
Ussindonesia.co.id , JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah ke 6.969,39 pada Jumat (8/5/2026). Penurunan indeks diseret oleh koreksi sejumlah big caps, antara lain DSSA, BREN, hingga AMMN.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG ditutup melemah sebesar 2,86% atau 204,92 poin menuju 6.969,39. Indeks komposit hari ini dibuka pada level 7.182,96 dan sempat menyentuh posisi tertingginya di 7.186,83.
Tercatat, sebanyak 133 saham menguat, 575 saham turun, dan 108 saham stagnan. Sementara itu, kapitalisasi pasar mencapai Rp12.431 triliun.
: IHSG Dibuka Terkoreksi ke 7.161, Saham BREN hingga DSSA Terjungkal
Dari jajaran big caps, kenaikan hanya dicatatkan saham PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) sebesar 1,02% ke Rp2.960 dan saham PT DCI Indonesia Tbk. (DCII) masih bertumbuh tipis 0,75% menjadi Rp209.000 per saham.
Adapun penurunan ditorehkan saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) sebesar 14,94% menjadi Rp1.310 per saham. Koreksi ini bahkan menempatkan perseroan ke dalam daftar saham top losers pada perdagangan hari ini.
: : Samuel Sekuritas Pangkas Target IHSG ke 7.500, Intip Saham Jagoannya
Penurunan itu kemudian diikuti saham PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) yang turun 11,83% ke level Rp4.100 per saham, lalu diikuti PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) yang melemah 9,27% menjadi Rp4.210.
Sementara itu, saham top gainers hari ini dihuni oleh PT Megapower Makmur Tbk. (MPOW) yang melonjak 34,55% ke Rp148, sementara PT Hetzer Medical Indonesia Tbk. (MEDS) tumbuh sebesar 34,18% menjadi Rp117 per saham.
: : IHSG Ditutup Menguat 1,15% ke 7.174, Saham PANI, BBRI hingga BBCA Tancap Gas
Head of Research Phintraco Sekuritas Valdy Kurniawan mengatakan bahwa IHSG sempat melemah 0,08% ke 7.168,47 pada perdagangan sesi pertama.
Secara teknikal, Stochastic RSI rebound dari area oversold dan mulai mengarah naik dan area dan MACD menunjukan penyempitan pada histogram negatif.
“Dengan kondisi tersebut, diperkirakan IHSG bergerak dalam rentang 7.100-7.200 pada sesi kedua perdagangan hari ini,” ujarnya dalam publikasi riset.
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab atas kerugian atau keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.