BI tak lakukan operasi moneter rupiah dan valas selama periode libur Lebaran

Bank Indonesia (BI) meniadakan sejumlah kegiatan operasional, termasuk transaksi operasi moneter rupiah dan valuta asing (valas), selama periode libur Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah atau Lebaran 2026.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Ramdan Denny Prakoso, mengatakan kebijakan tersebut mengacu pada ketentuan pemerintah mengenai Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama 2026, untuk memastikan ketersediaan infrastruktur layanan perbankan bagi masyarakat.

“Transaksi operasi moneter rupiah dan valas​, operasi moneter rupiah, seluruh kegiatan transaksi operasi moneter rupiah ditiadakan,” ujar Denny dalam keterangannya, Selasa (10/3).

Selain itu, sejumlah layanan sistem pembayaran yang dikelola BI juga tidak beroperasi. Untuk sistem pembayaran bernilai besar, seluruh layanan Bank Indonesia Real Time Gross Settlement (BI-RTGS), Bank Indonesia Scripless Securities Settlement System (BI-SSSS), juga Bank Indonesia Electronic Trading Platform (BI-ETP) tidak beroperasi selama periode tersebut.

Hal yang sama berlaku untuk layanan Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia (SKNBI) yang juga ditiadakan sementara. BI menyebutkan seluruh warkat debit di Zona 4 yang telah diserahkan pada 17 Maret 2026 (H-1) akan diselesaikan proses settlement-nya pada 25 Maret 2026.

Meski demikian, layanan transfer dana ritel melalui BI-Fast tetap beroperasi penuh selama masa libur Lebaran. Selain itu, seluruh kegiatan layanan kas BI juga ditiadakan sementara selama periode 18–24 Maret 2026.

BI juga memastikan tidak ada publikasi sejumlah indikator pasar uang selama masa libur tersebut. Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) dan kurs acuan non-USD/IDR tidak akan diterbitkan.

Di sisi lain, indikator suku bunga pasar uang Indonesia Overnight Index Average (INDONIA), termasuk Compounded INDONIA dan INDONIA Index, juga tidak diterbitkan selama periode tersebut.

BI menyatakan seluruh kegiatan operasional bank sentral akan kembali berjalan normal pada Rabu, 25 Maret 2026. “Seluruh kegiatan operasional Bank Indonesia akan kembali berjalan normal sepenuhnya pada Rabu, 25 Maret 2026,” kata Denny.

Dia menambahkan, pelaksanaan kegiatan operasional di institusi sektor keuangan lainnya menjadi pertimbangan serta kewenangan masing-masing institusi.