
Ussindonesia.co.id JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 0,56% ke level 7.500,10 pada Senin (14/4/2026). Padahal di awal perdagangan, IHSG sempat melemah ke level 7.351,36.
Head of Research and Education Phintraco Sekuritas Valdy Kurniawan menjelaskan, IHSG dibuka melemah akibat kenaikan harga minyak dunia karena gagalnya kesepakatan antara Iran dengan Amerika Serikat (AS).
Ketidakpastian kembali meningkat setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan Angkatan laut AS akan memblokade Selat Hormuz. Valdy bilang dua hal tersebut meredam harapan pasar untuk mengakhiri konflik.
“Namun kemudian IHSG berbalik bergerak di teritori positif, didorong oleh kenaikan saham sektor energi, bahan baku dan siklikal, meskipun terjadi pelemahan pada sektor keuangan,” jelasnya, Senin (13/4/2026).
IHSG Berpeluang Lanjut Menguat Hari Ini (14/4), Cek Strategi dan Rekomendasi Sahamnya
Dia juga menyoroti pertemuan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dengan Presiden Rusia Vladirmir Putin yang akan membahas kelanjutan kerja sama kedua negara, termasuk penguatan pasokan minyak ke Indonesia.
“Meskipun demikian dikhawatirkan pembelian minyak dari Rusia juga tetap terkendala jika jalur pengiriman tetap melalui Selat Hormuz,” kata Valdy.
Valdy bilang secara teknikal, indikator MACD berlanjut membentuk histogram positif, tetapi Stochastic RSI berada di area overbought. Jika IHSG mampu bertahan di atas level 7.500, diperkirakan berpotensi menguji level 7.600.
LSIP Chart by TradingView
Untuk perdagangan hari ini (14/4/2026), saham pilihan Phintraco Sekuritas jatuh pada PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN), PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU), PT PAM Mineral Tbk (NCIL), PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) dan PT PP London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP).