Komisi VI DPR bakal panggil Danantara buntut kabar caplok saham GOTO

Jakarta, IDN Times – Komisi VI DPR RI akan memanggil Badan Pengelola Investasi Daya Agata Nusantara (BPI Danantara) Indonesia terkait kabar entitas tersebut mencaplok saham perusahaan ride-hailing PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO).

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Adisatrya Suryo Sulisto dari fraksi PDIP mengatakan, hal itu akan dilakukan di masa sidang yang akan dimulai pekan depan, setelah masa reses. Tak hanya Danantara, Komisi VI DPR RI juga akan memanggil PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) terkait investasi di GOTO melalui anak usahanya, Telkomsel yang telah dilakukan sejak 2020 lalu.

“Jadi kita akan segera panggil Danantara, juga Telkom, bagaimana ini ke depannya terkait akuisisi (saham) GOTO,” kata pria yang akrab disapa Adi tersebut usai menghadiri IDN Times Leadership Forum 2026 di IDN HQ, Jakarta Selatan, Rabu (6/5/2026).

1. Danantara bakal dimintai keterangan terkait alasan investasi di GOTO

Adi mengatakan, Danantara akan dimintai klarifikasi terkait kabar caplok saham GOTO itu, dan apa alasan di baliknya.

“Nah saya enggak tahu apa rasionalnya dari Danantara, kalau memang betul ya Danantara itu investasi, ini pun juga kami harus klarifikasi,” tutur Adi.

Dia mengatakan, Komisi VI DPR RI memperhatikan rekam jejak Telkom melalui anak usahanya, Telkomsel yang berinvestasi di Gojek melalui PT GoTo Gojek Tokopedia (GOTO).

Telkomsel mengantongi 23,7 miliar saham GOTO. Adapun jumlah tersebut setara 2 persen dari saham yang beredar. Investasi itu disoroti Adi karena dinilai menyebabkan kerugian pada perusahaan pelat merah tersebut.

Berdasarkan laporan keuangan Telkom pada kuartal III-2025, perusahaan memiliki kerugian yang belum terealisasi (unrealized loss) dan perubahan nilai wajar investasi sebesar Rp360 miliar.

“Danantara kami minta juga harus cermat sebelum melakukan investasi, terutama juga melihat past-performance atau record dari saham GOTO sendiri yang perkembangannya beberapa tahun ini kan kurang bagus. Sehingga nilai valuasi dari investasi Telkom di GOTO ini kan juga akhirnya malah secara value kan tidak meningkat,” tutur Adi.

2. Danantara pastikan berinvestasi dengan pertimbangan strategis

Adapun kabar Danantara mencaplok saham GOTO diungkapkan oleh Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad saat merespons keluhan Aliansi Gerakan Buruh Bersama Rakyat dalam rangka peringatan Hari Buruh Internasional (May Day 2026), Jumat (1/5). Para serikat buruh menuntut keadilan bagi para mitra pengemudi.

Kepala BPI Danantara, Rosan Roeslani membeberkan alasan Danantara beli saham GOTO. Salah satunya, ingin ikut menyejahterakan pengemudi transportasi online.

“Danantara kita sudah masuk dan juga kita sudah bicara, yang penting kan buat kita ini adalah kesejahteraan ojol,” kata dia, Selasa (5/5).

“Bagaimana kita bisa meningkatkan kesejahteraan ojol termasuk adanya BPJS Ketenagakerjaan, BPJS Kesehatan. Itu kan tadinya sebelumnya nggak ada. Kemudian pada saat BHR kemarin” sambungnya.

Sementara itu, dalam pernyataan tertulis Tim Komunikasi Danantara Indonesia, badan itu memastikan tetap disiplin dalam menilai peluang berdasarkan kesesuaian strategis, fundamental, profil risk-return, dan penciptaan nilai jangka panjang, sesuai dengan tahapan investasi yang telah ditetapkan.

“Danantara Indonesia secara berkelanjutan mengevaluasi beragam peluang untuk melaksanakan mandat kami untuk memberikan dampak sosial-ekonomi yang bermakna bagi Indonesia,” bunyi pernyataan Tim Komunikasi Danantara.

3. Pemerintah menegakkan kebijakan untuk pengemudi ojol

Kilas balik ke pernyataan Dasco, awalnya dia membahas soal hak-hak mitra pengemudi ojol dan taksi online yang telah diperbaiki pemerintah melalui Peraturan Presiden (Perpres) nomor 27 tahun 2026 tentang Perlindungan Pekerja Transportasi Online. Pada Perpres tersebut, tertuang aturan pengemudi transportasi online harus mendapat BPJS Kesehatan hingga potongan aplikator 8 persen saja.

“Sistem kebijakan dan lain-lain akan disesuaikan secara perlahan, tapi pasti. Karena ini menyangkut sistem dan lain-lain. Paling pertama adalah kemudian menurunkan biaya yang diambil oleh aplikator, tadinya 20 atau 10, ini sehingga aplikator hanya akan mengambil 8 persen dari yang dikumpulkan,” ujar Dasco di Gedung DPR RI, Jakarta, Jumat (1/5).

Menurutnya, pemerintah tengah membahas upaya penegakan keadilan mitra pengemudi, melihat saat ini posisi pemerintah melalui Danantara telah mengambil saham aplikator.

“Nanti itu juga tetap yang organisasi-organisasi kawan-kawan ojol ini tetap akan diajak ngomong, akan diajak berembuk. Karena pemerintah melalui Danantara sudah masuk ke dalam aplikator, untuk mengambil bagian saham,” tutur Dasco.

Sesudah pertemuan itu, Dasco memberikan keterangan bahwa saham yang dibeli Danantara adalah saham Gojek. “Sementara masih Gojek,” kata Dasco.

Dia mengatakan, Danantara melakukan pembelian saham Gojek secara langsung, bukan melalui Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

“(Langsung) Danantara,“ ujar Dasco.

Meski begitu, Dasco mengaku tak mengetahui secara rinci sejak kapan Danantara masuk sebagai pemegang saham Gojek.

“Saya enggak tahu efektifnya sejak kapan, tapi kan sudah masuk akhirnya,” ucap Dasco.

GoTo: Danantara Beli Saham Perseroan Kurang dari 1 Persen Rosan Beberkan Alasan Danantara Beli Saham GOTO Danantara Konfirmasi Akuisisi Saham GOTO, Porsi Bakal Ditingkatkan