MAPI diakuisisi investor Singapura siap tender offer di Rp 1.550, ini rekomendasinya

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Perusahaan asal Singapura Pacific Universal Investments Pte. Ltd. resmi mencaplok 51% saham PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI).

Pacific Universal telah menyelesaikan pengambilalihan 8.466.000.000 saham MAPI dari PT Satya Gema Gemilang. Harga transaksi itu mencapai Rp 1.395 per saham atau setara Rp 11,81 triliun.

“Dengan selesainya transaksi tersebut, Pacific Universal resmi menjadi pengendali baru MAPI,” kata Corporate Secretary MAPI Eva Andrianie, Senin (11/5/2026).

MSCI Rebalancing 12 Mei, Danantara Yakin Tak Ada Kejutan: Doakan yang Terbaik

Sementara itu, Direktur Pacific Universal Sean Gustav Standish Hughes mengatakan tujuan pengambilalihan ini ialah untuk mengembangkan usaha grup MAPI di Indonesia serta kawasan Asia Tenggara.

Nah, dengan adanya pengendali baru, MAPI bersama CVC Capital Partners plc akan menunjuk Samudra (Investment) Pte. Ltd. (SIPL) dan Ocean Continuum Pte. Ltd. (OCPL) untuk melaksanakan penawaran tender wajib atau Mandatory Tender Offer (MTO) sesuai ketentuan Pasal 8 POJK No. 9/2018.

SIPL dan OCPL masing-masing dimiliki secara tidak langsung sebesar 51% oleh MAPI dan 49% oleh dana yang dikelola atau mendapat nasihat dari CVC Capital Partners plc beserta afiliasi dan entitas anak usahanya.

“Kami juga menyampaikan harga pelaksanaan MTO untuk pembelian saham dari publik ditetapkan sebesar Rp 1.550 per saham, dengan tetap mengacu pada ketentuan peraturan yang berlaku,” ujar Sean.

Mengacu pada data perdagangan di Bursa Efek Indonesia, rata-rata harga tertinggi harian saham MAPI selama 90 hari terakhir hingga 7 Mei 2026 berada di level Rp 1.274 per saham. Dengan demikian, harga MTO Rp 1.550 per saham mencerminkan sekitar 22% dibandingkan rerata harga tersebut.

Prospek MAPI usai Ganti Pengendali

Equity Research Analyst Kiwoom Sekuritas Indonesia, Abdul Azis Setyo Wibowo mengatakan perubahan pengendali berpotensi memberikan sentimen positif bagi MAPI, terutama apabila pengendali baru mampu memperkuat strategi ekspansi, efisiensi operasional, dan akses pendanaan perusahaan. 

Investor Beralih ke Reksadana Dolar, Ini Pendorong Utamanya

Selain itu, masuknya investor strategis asing juga dapat meningkatkan kepercayaan pasar terhadap prospek bisnis MAPI ke depan.

Dalam jangka menengah hingga panjang, aksi korporasi ini berpotensi mendukung perbaikan fundamental dan valuasi saham MAPI, terutama jika diikuti dengan transformasi bisnis dan penguatan jaringan distribusi maupun portofolio merek. 

Secara fundamental, Azis melihat kinerja MAPI masih cukup solid didukung pertumbuhan konsumsi domestik, segmen gaya hidup premium, serta diversifikasi bisnis retail yang relatif kuat. “Namun, tekanan daya beli dan persaingan industri retail tetap menjadi faktor yang perlu dicermati,” kata Azis kepada Kontan, Senin (11/5/2026).

Investor perlu mencermati arah strategi pengendali baru ke depan, termasuk potensi perubahan struktur bisnis, ekspansi, efisiensi, maupun sinergi yang dapat meningkatkan profitabilitas perusahaan.

Selain itu, investor juga perlu memperhatikan keberlanjutan pertumbuhan penjualan dan margin di tengah kondisi konsumsi masyarakat yang masih fluktuatif.

Azis merekomendasikan buy untuk saham MAPI dengan target harga di level Rp 1.900 per saham.

Mengacu perdagangan Senin (11/5/2026), pergerakan harga saham MAPI berada di level Rp 1.505 per saham atau menguat 3,44% secara harian. Sejak awal tahun berjalan, performa saham ini telah mengalami penguatan 29,18%.

Konflik Timur Tengah Dorong Harga Minyak Bumi Tetap Tinggi pada 2026