
Ussindonesia.co.id JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 68,04 poin atau 1,11% ke 6.195,42 pada akhir perdagangan Selasa (2/6/2026).
Sebanyak 281 saham naik, 389 saham turun dan 147 saham stagnan.
Total volume perdagangan saham di bursa hari ini mencapai 3o,84 miliar saham, dengan total nilai Rp 25,02 triliun.
Harga Avtur Turun 10%, Kinerja Emiten Maskapai Belum Terdongkrak Signifikan
Berikut rekomendasi teknikal sejumlah saham untuk perdagangan Rabu (3/6/2026) dari beberapa analis. Simak ulasan lengkapnya
1. PT. Indosat Tbk (ISAT)
Secara teknikal, ISAT masih bergerak dalam fase sideways dengan area support kuat di 2.000–2.100. Selama harga mampu bertahan di atas area tersebut, peluang rebound masih terbuka. Pada perdagangan Selasa (2/6/2026), ISAT ditutup melemah 1,39% dibanding hari sebelumnya ke level Rp 2.130 per saham.
Rekomendasi: Buy on Weakness
Support: Rp 2.060
Resistance: Rp 2.250
Analis Teknikal BRI Danareksa Sekuritas, Reza Diofanda
2. PT. Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR)
JSMR masih bergerak sideways dalam rentang level 2.970-3.050 diatas MA10/2.981, maka dengan indikator MACD terjadi golden cross dapat buy on break 3.050 dengan target menuju resistance 3.180 dan batasi penurunan di support 2.950. Pada perdagangan Selasa (2/6/2026), JSMR ditutup menguat 1,00% dibanding hari sebelumnya ke level Rp 3.04 per saham.
Rekomendasi: Buy on Break
Support: Rp 2.950
Resistance: Rp 3.180
Kiwoom Sekuritas Indonesia, Oktavianus Audi
3. PT. Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA)
MDKA akan mempertahankan tren positif selama harga penutupan harian masih di atas support Fibonacci 2450. Sebaliknya, dengan penutupan di bawah level tersebut, MDKA berisiko turun dan menguji kembali level 2170. Indikator MACD menunjukkan kondisi netral. Pada perdagangan Selasa (2/6/2026), MDKA ditutup menguat 1,93% dibanding hari sebelumnya ke level Rp 2.640 per saham.
Rekomendasi: Hold
Support: Rp 2.450
Resistance: Rp Rp 2.850
Technical Analyst Binaartha Sekuritas, Ivan Rosanova
Investor Mulai Lirik Aset Global di Tengah Tekanan Rupiah dan Volatilitas Pasar