Purbaya ke Gen Z yang mau main saham: pelajari dulu, bukan langsung jago

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa berbagi tips untuk Generasi Z (Gen Z) yang akan mulai berinvestasi. Menurutnya, ada beberapa hal yang harus disiapkan.

Purbaya berpesan agar Gen Z yang akan berinvestasi, utamanya di pasar saham untuk mempelajari terlebih dahulu pengetahuan dasar soal pasar saham.

“Jadi intinya bagi investor muda untuk berhasil berinvestasi, bukan otomatis kalau Anda masuk ke pasar saham langsung jadi jago. Anda pelajari dulu pengetahuannya, baru nanti Anda bisa untung lebih tinggi dari profesional-profesional yang di pasar modal atau yang di asosiasi ini,” kata Purbaya Acara Peresmian PINTAR Reksa Dana di Bursa Efek Indonesia, Jakarta Selatan, Senin (27/4).

Ia menjelaskan bahwa berinvestasi memang lah berbeda dengan menabung di bank. Hal ini karena dalam investasi terdapat risiko baik kecil maupun besar.

“Jadi berinvestasi selalu ada risikonya. High risk, high gain. No risk, no gain. Low risk, low gain. Selalu ada itu. Kalau Anda nabung di bank, itu bukan dihitung investasi. Karena aman, risikonya tinggal di banknya aja,” ujarnya.

Maka dari itu untuk para Generasi Z yang belum memiliki cukup ilmu terkait pasar modal, Purbaya juga menjelaskan ada ahli yang bisa mengelola investasi di pasar modal dengan risiko yang lebih terukur. Ini lah yang diluncurkan OJK lewat Program Investasi Terencana dan Berkala (PINTAR) Reksa Dana.

Dengan program tersebut, Generasi Z bisa berinvestasi dengan mudah tanpa memikirkan waktu terbaik untuk masuk ke pasar saham.

“Program PINTAR adalah jawaban atas risiko yang ada pada reksadana tradisional. Melalui mekanisme rupiah cost averaging yang terautomasi, yaitu menyisihkan uang dengan jumlah tetap secara rutin dalam periode tertentu. Dengan prinsip compounding, pintar memitigasi risiko market timing. Anda tidak perlu lagi pusing kapan waktu terbaik untuk masuk ke pasar,” ujar Purbaya.

Purbaya juga menjelaskan dengan program tersebut, Generasi Z bisa lebih disiplin dalam berinvestasi. Hal ini karena investasi bisa didesain agar terus dilakukan secara rutin. Dengan begitu, hasil berinvestasi yang diperoleh dapat optimal.