Dana kelolaan reksadana Rp 685,76 triliun per Mei, turun 1,52% dari April 2026

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Kinerja industri pengelolaan investasi masih menunjukkan ketahanan di tengah volatilitas pasar keuangan sepanjang tahun ini. 

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat nilai aktiva bersih (NAB) reksa dana mencapai Rp 685,76 triliun per akhir Mei 2026.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Derivatif Keuangan dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi mengatakan secara kumulatif sejak awal tahun, industri reksa dana masih membukukan pertumbuhan positif.

Asing Lepas SBN Rp 15,43 Triliun, Rata-rata Yield Obligasi Pemerintah Naik 5,61 Bps

“Kinerja industri pengelolaan investasi tercatat tetap terjaga di bulan laporan di mana nilai aktiva bersih atau NAB reksa dana tercatat sebesar Rp 685,76 triliun. Secara year-to-date (YtD), ini tercatat masih tumbuh positif sebesar 1,55%,” ujar Hasan dalam Konferensi Pers Hasil Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) Mei 2026, Jumat (5/6).

Namun, NAB bulan Mei turun sebesar 1,52% dibandingkan posisi April 2026 yang sebesar Rp 696,34 triliun.

Dari sisi pergerakan dana, industri reksa dana masih mencatatkan net subscription sebesar Rp 21,61 triliun pada Mei 2026, lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya sebesar Rp 23,38 triliun. Penurunan ini menunjukkan adanya perlambatan aliran dana masuk seiring dengan dinamika pasar keuangan global.

Secara kumulatif sejak awal tahun, posisi net subscription masih positif dan mencerminkan minat investor yang tetap terjaga terhadap instrumen reksadana di tengah kondisi pasar yang berfluktuasi.

Di sisi lain, aset kelolaan (Asset Under Management/AUM) reksadana tercatat sebesar Rp 669,13 triliun pada Mei 2026 sehingga tetap menjadi kontributor terbesar dalam industri pengelolaan investasi di Indonesia.

Rupiah Jisdor Ada di Level Rp 18.039 per Dolar AS pada Jumat (5/6) `