Harga perak reli 25% YTD, analis proyeksi tembus US$ 110–US$ 135

Ussindonesia.co.id – JAKARTA. Harga perak melanjutkan tren penguatan dalam sepekan terakhir setelah sempat terkoreksi tajam pada awal Februari.

Pada perdagangan Jumat (27/2) pukul 10.48 WIB, harga perak menyentuh level US$ 89,7 per ons troi. Posisi ini naik 5,88% secara mingguan dan melonjak 25,6% secara year to date (YTD).

Sebelumnya, logam mulia tersebut sempat terjun ke bawah US$ 70 per ons troi di awal bulan.

Minim Katalis, Bitcoin Berisiko Turun ke US$ 50.000

Chief Analyst Doo Financial Futures Lukman Leong menilai, kenaikan harga perak belakangan ini lebih didorong oleh aksi bargain hunting investor setelah koreksi dalam yang terjadi bulan lalu.

“Bargain hunting, kenaikan seiring dengan emas yang juga terkoreksi besar bulan lalu, tetapi secara fundamental tidak ada perubahan,” ujar Lukman kepada Kontan, Rabu (25/2/2026).

Menurutnya, pergerakan perak saat ini masih sejalan dengan harga emas dan belum mencerminkan perubahan fundamental yang signifikan pada komoditas tersebut.

Secara teknikal, Lukman melihat peluang kenaikan masih terbuka dalam jangka pendek. Ia memperkirakan perak berpotensi melaju menuju level psikologis US$ 100 per ons troi setelah berhasil menembus area konsolidasi.

CPO Masuk dalam Perjanjian Tarif RI-AS, Begini Respons Prime Agri Resources (SGRO)

“Secara teknikal, harga perak diperkirakan akan terus naik menuju US$ 100 setelah breakout dari konsolidasi US$ 86–US$ 89,” jelasnya.

Meski demikian, peluang koreksi tetap perlu diwaspadai. Dalam skenario pelemahan, harga perak diperkirakan dapat menguji area support di sekitar US$ 88 per ons troi.

Untuk semester I-2026, Lukman memproyeksikan harga perak berpotensi bergerak dalam rentang US$ 110 hingga US$ 135 per ons troi, dengan catatan sentimen global tetap kondusif dan pergerakan emas mendukung.