
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan Washington tak menutup kemungkinan melancarkan gelombang serangan kedua terhadap Venezuela. Langkah ini menyusul penangkapan Presiden Nicolas Maduro dalam operasi militer AS.
Dalam wawancaranya dengan Fox News, Sabtu (3/1), Trump mengatakan bahwa pemerintahannya telah menyiapkan skenario lanjutan jika situasi berkembang ke arah yang dianggap mengancam kepentingan AS.
“Kami siap melakukan gelombang kedua. Semuanya sudah disiapkan. Operasi ini begitu kuat sehingga kami tidak perlu melakukannya, tetapi kami tetap siap,” ujar Trump, seraya menambahkan bahwa kekuatan militer AS berada dalam posisi siaga penuh seperti dikutip dari Antara pada Minggu (4/1).
Trump juga mengeklaim Washington mengerahkan kekuatan laut besar di kawasan tersebut. “Kami berada di luar sana dengan armada seperti yang belum pernah dilihat siapa pun sebelumnya, dan kami siap,” katanya.
Baca juga:
- Disinggung Trump usai AS Serang Venezuela, Apa Itu Doktrin Monroe?
Presiden Venezuela Nicolas Maduro (Instagram/nicolasmaduro)
Militer AS telah menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro dalam sebuah operasi pada Sabtu (3/1) dinihari. Presiden AS Donald Trump mengatakan Negeri Abang Sam akan memimpin Venezuela untuk sementara waktu dan akan memanfaatkan cadangan minyak negeri Amerika Latin tersebut.
Berbicara kepada wartawan beberapa jam setelah penangkapan Maduro, Trump mengungkapkan rencananya untuk menjual sejumlah besar minyak Venezuela ke negara lain.
“Kami akan menjalankan negara ini sampai saatnya dapat melakukan transisi yang aman, tepat, dan bijaksana,” kata Trump dalam konferensi pers di Mar-a-Lago seperti dikutip dari Associated Press, Sabtu (4/1). Maduro dan istrinya, yang ditangkap semalam dari rumah mereka dibawa ke atas kapal perang AS USS Iwo Jima.
Maduro akan menghadapi tuntutan hukum atas dakwaan Departemen Kehakiman AS yang menuduh mereka berpartisipasi dalam terorisme narkoba pada 2020.