IHSG hari ini (3/3) rawan koreksi, cek saham INDY, HRUM hingga HRTA

Ussindonesia.co.id , JAKARTA — Pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) diproyeksikan masih berada dalam fase konsolidasi dengan kecenderungan melemah pada perdagangan Selasa (3/3/2026).

Tim Riset Sinarmas Sekuritas mengatakan secara teknikal, level 7.959 menjadi area krusial. Jika tekanan jual berlanjut, IHSG berpotensi melanjutkan pelemahan menuju 7.863, bahkan dynamic support di 7.712. Sementara itu, area resistance terdekat berada di rentang 8.133–8.246.

“Pada perdagangan hari Selasa ini IHSG berpeluang menguji support 7.959 dan next support 7.863,” tulis tim riset, Selasa (3/3/2026).

Dari eksternal, Eskalasi konflik AS–Israel dengan Iran meningkatkan kekhawatiran gangguan pasokan di Selat Hormuz.

Namun, lonjakan ISM Manufacturing PMI Price Index memicu kekhawatiran inflasi baru. Mantan Menteri Keuangan AS Janet Yellen memperingatkan konflik Iran yang berkepanjangan bisa mempersulit kebijakan moneter The Fed.

Dari dalam negeri, tekanan datang dari inflasi Februari 2026 yang melonjak ke 4,76%, tertinggi sejak Maret 2023 dan melampaui target Bank Indonesia 3,5±1%. Kondisi ini berpotensi membatasi ruang pelonggaran kebijakan moneter.

Di sisi lain, PMI Manufaktur Indonesia naik ke 53,8, tertinggi sejak Maret 2024, menandakan aktivitas industri masih ekspansif dan menjadi penopang optimisme pasar.

Kombinasi inflasi tinggi dan pertumbuhan manufaktur yang kuat membuat IHSG berada dalam tarik-menarik sentimen.

Dengan lonjakan harga komoditas, saham berbasis energi dan tambang dinilai menarik secara trading jangka pendek. 

Pada hari ini, Sinarmas Sekuritas merekomendasikan investor untuk mencermati potensi speculative buy saham PT Merdeka Copper Gold Tbk. (MDKA), PT Adaro Minerals Indonesia Tbk. (ADMR), PT Harum Energy Tbk. (HRUM), PT Hartadinata Abadi Tbk. (HRTA), dan PT Indika Energy Tbk. (INDY).

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.