Bursa Kanada cetak rekor baru, harapan damai Timur Tengah angkat saham tambang

Ussindonesia.co.id   Bursa saham Kanada ditutup menguat tajam pada perdagangan Senin (25/5/2026) waktu setempat.

Indeks utama Toronto Stock Exchange (TSX) bahkan mencetak rekor penutupan tertinggi baru di tengah optimisme pasar terhadap peluang meredanya konflik di Timur Tengah.

Mengutip Reuters, indeks S&P/TSX Composite naik 359,53 poin atau 1% ke level 34.830,89. Capaian itu melampaui rekor penutupan sebelumnya yang tercatat pada 2 Maret lalu.

Penguatan pasar dipicu kabar mengenai upaya diplomatik untuk mengakhiri perang yang telah berlangsung selama tiga bulan di Timur Tengah. Negosiator utama Iran dan Menteri Luar Negeri Iran disebut berada di Doha, Qatar, untuk membahas kemungkinan kesepakatan dengan Amerika Serikat.

Nikkei Melonjak Hampir 4%, Cetak Rekor Baru Usai Tekanan Logam Mulia Mereda

Harapan tercapainya perdamaian langsung mendorong sentimen positif di pasar keuangan global. Investor memburu saham sektor teknologi dan pertambangan logam, sementara harga minyak justru tertekan tajam.

“Bahkan peluang kecil perang berakhir saja sudah cukup membuat saham naik dan harga minyak turun,” ujar Chief Investment Officer First Avenue Investment Counsel, Brian Madden.

Sektor material yang banyak dihuni emiten tambang logam melonjak 4,4%, ditopang kenaikan harga emas. Pelaku pasar mulai meredakan kekhawatiran terhadap inflasi dan prospek suku bunga tinggi berkepanjangan.

Saham perusahaan tambang menjadi motor utama penguatan. Saham Hudbay Minerals melesat 8,9%, sedangkan First Quantum Minerals naik 8,4%.

Di sisi lain, sektor teknologi menguat 2,1% dan sektor keuangan naik 0,9%. Investor juga mulai bersiap menanti laporan kinerja kuartalan bank-bank besar Kanada pada pekan ini, termasuk Royal Bank of Canada dan Toronto-Dominion Bank yang menjadi dua saham dengan bobot terbesar di indeks TSX.

Bursa Asia Cetak Rekor Kamis (7/5) Pagi, Harapan Damai AS-Iran Angkat Sentimen Pasar

Namun, sektor energi menjadi satu-satunya sektor utama yang berakhir di zona merah. Sektor ini turun 3,4% setelah harga minyak anjlok 6,5%.

Penurunan harga minyak turut menjadi perhatian karena sebagian besar produksi minyak Kanada berasal dari Alberta. Di saat bersamaan, Perdana Menteri Kanada Mark Carney juga menyoroti rencana referendum Alberta terkait kemungkinan memisahkan diri dari Kanada, yang dinilainya bisa menjadi “gertakan berbahaya”.

Secara keseluruhan, reli pasar saham Kanada masih terjaga kuat. Sejak awal tahun, indeks TSX sudah menguat 9,8% setelah melonjak 28,2% sepanjang 2025 lalu.