Saham ANTM, PGAS, hingga BBRI topang kinerja indeks BUMN 20

Ussindonesia.co.id – , JAKARTA — Indeks IDX BUMN 20 mencatatkan kinerja moncer dengan menguat 5,23% sepanjang tahun berjalan (year to date/YtD) ke level 400,99 hingga penutupan perdagangan akhir pekan, Jumat (13/2/2026).

Capaian indeks yang berisi 20 saham perusahaan negara ini tampil kontras dibandingkan dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Merujuk data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG justru terkoreksi 5,03% YtD menuju 8.212,27.

Koreksi juga membayangi indeks LQ45 yang tercatat minus 2% dan IDX30 melemah 1,23% YtD. Hal ini menunjukkan saham-saham BUMN menjadi salah satu penggerak pasar yang paling resisten di tengah volatilitas bursa awal tahun.

Melansir data Bloomberg Terminal, saham PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) menjadi motor penggerak IDX BUMN 20. Saham emiten anggota holding MIND ID tersebut menutup perdagangan pekan lalu dengan parkir di harga Rp4.050 per saham dan memberikan bobot positif sebesar 51% terhadap indeks. 

Menyusul di posisi kedua, terdapat saham PT Perusahaan Gas Negara Tbk. (PGAS) berada di level harga Rp2.130 per saham. Emiten gas ini menyumbangkan 3,09 poin bagi indeks dengan bobot sebesar 15,53%.

Lini perbankan pelat merah juga terpantau menjadi penopang indeks. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) memberikan bobot positif 8,76%, disusul PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. (BBTN) sebesar 7,19%.

Selanjutnya, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) masing-masing memberikan kontribusi positif sebesar 6,67% dan 5,17% terhadap pergerakan IDX BUMN 20.

Analis BRI Danareksa Sekuritas Abida Massi Armand menilai bahwa indeks beranggotakan 20 saham BUMN unggulan itu membuktikan bahwa ketahanan IDX BUMN karena ditopang emiten dengan skala usaha besar dan likuiditas yang tinggi. 

Karakteristik tersebut membuat saham-saham pelat merah lebih tahan banting dibandingkan dengan saham grup konglomerasi saat pasar dilanda kepanikan.

“Pada saat tekanan pasar meningkat hingga sempat terjadi trading halt, saham-saham BUMN 20 cenderung terkoreksi lebih dangkal dibandingkan saham konglomerasi,” ucapnya kepada Bisnis, beberapa waktu lalu. 

Selain kekuatan internal emiten, optimisme pasar juga diperkuat oleh komitmen Danantara Indonesia untuk melakukan pembelian saham-saham berfundamental baik. Kehadiran badan pengelola investasi negara tersebut dinilai memberikan jaminan adanya penopang institusional di tengah tingginya volatilitas pasar.

: Gerak Gesit Saham Prajogo Pangestu dan Happy Hapsoro di Lantai Bursa Efek

Abida menyatakan bahwa pernyataan Danantara juga disambut positif karena memperkuat keyakinan terhadap stabilitas dan prospek jangka menengah IHSG. 

Dihubungi terpisah, Senior Analyst Kiwoom Sekuritas Sukarno Alatas menambahkan bahwa IDX BUMN 20 cenderung lebih defensif dibandingkan indeks sektoral lainnya karena didominasi oleh sektor perbankan, telekomunikasi, energi, dan infrastruktur yang kinerjanya relatif stabil.

Dia turut mengamini bahwa intervensi institusional melalui Danantara Indonesia merupakan katalis positif bagi psikologis pelaku pasar saat ini.

“Masuknya Danantara memberi sinyal positif dan meningkatkan kepercayaan pasar. Hal ini membantu menahan tekanan jual, terutama pada saham-saham besar dan berfundamental kuat,” tutur Sukarno.

Setali tiga uang, Equity Analyst Indo Premier Sekuritas (IPOT), David Kurniawan menilai prospek IDX BUMN 20 relatif memiliki daya tahan lebih baik karena ditopang oleh emiten yang berperan strategis dalam perekonomian nasional.

Secara relatif, indeks yang beranggotakan 20 saham BUMN pilihan ini dianggap lebih defensif jika dibandingkan dengan indeks sektoral lainnya. Hal tersebut berlandaskan fakta bahwa banyak saham pelat merah memiliki arus kas stabil, pangsa pasar besar, serta dukungan kebijakan pemerintah yang kuat.

Sementara itu, dalam dinamika rotasi menuju saham berfundamental kuat, David memproyeksikan bahwa sejumlah saham BUMN bakal diuntungkan.

“Emiten perbankan besar seperti BBRI, BMRI, BBNI, serta sektor energi dan telekomunikasi seperti TLKM dan PGAS, berpotensi paling diuntungkan karena memiliki fundamental kuat, likuiditas tinggi, dan peran strategis,” kata David.

 

Berikut daftar saham top leaders IDX BUMN 20 per 13 Februari 2026:

 

No

Emiten

Harga (Rp) 

Poin

Bobot

1

ANTM

4.050

10,16

51%

2

PGAS

2.130

3,09

15,53%

3

BBRI

3.780

1,74

8,76%

4

SMGR

3.010

1,63

8,21%

5

BBTN

1.365

1,43

7,19%

6

BBNI

4.480

1,33

6,67%

7

PTBA

2.550

1,22

6,13%

8

BMRI

5.075

1,03

5,17%

9

ELSA

740

1,01

5,09%

10

JSMR

3.750

0,83

4,19%

—-

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.