Bank Mandiri menurunkan bunga kredit setelah BI Rate turun menjadi 5% pada Agustus 2025. Penyesuaian ini mempengaruhi segmen kredit berbasis reference rate.
Read More »Finance
Rupiah Berpotensi Menguat Terbatas pada Perdagangan Kamis (28/8/2025)
Ussindonesia.co.id JAKARTA. Spekulasi pemangkasan suku bunga acuan oleh The Fed pada bulan September masih menjadi sentimen yang mempengaruhi pergerakan rupiah. Pada Rabu (27/8/2025), rupiah lanjut melemah. Mengutip Bloomberg, rupiah spot ditutup melemah 0,42% ke level Rp 16.368 per dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Rabu (27/8/2025). Sedangkan berdasarkan Jisdor BI, rupiah ditutup di posisi Rp 16.355 per dolar AS. Ini membuat rupiah...
Read More »Graha Prima (GRPM) Jadi Distributor Coca-Cola di Kalimantan
Ussindonesia.co.id JAKARTA. PT Graha Prima Mentari Tbk (GRPM) resmi menjadi distributor Coca Cola di Kalimantan. Manajemen dalam keterbukaan informasi pada Rabu (27/8), menjelaskan penunjukan Graha Prima menjadi distributor telah ditetapkan sejak 22 Agustus 2025. Direktur Graha Prima Mentari Lili Solihah dalam keterbukaan informasi di BEI memaparkan jika keputusan ini dapat meningkatkan profit bisnis ke depan. Adapun area distribusi baru tersebut...
Read More »IHSG Ditutup Menguat, Naik ke Level 7.936,17
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir di zona hijau pada penutupan perdagangan saham sore ini, Rabu (27/8). #bisnisupdate #update #bisnis #text
Read More »IHSG Ditutup Menguat, Saham Prajogo BREN, BRPT & CDIA Dorong Laju Indeks
IHSG menguat 0,38% ke 7.936,17 pada 27/8/2025, didorong saham BREN, BRPT, dan CDIA. Optimisme pasar dipicu pemangkasan suku bunga BI dan potensi penurunan suku bunga The Fed.
Read More »Moody’s Kerek Peringkat dan Prospek Medco Energi (MEDC)
Ussindonesia.co.id SINGAPURA. Moody’s Ratings (Moody’s) telah menaikkan peringkat corporate family rating (CFR) PT Medco Energi Internasional Tbk (Medco) menjadi Ba3 dari sebelumnya B1. Moody’s juga menaikkan peringkat surat utang senior unsecured yang diterbitkan oleh anak-anak perusahaan Medco yang dimiliki sepenuhnya di level Ba3 dari B1. Surat utang ini dijamin secara tanpa syarat dan tidak dapat dibatalkan oleh Medco. Selain itu, prospek atas...
Read More »IHSG Menguat 0,38% ke 7.936 pada Rabu (27/8/2025), MDKA, INCO, MBMA Top Gainers LQ45
Ussindonesia.co.id JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 30,41 poin atau 0,38% ke 7.936,17 pada akhir perdagangan Rabu (27/8/2025). Sebanyak 335 saham naik, 327 saham turun dan 142 saham stagnan. Enam indeks sektoral menguat, menopang kenaikan IHSG. Sedangkan lima indeks sektoral lainnya masuk zona merah. Indeks sektoral dengan penguatan terbesar adalah sektor perindustrian yang naik 2,34%, sektor properti naik 2,15% dan sektor...
Read More »Harga Emas Antam Kembali Melesat, Berpotensi Tembus Rp 2,15 Juta per Gram
Ussindonesia.co.id JAKARTA. Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau Antam kembali melesat pada Rabu (27/8/2025), naik Rp 24.000 menjadi Rp1.914.000 per gram, sementara harga buyback ikut menguat ke Rp 1.760.000 per gram. Kenaikan harga emas Antam ini dipicu pelemahan dolar AS yang membuat investor global beralih ke emas sebagai aset aman. Sejumlah analis memproyeksikan tren positif emas masih berlanjut hingga akhir 2025. Analis mata...
Read More »Reksadana Campuran Masih Prospektif, Star Balanced Cetak Return 25,6% YTD
Ussindonesia.co.id – JAKARTA. Reksadana campuran diproyeksikan tetap menjadi salah satu instrumen investasi menarik pada tahun ini. Berdasarkan data Infovesta Utama, indeks reksadana campuran mencatatkan kinerja positif sebesar 2,64% hingga Juli 2025. Henry Buntoro, Head of Investment Star Asset Management (Star AM) mengatakan, prospek reksadana campuran pada semester II-2025 masih positif. Baca Juga: Star Asset Management Catat AUM Rp 23,9 Triliun di...
Read More »Saham OASA, FLMC dan CASH Masuk Radar UMA, Investor Perlu Cermati Hal Ini
Ussindonesia.co.id JAKARTA. Bursa Efek Indonesia (BEI) tengah memantau pergerakan saham PT Maharaksa Biru Energi Tbk (OASA), PT Falmaco Nonwoven Industri Tbk (FLMC) dan PT Cashlez Worldwide Indonesia Tbk (CASH). BEI menetapkan status unusual market activity (UMA) pada saham OASA lantaran terjadi indikasi pola transaksi yang tidak wajar. Sementara, saham FLMC dan CASH masuk pengawasan UMA karena adanya peningkatan harga saham yang di luar kebiasaan....
Read More »