayaan mencapai Rp329 triliun atau naik 14,39% YoY. Di sisi lain, rasio pembiayaan bermasalah (non-performing financing/NPF) gross membaik menjadi 1,8% dari sebelumnya 1,88%.

Wisnu mengatakan perseroan masih melihat permintaan pembiayaan dari sektor produktif maupun konsumsi domestik tetap cukup baik. Kondisi itu dinilai menjadi sinyal bahwa fondasi pertumbuhan ekonomi nasional masih kuat di tengah perubahan arah kebijakan moneter global maupun domestik.

: Bank Indonesia Naikkan BI Rate 50 Bps, Apa Dampaknya ke Perekonomian?

Terkait dengan potensi transmisi kenaikan suku bunga terhadap pricing pembiayaan, BSI menyatakan akan melakukan evaluasi secara bertahap dengan mempertimbangkan kondisi pasar, profil risiko, serta daya tahan masing-masing sektor usaha dan nasabah.

“Fokus kami saat ini adalah menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis, layanan nasabah, kualitas pembiayaan, dan stabilitas likuiditas,” ujar Wisnu.

Di tengah potensi meningkatnya persaingan likuiditas antarbank, BSI juga memastikan tetap menjaga daya saing biaya dana atau cost of fund melalui optimalisasi dana murah. 

Strategi penghimpunan CASA dinilai menjadi salah satu fokus utama perseroan untuk menjaga efisiensi pendanaan di tengah era suku bunga tinggi.

Artikel Terbaru

  • BI rate naik, ekonomi RI diyakini bisa tetap tumbuh di atas 5 persen

  • IHSG ditutup meroket 7,57%, rupiah perkasa di tengah bursa Asia yang bervariasi

  • IHSG melonjak 7,54% ke 5.746 pada Selasa (9/6), CUAN, BRPT, SCMA top gainers LQ45

  • Pradiksi Gunatama (PGUN) Realisasi Belanja Modal Rp 26,6 Miliar per Mei 2026

  • Penuhi Free Float, Pradiksi Gunatama (PGUN) Bakal Lepas 4,88% Saham

  • Perry Warjiyo akui rupiah melemah di luar proyeksi, BI kerek suku bunga ke 5,5%

  • Rupiah Bangkit Setelah Tekanan Beruntun Jadi Rp 18.058 Per Dolar AS,

  • Rupiah menguat ke Rp 18.058 per dolar AS usai BI naikkan suku bunga

  • Rupiah rebound ke Rp 18.058 per dolar AS, investor cermati data inflasi AS

  • Tower Bersama (TBIG) tebar dividen tunai Rp 1,05 triliun dari laba tahun 2025

  • Rupiah perkasa! Ditutup menguat ke Rp 18.058 per dolar AS hari ini (9/6)

  • Sumber Alfaria Trijaya (AMRT) andalkan 1.000 gerai baru untuk genjot kinerja 2026

  • DPR kumpulkan bos Himbara bahas peluang buyback saham

  • BI rate naik ke 5,5 persen, ini dampak positif dan negatif menurut ekonom

  • Fokus penguatan struktur permodalan, Abadi Lestari (RLCO) absen bagi dividen

Artikel Popular

  • BI rate naik, ekonomi RI diyakini bisa tetap tumbuh di atas 5 persen

  • Cara Top Up E-Money Mandiri di DANA Biaya & Batas Minimal

  • TapCash BNI, Bisa Untuk Apa Saja? Dimana Membelinya?

  • Cara Top Up LinkAja Lewat BCA dan Biayanya – Helokepo

  • Cara Isi ShopeePay Lewat BNI Mobile Banking dan ATM BNI

  • Cara Top Up iSaku Lewat DANA Bisa Gratis Biaya Admin?

  • Syarat Top Up iSaku Lewat BCA Mobile

  • Cara Top Up BRIZZI Lewat ATM BCA, Praktis dan Mudah!

  • Cara Transfer ShopeePay ke SeaBank dan Sebaliknya: Panduan Lengkap

  • Flazz BCA: Kegunaan Lengkap dan Tempat Membeli dengan Mudah

  • Cara Mengecek Saldo E-Money dan History E-Toll Terbaru: Panduan untuk Pemula

  • Cara Top Up BRIZZI Lewat Mandiri Online dan ATM Mandiri

  • Isi Saldo DANA Lewat BTN Mobile & Biaya Admin – Helokepo

  • Cara Ganti Nomor LinkAja Paling Mudah – Helokepo

  • Cara Update Saldo BRIZZI Paling Mudah di HP dan EDC

Ussindonesia.co.id
© Copyright 2026, All Rights Reserved