Bursa saham UEA tutup selama 2 hari di tengah perang AS-Israel vs Iran

Ussindonesia.co.id , JAKARTA – Otoritas Uni Emirat Arab (UEA) menyatakan dua pasar keuangan utama akan ditutup selama dua hari pada minggu ini demi menghindari risiko krisis usai dihantam Iran sebagai aksi balasan serangan udara AS-Israel.

Dilansir Bloomberg pada Senin (2/3/2026), Otoritas Pasar Modal UEA melalui pernyataan dalam email menyampaikan Abu Dhabi Securities Exchange dan Dubai Financial Market akan ditutup pada hari ini dan besok (3/3/2026). 

“Pihak otoritas akan terus memantau perkembangan di kawasan regional dan menilai situasi secara berkelanjutan, serta mengambil langkah-langkah lebih lanjut jika diperlukan,” tulis otoritas UEA. 

: China Kecam Serangan AS-Israel ke Iran, Langgar Kedaulatan Negara

Dubai dan Abu Dhabi telah menghadapi ratusan serangan rudal dan drone dari Iran, yang merupakan respons terhadap serangan dari AS dan Israel, sejak Sabtu pagi. Sebagian besar telah dicegat dan hanya ada sedikit laporan korban jiwa dan kerusakan di berbagai wilayah di kedua kota tersebut. 

Namun, serangan tersebut menyebabkan kepanikan di kalangan penduduk dan menimbulkan ancaman besar bagi perekonomian UEA dan statusnya sebagai pusat keuangan, logistik, dan pariwisata yang stabil.

: : Nasib Harga Minyak Mentah dan BBM di Tengah Seruan Iran Tutup Selat Hormuz

Analis Bloomberg Intelligence, Edmond Christou dan Salome Skhirtladze, mengatakan serangan AS-Israel terhadap Iran mengancam permintaan penjualan properti UEA, berisiko pada serapan 350.000 unit pasokan baru, serta 120 juta pengunjung ke Dubai Mall dan pariwisata ke sektor ritel dan perhotelan. “Pengembang UEA, seperti Emaar, rentan, begitu pula bank-bank UEA dengan paparan siklus yang lebih besar,” tulis keduanya.

Kapitalisasi pasar bursa saham UEA mencapai US$1,1 triliun, menjadikannya yang terbesar ke-19 di dunia. Saham ini memiliki bobot 1,4% pada indeks acuan pasar negara berkembang MSCI Inc.

: : Dua Kapal Tanker Diserang, Perang AS-Israel vs Iran Berisiko Ganggu Lalu Lintas Selat Hormuz

Penutupan pasar saham di negara ini tidak biasa. Di luar hari libur yang dijadwalkan secara rutin, bursa saham UEA biasanya hanya ditutup selama masa berkabung nasional, seperti yang terjadi setelah kematian Presiden Sheikh Khalifa bin Zayed Al Nahyan pada Mei 2022.

Namun, bukan hal yang aneh bagi negara-negara untuk menutup pasar saham mereka selama masa ketidakpastian dan kekacauan. Sebelumnya, Turki menangguhkan perdagangan selama seminggu setelah gempa bumi pada 2023 dan pasar melonjak setelah dibuka kembali. 

Rusia menghentikan pasarnya selama sekitar satu bulan pada 2022 setelah invasi ke Ukraina. Di Yunani, Bursa Saham Athena ditutup pada 2015 selama lima minggu selama krisis utang negara dan anjlok ketika perdagangan dilanjutkan.

Di tempat lain di Kawasan Teluk, Otoritas Pasar Modal Kuwait mengatakan bursa saham negara itu akan melanjutkan perdagangan pada 2 Maret 2026 setelah menghentikan operasinya pada hari Minggu.