
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi menguat pada kisaran level 6.900-7.150 pada pembukaan perdagangan Rabu (1/4). Sebelumnya, pada Selasa (31/3), IHSG ditutup anjlok 43,45 poin atau 0,61 persen ke level 7.048,22.
“Secara teknikal, IHSG diperkirakan masih akan bergerak sideways pada kisaran level 6.900-7.150,” kata analis Phintraco Sekuritas, dalam keterangannya, Rabu (1/4).
Menurut analis Phintraco, proyeksi penguatan dipicu pernyataan Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi yang menyatakan Pertamina takkan menaikkan BBM subsidi dan nonsubsidi, setelah sebelumnya beredar perkiraan kenaikan harga BBM nonsubsidi pada 1 April 2026.
“Jika harga BBM tidak naik, maka tekanan inflasi dari sektor transportasi dan distribusi logistik dapat diredam sehingga menjaga daya beli masyarakat tetap stabil,” tulisnya.

Menurut analis Phintraco, dengan tidak dinaikkannya harga BBM di saat harga minyak mentah global mengalami kenaikan, berpotensi membuat anggaran subsidi bertambah dan risiko defisit APBN melebar.
“Untuk itu ada kemungkinan Pemerintah harus melakukan relokasi anggaran dari pos belanja lain,” sebutnya.
Investor juga menantikan sejumlah data ekonomi domestik yang akan dirilis hari ini (1/4), yaitu indeks Manufacturing PMI bulan Maret diperkirakan melambat menjadi 51.2 dari 53.8, yang kemungkinan karena adanya hari libur hari raya. Neraca perdagangan bulan Februari diperkirakan membukukan surplus sebesar USD 1.2 miliar, meningkat dari USD 0.9 miliar pada Januari 2026.
Saham-saham yang dapat direkomendasikan Phintraco Sekuritas pada Rabu (1/4) meliputi GJTL, EXCL, BKSL, AMRT, dan INCO.
Sedangkan menurut MNC Sekuritas, IHSG pada Rabu (1/4) diproyeksi variatif. Bisa melemah ke level 6.745-6.849 dan menguat pada level 7.450-7.675.
“IHSG masih rawan terkoreksi ke area 6.745-6.849. Best case IHSG sudah menyelesaikan wave A pada label biru, sehingga akan melanjutkan penguatan ke 7.450-7.675,” tulis MNC Sekuritas, Rabu (1/4).
Saham-saham yang dapat direkomendasikan MNC Sekuritas pada Rabu (1/4) meliputi BBCA, HRUM, JPFA, dan TINS.
Disclaimer: Keputusan investasi sepenuhnya didasarkan pada pertimbangan dan keputusan pembaca. Berita ini bukan merupakan ajakan untuk membeli, menahan, atau menjual suatu produk investasi tertentu.