BI: Kegiatan dunia usaha kuartal I 2026 positif, kapasitas produksi 73,33%

Bank Indonesia melaporkan hasil Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) yang mengindikasikan kinerja kegiatan dunia usaha pada kuartal I 2026 terjaga.

Direktur Departemen Komunikasi BI Anton Pitono mengatakan, kondisi ini tercermin dari nilai Saldo Bersih Tertimbang (SBT) sebesar 10,11 persen dengan kinerja mayoritas Lapangan Usaha (LU) tercatat positif.

Kinerja LU bersumber dari LU Jasa Keuangan, LU Pertanian, Kehutanan dan Perikanan, LU Industri Pengolahan, serta LU Perdagangan Besar dan Eceran, dan Reparasi Mobil dan Motor.

“Perkembangan ini sejalan dengan peningkatan permintaan masyarakat pada berbagai Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) di triwulan I 2026 seperti Tahun Baru Imlek, Hari Suci Nyepi, periode Ramadan dan Idul Fitri 1447 H, serta dimulainya musim panen pada komoditas pertanian,” kata Anton dalam keterangannya, Jumat (17/4).

Lebih lanjut, Anton menyebut pada kuartal I 2026 kapasitas produksi terpakai tercatat sebesar 73,33 persen, meningkat dibandingkan dengan kuartal IV 2025 sebesar 73,15 persen.

Pendorong kenaikan kapasitas produksi adalah kinerja LU Pertanian, Kehutanan dan Perikanan serta LU Industri Pengolahan.

Selain itu, keuangan dunia usaha juga dalam kondisi baik pada aspek Likuiditas maupun Rentabilitas, dengan akses kredit yang lebih mudah.

“Responden memperkirakan kegiatan usaha pada triwulan II 2026 meningkat dengan SBT sebesar 14,80 persen,” imbuh Anton.

Sumber peningkatan kegiatan usaha diperkirakan adalah LU Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan, kondisi ini sejalan dengan berlanjutnya musim panen komoditas pangan.

Kemudian sumber lainnya adalah LU Pertambangan dan Penggalian yang didukung penurunan curah hujan sehingga mendorong aktivitas pertambangan, juga LU Konstruksi seiring dengan dimulainya pengerjaan sejumlah proyek.