
PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Penundaan tinjauan indeks saham Indonesia oleh tak membuat pasar modal ciut. Justru sebaliknya, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melesat dalam dua hari terakhir dan menutup perdagangan di zona hijau.
Di tengah kabar penundaan review indeks Financial Times Stock Exchange (FTSE) Russell yang semula dijadwalkan Maret 2026, IHSG malah menunjukkan tenaga baru. Data perdagangan mencatat indeks menguat signifikan, memunculkan optimisme pelaku pasar terhadap prospek pasar saham Indonesia.
Kepala Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (KP BEI) Stephanus Cahyo Adiraja menjelaskan, pada 10 Januari 2026 FTSE Russell mengumumkan penundaan peninjauan indeks tersebut.
“FTSE Russell akan memberikan pembaruan sebelum 22 Mei 2026, bertepatan dengan pengumuman tinjauan indeks triwulanan Juni 2026,” ujar Cahyo, Kamis (12/2/26).
Meski agenda strategis itu ditunda, pasar tidak menunjukkan reaksi negatif. Pada perdagangan 10 Januari, IHSG ditutup menguat 1,24 persen ke level 8.131,73. Sehari berselang, penguatan makin tajam hingga 1,96 persen dan membawa IHSG bertengger di 8.290,97.
Menurut Cahyo, secara teknikal IHSG masih berada di area positif dan berpeluang melanjutkan tren kenaikan.
“IHSG akan menguji level berikutnya di 8.390 dan selanjutnya mencoba menutup gap di level 8.873,” jelasnya.
Tak hanya faktor teknikal, sentimen eksternal juga memberi dorongan. BEI saat ini masih melakukan pertemuan lanjutan dengan (Morgan Stanley Capital International) yang disebut berlangsung konstruktif.
“Pertemuan dengan MSCI berjalan cukup konstruktif. Kalau hasilnya positif, itu bisa menjadi katalis tambahan dan mendorong pasar kembali bullish (disclaimer on),” tegasnya.
Sebagai informasi, FTSE Russell merupakan bagian dari (LSEG). Lembaga ini dikenal sebagai penyedia indeks global yang mengelola berbagai indeks lintas aset, mulai dari saham, obligasi hingga komoditas.
Indeks yang disusun FTSE Russell menjadi rujukan penting bagi investor institusi global dalam menyusun portofolio. Karena itu, setiap keputusan terkait review atau perubahan bobot indeks suatu negara selalu menjadi sorotan utama pelaku pasar. (her)