
Ussindonesia.co.id , JAKARTA — Indeks harga saham gabungan (IHSG) diprediksi berpotensi menguat pada perdagangan hari ini, Rabu (25/3/2026), setelah bursa kembali beroperasi penuh pascalibur panjang Idulfitri 1447 Hijriah.
Head of Retail Research BNI Sekuritas Fanny Suherman menjelaskan sebelum masa libur panjang, IHSG ditutup menguat 1,2% yang didorong oleh aksi beli bersih investor asing sebesar kurang lebih Rp155 miliar. Beberapa saham yang menjadi buruan utama asing antara lain EMAS, AADI, TLKM, ITMG, dan ARCI.
“IHSG berpotensi melanjutkan kenaikan hari ini dengan rentang support di level 6.950—7.000 dan resistance pada level 7.170—7.300,” tulis Fanny dalam publikasi riset hariannya, Rabu (25/3/2026).
Potensi penguatan itu terjadi di tengah kondisi pasar global yang variatif. Bursa saham Amerika Serikat, Wall Street, ditutup melemah pada perdagangan Selasa (24/3/2026) akibat kekhawatiran konflik di Timur Tengah.
Adapun, Dow Jones turun 0,18% dan S&P 500 terkoreksi 0,37%, sementara sektor energi menjadi penopang pasar seiring dengan kenaikan harga minyak.
Di sisi lain, bursa Asia Pasifik cenderung bergerak positif mengikuti tanda-tanda de-eskalasi konflik dan melambatnya inflasi di Jepang ke level 1,3%, yang berada di bawah target bank sentral. Kondisi tersebut memberikan ruang bagi aliran modal masuk ke pasar negara berkembang atau emerging markets.
: IHSG Rawan Koreksi Hari Ini (25/3), Cek Saham ITMG, PGAS, hingga FORE
Menyikapi potensi pergerakan IHSG, BNI Sekuritas memberikan sejumlah rekomendasi saham untuk dicermati investor pada perdagangan hari ini.
PT Archi Indonesia Tbk. (ARCI) menjadi salah satu pilihan utama dengan rekomendasi speculative buy pada rentang Rp1.555—Rp1.600 dan target harga terdekat di level Rp1.625—Rp1.670. Namun, investor disarankan melakukan pembatasan risiko (cut loss) jika harga menembus di bawah Rp1.550.
Selanjutnya, emiten pelayaran PT Buana Lintas Lautan Tbk. (BULL) juga masuk dalam radar dengan rekomendasi beli di area Rp308—Rp318. Saham ini membidik target harga di Rp326—Rp332 dengan posisi cut loss di bawah Rp298.
Di sektor energi, PT Medco Energi Internasional Tbk. (MEDC) diproyeksikan terimbas positif dari kenaikan harga energi global. BNI Sekuritas merekomendasikan speculative buy untuk MEDC di area Rp1.755—Rp1.780 dengan target penguatan ke level Rp1.820 hingga Rp1.865 per saham.
Sejalan dengan itu, PT TBS Energi Utama Tbk. (TOBA) juga layak dicermati pada rentang Rp515—Rp525 dengan target harga di level Rp550—Rp580.
Terakhir, adanya peluang teknikal pada saham PT Kalbe Farma Tbk. (KLBF) yang membidik target harga Rp1.040, serta emiten media PT Surya Citra Media Tbk. (SCMA) dengan potensi penguatan hingga ke level Rp304 per saham.
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab atas kerugian atau keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.