Indonesia, Prancis, & China: Kecam Rencana Israel Rebut Gaza

Indonesia, Prancis, dan China Bersatu Tolak Rencana Israel Kuasai Gaza

Indonesia, Prancis, dan China kompak mengecam rencana Israel untuk menduduki Jalur Gaza. Ketiga negara tersebut tegas menyatakan langkah tersebut sebagai pelanggaran berat hukum internasional dan Piagam PBB, serta memperingatkan akan semakin memperparah krisis kemanusiaan yang sudah memprihatinkan di wilayah tersebut.

Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) melalui akun media sosial X menyatakan keprihatinan mendalam atas rencana Israel untuk mengambil alih wilayah Palestina. Kemlu RI menekankan bahwa tindakan ini akan semakin merusak prospek perdamaian di Timur Tengah dan memperburuk penderitaan warga Gaza. Mengutip putusan Mahkamah Internasional (ICJ), Kemlu RI menegaskan bahwa pendudukan Israel atas wilayah Palestina adalah ilegal, dan Israel tidak memiliki kedaulatan atas wilayah tersebut. Oleh karena itu, tindakan apa pun yang dilakukan tidak dapat mengubah status hukum pendudukan tersebut. Indonesia mendesak Dewan Keamanan PBB dan komunitas internasional untuk segera mengambil langkah konkret guna menghentikan tindakan ilegal ini. Komitmen Indonesia untuk mendukung penuh kemerdekaan dan kedaulatan Palestina, sejalan dengan prinsip Solusi Dua Negara, tetap teguh. Realisasi solusi ini, menurut Kemlu RI, membutuhkan tiga langkah utama: pengakuan negara Palestina oleh seluruh negara, penghentian kekerasan dan gencatan senjata, serta penentuan masa depan Palestina oleh rakyat Palestina sendiri.

Prancis Kecam Rencana Israel: Pelanggaran Hukum Internasional

Prancis turut mengecam keras rencana Israel untuk memperluas operasi militer dan menguasai penuh Jalur Gaza. Kementerian Luar Negeri Prancis, dalam pernyataan resmi pada Jumat (8/8), menilai rencana ini sebagai potensi pelanggaran serius hukum internasional dan akan menciptakan kebuntuan yang berbahaya. Pernyataan tersebut menegaskan bahwa tindakan tersebut akan merusak aspirasi sah rakyat Palestina untuk hidup damai dalam negara yang berdaulat dan bermartabat, serta mengancam stabilitas regional. Prancis menegaskan kembali komitmennya terhadap solusi dua negara, di mana masa depan Gaza menjadi bagian integral dari negara Palestina yang dipimpin oleh Otoritas Palestina. Sebagai bentuk komitmen, Prancis akan terus berupaya bersama mitra internasional dan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk membentuk misi stabilisasi sementara guna menjamin keamanan warga Israel dan Palestina, dan menyerukan negara-negara lain untuk bergabung dalam upaya kolektif ini, sebagaimana telah dibahas dalam konferensi terbaru terkait solusi dua negara. Menteri Luar Negeri Prancis, Jean-Noel Barrot, melalui media sosial X, juga turut mengutuk rencana tersebut, menekankan bahwa pendudukan penuh Gaza hanya akan memperburuk situasi dan tidak akan membantu pembebasan sandera, pelucutan senjata Hamas, atau penyerahannya.

Cina Desak Penolakan Internasional terhadap Rencana Israel

China juga menyatakan penolakan tegas terhadap rencana Israel untuk mengambil alih Kota Gaza dan mendesak penghentian segera rencana tersebut. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Guo Jiakun, dalam pernyataan tertulis di Beijing pada Jumat (8/8), menekankan keprihatinan mendalam atas rencana tersebut dan menegaskan bahwa Kota Gaza adalah milik rakyat Palestina dan merupakan bagian integral dari wilayah Palestina. Pernyataan ini menanggapi pernyataan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, yang menyatakan bahwa tentara Israel (IDF) bersiap mengambil alih kendali Kota Gaza sambil menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi warga sipil di luar zona pertempuran.

Lima Prinsip Utama Israel untuk Mengakhiri Perang:

Kabinet Israel telah menyetujui lima prinsip utama untuk mengakhiri perang, yaitu:

  1. Membongkar kelompok Palestina Hamas
  2. Memastikan pemulangan seluruh sandera, hidup maupun meninggal
  3. Melucuti senjata Jalur Gaza
  4. Menjamin kendali keamanan Israel atas wilayah tersebut
  5. Membentuk pemerintahan sipil yang tidak dipimpin oleh Hamas maupun Otoritas Palestina

Guo Jiakun menegaskan bahwa gencatan senjata segera merupakan cara terbaik untuk meredakan krisis kemanusiaan dan membebaskan para sandera. Ia juga menekankan bahwa solusi dua negara adalah kunci untuk mengakhiri konflik Gaza secara permanen. China siap bekerja sama dengan komunitas internasional untuk menghentikan pertempuran, meringankan bencana kemanusiaan, dan mewujudkan perdamaian yang adil dan berkelanjutan di kawasan tersebut.

Ringkasan

Indonesia, Prancis, dan China secara bersama-sama mengecam rencana Israel untuk menguasai Jalur Gaza. Ketiga negara tersebut menganggap rencana ini sebagai pelanggaran hukum internasional dan memperingatkan akan semakin memburuknya krisis kemanusiaan di Gaza. Indonesia menekankan ilegalnya pendudukan Israel dan mendesak Dewan Keamanan PBB untuk bertindak. Mereka juga menegaskan kembali dukungan terhadap solusi dua negara.

Prancis juga mengutuk rencana tersebut, menyebutnya sebagai pelanggaran serius hukum internasional dan ancaman terhadap stabilitas regional. Mereka menegaskan komitmen pada solusi dua negara dan akan berupaya membentuk misi stabilisasi sementara. Sementara itu, China mendesak penghentian segera rencana Israel, menegaskan bahwa Gaza adalah bagian integral dari wilayah Palestina dan mendukung solusi dua negara untuk mengakhiri konflik.