
Ussindonesia.co.id JAKARTA. Kinerja saham PT Bank Central Asia (BBCA) terlihat lesu jelang paparan kinerja hari ini, Selasa (27/1).
Jika dilihat, pada perdagangan sesi I saham BBCA ditutup turun 1,63% ke level Rp 7.525 dari perdagangan di hari sebelumnya. Pada pembukaan perdagangan sahamnya juga dibuka memerah di level Rp 7.575 per saham. Selama sepekan terakhir sahamnya juga terjun 5,94%.
Berdasarkan konsensus yang dihimpun Bloomberg, laba bersih BCA pada 2025 diproyeksikan mencapai sekitar Rp 57,7 triliun. Angka proyeksi ini meningkat jika dibandingkan dengan proyeksi di 2024 yang diperkirakan berada di kisaran Rp 54,8 triliun, atau diperkirakan tumbuh sekitar 5,14% secara tahunan (year on year/yoy).
Bos BTN Minta Tenor Dana SAL Diperpanjang hingga Dua Tahun
Lalu laba per saham atau adjusted basic EPS BCA diperkirakan meningkat 5,31% dari sekitar Rp 445 pada 2024 menjadi Rp 468,6 pada 2025.
Konsensus juga memproyeksikan pendapatan tumbuh 7,69% mencapai Rp 107,4 triliun dari periode yang sama tahun sebelumnya.
Dari sisi likuiditas, rasio dana murah atau current account and savings account (CASA) BCA diproyeksikan meningkat menjadi 82,36% pada 2025 dari 81,07% pada 2024.
Sementara kualitas aset diperkirakan tetap terkendali, dengan rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) diproyeksikan berada di kisaran 1,92% pada 2025, kendati sedikit lebih tinggi dibandingkan 1,80% pada 2024.