Kembali manjakan investor, Disney naikkan dividen di 2026

Baik disukai maupun dikritik, Disney (DIS) tetap menjadi salah satu perusahaan yang paling sering diperhatikan investor. Setiap langkahnya selalu memicu pertanyaan: langkah besar apa berikutnya di industri media? Seberapa besar pendapatan film Marvel terbaru? Berapa harga tiket taman hiburan yang akan datang? Dan yang tak kalah penting, ke mana arah saham Disney selanjutnya?

Setelah menghentikan pembagian dividen pada 2020, Disney kembali membayar dividen dalam jumlah terbatas pada Januari 2024 dan meningkatkannya secara bertahap. Menjelang akhir 2025, perusahaan mengumumkan dividen tahunan sebesar US$1,50 untuk 2026, yang akan dibayarkan dalam dua tahap masing-masing US$0,75. Lantas, apa arti kenaikan dividen ini bagi investor, dan apakah sekarang saat yang tepat untuk membeli saham Disney?

Apa makna kenaikan dividen Disney?

Dengan kenaikan terbaru ini, dividen yield Disney berada di kisaran 1,29%. Angka tersebut memang jauh lebih kecil dibandingkan perusahaan berdividen tinggi seperti Verizon yang menawarkan yield di atas 6%. Artinya, dividen Disney bukan faktor utama penentu keputusan investasi.

Menurut Dean Lyulkin, CEO Cardiff, fokus investor seharusnya tidak hanya pada besarnya dividen. Disney, katanya, masih memiliki kemampuan menghasilkan laba yang solid sehingga keberlanjutan dividen relatif aman.

Sementara itu, Deon Strickland, Ph.D., penasihat keuangan di Scholar Advising, menilai dividen lebih penting sebagai sinyal kekuatan perusahaan. Perusahaan yang mampu menaikkan dividen menunjukkan kondisi keuangan yang sehat, karena perusahaan lemah tidak akan sanggup mempertahankan pembayaran dividen secara konsisten.

Kinerja saham Disney: Angka dan valuasi

Pada 9 Januari, saham Disney ditutup di level US$115,88, naik signifikan dari titik terendah 52 minggu di sekitar US$80. Meski demikian, harga tersebut masih jauh dari rekor tertingginya yang mendekati US$200, membuka ruang kenaikan jika sentimen membaik.

Berdasarkan data TipRanks, mayoritas analis memberi peringkat “Strong Buy” dengan target harga rata-rata US$137,75 dan target tertinggi US$152. Sementara itu, Zacks Investment Research memberi rekomendasi “Hold”, dengan catatan bahwa valuasi saham Disney saat ini terlihat relatif murah.

Pandangan para ahli

David Hoare dari Value Investing Now menilai Disney sebagai perusahaan yang kokoh. Ia menyoroti bahwa industri hiburan menyumbang sekitar US$1 triliun per tahun terhadap PDB Amerika Serikat, dan Disney merupakan pemain utama di sektor tersebut.

Hoare juga menekankan peningkatan signifikan pada layanan streaming Disney dalam lima tahun terakhir. Bahkan jika kunjungan ke taman hiburan turun sekitar 10%, selama biaya operasional tetap terkendali, segmen tersebut masih dapat menghasilkan keuntungan bagi perusahaan secara keseluruhan.

Namun, tidak semua investor sepakat. Lyulkin berpendapat bahwa meskipun Disney memiliki waralaba ikonik dan taman hiburan kelas dunia, persaingan di industri media kini semakin ketat. Menurutnya, Disney tidak lagi menjadi pilihan utama bagi investor yang mencari peluang terbaik di sektor media, karena banyak pesaing yang bergerak lebih cepat dan agresif.

Kenaikan dividen Disney di 2026 memang bukan alasan utama untuk membeli saham ini. Namun, langkah tersebut mencerminkan kepercayaan manajemen terhadap kesehatan keuangan perusahaan. Dengan valuasi yang masih di bawah rekor tertinggi dan bisnis yang terus beradaptasi, Disney tetap menarik bagi investor jangka panjang yang siap menghadapi persaingan ketat di industri media.

Langgar Aturan Privasi Anak, Disney Bayar Denda Rp167 Miliar Mandiri Bagikan Dividen Interim Rp9,3 Triliun, Tegaskan Performa Solid Benarkah Perbankan Tebar Dividen Paling Gede selama 2025, Ini Faktanya