Ussindonesia.co.id JAKARTA. Prospek emiten energi di bawah naungan PT Pertamina (Persero), yakni PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS), PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO), dan PT Elnusa Tbk (ELSA), mulai menunjukkan perbaikan memasuki kuartal II-2026. Pengamat pasar modal sekaligus Founder Republik Investor Hendra Wardana mengatakan, kinerja ketiga emiten tersebut pada 2025 masih menghadapi sejumlah tekanan sehingga menjadi fase konsolidasi...
Read More »Finance
Gubernur BI tegaskan ekonomi Indonesia tahan hadapi gejolak global, ini alasannya
Ussindonesia.co.id JAKARTA — Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menanggapi lebih lanjut mengenai dampak geopolitik yang menyebabkan tingginya ketidakpastian ekonomi global terhadap Indonesia. Menurut dia, ekonomi Indonesia terbilang tahan atau...
Read More »BI laporkan kredit tumbuh lebih tinggi pada Maret 2026, kredit nganggur masih besar
Bank Indonesia melaporkan kredit tumbuh 9,49% pada Maret 2026, namun undisbursed loan masih tinggi di Rp2.527,46 triliun. Pertumbuhan didukung kredit investasi, modal kerja, dan konsumsi.
Read More »Ditopang sentimen global, reli kripto berpotensi berlanjut bertahap
Ussindonesia.co.id JAKARTA. Harga aset kripto melanjutkan tren penguatan dalam beberapa hari terakhir, didorong membaiknya sentimen global, dukungan kebijakan, serta arus dana institusional yang tetap solid. Meski demikian, pelaku pasar tetap diminta mewaspadai potensi koreksi jangka pendek di tengah kondisi pasar yang masih sensitif. Berdasarkan data CoinMarketCap per Rabu (22/4) pukul 18.47 WIB, Bitcoin naik 2,21% secara harian ke level US$...
Read More »Rugi Fast Food (FAST) menyusut 54,05% pada tahun 2025, intip prospeknya ke depan
Ussindonesia.co.id JAKARTA. Emiten pengelola restoran KFC Indonesia dan Taco Bell, PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST) mencatatkan rugi bersih di tengah pendapatan yang naik tipis. Dalam catatan laporan keuangannya, FAST melaporkan rugi bersih sebesar Rp 366,04 miliar di tahun 2025. Perolehan itu susut 54,05% year on year (yoy) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 796,711 miliar. Penjualan dan pendapatan usaha FAST tercatat...
Read More »IHSG masih dibayangi tekanan, berpotensi lanjutkan fase bearish
Ussindonesia.co.id JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan masih bergerak terbatas dengan kecenderungan melemah pada perdagangan Kamis (23/4/2026), di tengah sentimen pembekuan review MSCI dan keputusan suku bunga Bank Indonesia (BI). Pada perdagangan Rabu (22/4/2026), IHSG ditutup melemah 0,24% ke level 7.541,61. Secara year to date, indeks bahkan telah terkoreksi hingga 13,59%. Head of Research KISI Sekuritas Muhammad Wafi...
Read More »Empat reformasi diakui MSCI, BEI coret saham HSC dari indeks unggulan
Ussindonesia.co.id JAKARTA. Seiring dengan evaluasi MSCI, Bursa Efek Indonesia (BEI) menerapkan reformasi transparansi dengan mengecualikan saham High Shareholding Concentration (HSC) dari indeks unggulan untuk memastikan indeks tetap investable. Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia I Gede Nyoman Yetna menyampaikan BEI selalu menjalin diskusi aktif dengan MSCI. Pembicaraan dengan MSCI berjalan konstruktif dan positif. Seperti...
Read More »BEI bakal depak saham dengan HSC dari indeks utama, intip penggantinya
BEI akan mengeluarkan saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi dari indeks utama mulai Mei 2026, menggantinya dengan saham likuid dan free float besar.
Read More »Intip potensi kinerja emiten telekomunikasi pada kuartal I-2026
Ussindonesia.co.id JAKARTA. Kinerja emiten operator telekomunikasi, yakni PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM), PT Indosat Tbk (ISAT) dan PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (EXCL) diproyeksikan penuh tantangan, tetapi secara persaingan akan lebih sehat. Equity Research Analyst Mirae Asset Sekuritas Daniel Aditya mencermati untuk tahun ini, kompetisi di industri telekomunikasi akan semakin bagi. Dia memproyeksikan, TLKM akan mencetak kinerja yang serupa...
Read More »Rupiah diprediksi tetap loyo dan tertahan di Rp 17.000-an, ini obat perkasa
Ussindonesia.co.id – JAKARTA. Prospek nilai tukar rupiah ke depan diperkirakan masih akan bergerak volatil dengan kecenderungan melemah. Perlu diketahui, rupiah masih bergerak fluktuatif dan masih tak mampu keluar dari tekanan hingga akhir perdagangan hari ini. Rabu (22/3), rupiah ditutup di level Rp 17.181 per dolar Amerika Serikat (AS) atau melemah 0,22% dibanding penutupan hari sebelumnya yang berada Rp 17.143 per dolar AS. Ada pun demikian, jika...
Read More »