
Ussindonesia.co.id JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah pada Kamis (16/4/2026). IHSG melemah terdorong saham-saham seperti BBCA, BUMI, hingga PTRO.
Berdasarkan data RTI Infokom, pada pukul 16.00 WIB IHSG berada pada posisi 7.621,38 atau turun 0,03%. Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG bergerak pada rentang 7.575-7.705.
Tercatat, 356 saham menguat, 318 saham melemah, dan 147 saham bergerak di tempat. Kapitalisasi pasar terpantau berada pada level Rp13.610 triliun.
Saham Grup Bakrie PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) menjadi saham yang paling aktif diperdagangkan dengan nilai Rp802,1 miliar hari ini. Akan tetapi, saham BBCA ditutup melemah 0,38% ke level Rp6.525 per saham.
Saham lainnya yang aktif diperdagangkan adalah saham PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) yang mencapai Rp678,1 triliun. Sama seperti saham BBCA, saham BUMI ditutup melemah 0,79% ke level Rp250 per saham.
: Bocoran Anyar Saham Produsen Nikel ANTM, INCO, MBMA
Saham ketiga yang juga paling aktif diperdagangkan adalah saham PT Petrosea Tbk. (PTRO), yang mencapai Rp666,6 miliar. Saham PTRO ditutup melemah 1,96% ke level Rp6.250 per saham pada perdagangan hari ini.
Saham lain yang juga melemah sore ini adalah BRPT yang melemah 4,62% ke level Rp2.270, saham BMRI turun 0,22% ke level Rp4.640, dan saham BUVA turun 1,14% ke level Rp1.300 per saham.
Tim Riset Pilarmas Investindo Sekuritas menjelaskan IHSG melemah di saat bursa regional Asia menguat seiring harapan akan dimulainya kembali negosiasi dan kesepakatan perdamaian jangka panjang antara Amerika Serikat (AS) dengan Iran dan rilis data ekonomi Tiongkok.
Perhatian pelaku pasar saat ini tertuju pada negosiasi putaran kedua antara AS dengan Iran. Dikabarkan Washington dan Teheran sedang mempertimbangkan untuk memperpanjang gencatan senjata dua minggu mereka untuk memberikan lebih banyak waktu untuk pembicaraan, meskipun Selat Hormuz tetap tertutup secara efektif di bawah blokade ganda.
Dari dalam negeri, pelaku pasar tampaknya masih wait and see mencermati perkembangan dinamika konflik di Timur Tengah. Pasar juga diwarnai aksi profit taking, dengan IHSG yang telah mengalami reli selama lima hari.
Sentimen lainnya adalah pertumbuhan ekonomi Indonesia yang berpotensi tumbuh melambat, hal ini merujuk pada rilis dari International Monetary Fund (IMF) yang memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2026 sebesar 5%, turun dari proyeksi sebelumnya 5,1%, dan naik tipis menjadi 5,1% pada 2027.
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.