UVCR tebar dividen dari laba 2025, siapkan strategi perkuat ekosistem digital gifting

Ussindonesia.co.id JAKARTA. Emiten pengelola platform voucher belanja digital, PT Trimegah Karya Pratama Tbk (UVCR) atau Ultra Voucher membagikan dividen tunai sebesar Rp 1 miliar dari laba bersih tahun buku 2025 sebesar Rp 5,47 miliar.

Ini sesuai dengan keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 21 Mei 2026. RUPST juga menyetujui alokasi dana Rp 1,5 miliar untuk program Employee Stock Ownership Program (ESOP) dan Management Stock Ownership Program (MSOP).

Sisa laba sebesar Rp 2,97 miliar ditetapkan sebagai laba ditahan untuk mendukung pengembangan usaha perseroan ke depan. Sebagai gambaran, UVCR membukukan laba bersih Rp 5,47 miliar atau tumbuh 52,2% secara tahunan. 

Rupiah, Rupee, dan Peso Terancam Pelemahan Akibat Lonjakan Harga Minyak

Direktur Utama Trimegah Karya Pratama Hady Kuswanto menjelaskan pertumbuhan tersebut ditopang peningkatan distribusi voucher digital, loyalitas pelanggan, serta bertambahnya pengguna aktif aplikasi Ultra Voucher

“Kami akan melanjutkan strategi pertumbuhan melalui penguatan ekosistem reward, loyalty, dan digital gifting di Indonesia,” jelasnya dalam keterangan resmi yang diterima Kontan, Jumat (22/5). 

Direktur Trimegah Karya Pratama Riky Boy H. Permata menambahkan perseroan juga akan memperkuat kapabilitas teknologi sekaligus memperluas kerjasama strategis dengan berbagai mitra bisnis.

“Kami melihat potensi pertumbuhan industri reward, loyalty, dan digital gifting di Indonesia masih sangat besar,” katanya.

Riky menyebut UVCR akan fokus menghadirkan inovasi produk dan memperluas integrasi ekosistem guna meningkatkan nilai tambah bagi pelanggan maupun mitra usaha.

Selain menyetujui penggunaan laba, pemegang saham juga menyetujui penunjukan akuntan publik independen untuk mengaudit laporan keuangan tahun buku 2026.

Sementara itu, susunan direksi perseroan tetap dipimpin Hady Kuswanto sebagai Direktur Utama dan Riky Boy H. Permata sebagai Direktur.

Rupiah Melemah ke Rp 17.717 per Dolar AS, Dipengaruhi Sentimen Global dan Domestik