Ekspansi migas di Laut Utara Inggris tidak signifikan pangkas impor gas

Partai Reform Inggris pimpinan Nigel Farage dan Partai Konservatif mendorong pemerintah Inggris untuk membuka izin eksploitasi minyak dan gas di dua ladang di Laut Utara yakni Jackdaw dan Rosebank. 

 

Mengutip The Guardian, apabila dua ladang itu benar-benar dibuka, akan menjadi gelombang kejutan yang membahayakan target iklim nasional dan melemahkan kepemimpinan Inggris di bidang iklim. Efek lainnya, mendorong negara-negara berkembang untuk mengeksploitasi cadangan bahan bakar fosilnya sendiri. 

“Pengeboran baru dan perlambatan aksi iklim akan berdampak buruk bagi pertumbuhan dan keamanan energi di Inggris, serta menjadi sinyal yang merusak bagi dunia,” kata Nicolas Stern, Profesor di London School of Economics, dikutip dari The Guardian, Jumat (10/4). 

Menurutnya, Inggris mengemban peran penting sebagai ‘teladan’ aksi iklim global. Pasalnya, negara ini merupakan pelopor dalam aksi iklim, di antaranya menjadi negara pertama yang berkomitmen mencapai emisi nol bersih pada 2050.

“Melalui undang-undang perubahan iklimnya yang patut dicontoh, dan melalui kerja samanya di lembaga dan interaksi internasional. Teladannya penting,” ujar Stern. 

Seorang negosiator senior dari Afrika pun menolak keras bila Inggris akhirnya mengambil langkah membuka ladang minyak dan gas baru. Menurut narasumber The Guardian yang tak ingin disebut namanya itu, langkah tersebut justru melemahkan isi dan semangat Perjanjian Paris. Kepercayaan negara yang rentan terhadap perubahan iklim pun bisa ikut melemah. 

Sementara itu, Mantan Sekretaris Eksekutif Konvensi Kerangka Kerja PBB tentang Perubahan Iklim sekaligus pendiri lembaga Global Optimism Christiana Figueres mewajarkan alasan ekonomi dan kemandirian energi dibalik langkah itu. 

Namun, menurut dia, solusi ini justru berlawanan arah dengan perkembangan sistem energi global. 

“Kemandirian energi sejati saat ini terletak pada peningkatan skala energi bersih domestik, bukan pada perpanjangan umur industri yang sedang menurun,” ujarnya. 

Hanya Berdampak Sedikit pada Penurunan Impor Gas Inggris

Bila dilakukan untuk alasan ketahanan energi, pembukaan lahan minyak dan gas baru di Inggris justru diperkirakan hanya menggantikan 1-2% dari impor Inggris saat ini.  Masih melansir The Guardian, Jackdaw sebagai salah satu ladang gas terbesar yang belum dieksploitasi ini hanya akan menggantikan 2% dari impor gas Inggris saat ini. Inggris masih harus bergantung pada pasokan gas dari Norwegia dan negara lainnya. 

Sementara ladang Rosebank yang juga berada di perairan Skotlandia, hanya akan menggantikan kurang lebih 1% impor gas Inggris. 

“Bahkan dalam skenario yang paling optimistis, dan dengan asumsi tidak ada gas yang diekspor, Jackdaw hanya akan menyediakan 2% dari permintaan Inggris selama masa operasi 9-12 tahun,” kata Tessa Khan, Direktur Eksekutif Uplift, kelompok kampanye yang mengumpulkan data dari sumber publik.

Di samping itu, menurut perhitungan UK Energy Research Centre, pengeboran baru tidak akan menurunkan harga minyak dan gas, atau meningkatkan keamanan energi Inggris. 

Langkah ini pun tampaknya tidak akan menghasilkan lapangan kerja yang berkelanjutan atau pendapatan pajak baru yang signifikan. Sebab, 90% cadangan minyak dan gas Inggris di Laut Utara telah dieksploitasi, sehingga menyebabkan industri ini mengalami penurunan tajam. 

Perusahaan-perusahaan juga menuntut keringanan pajak untuk mengeksploitasi ladang-ladang baru, yang lebih sulit diakses dibandingkan dengan cadangan yang sudah ada.