
Ussindonesia.co.id , JAKARTA – Indeks harga saham gabungan (IHSG) dibuka menguat pada perdagangan hari ini, Senin (19/1/2026). Sejumlah saham berkapitalisasi jumbo seperti CUAN, BRMS, hingga ASII melaju pada pembukaan perdagangan.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG dibuka menguat 0,26% ke posisi 9.099,37 hari ini. Dari ratusan konstituen, sebanyak 296 saham menguat, 258 melemah, dan 408 stagnan.
Penguatan saham berkapitalisasi jumbo dipimpin oleh PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk. (CUAN) yang naik 2,97% ke Rp1.905 per saham, diikuti saham PT Bumi Resources Minerals Tbk. (BRMS) yang naik 2,86% ke Rp1.260, dan saham PT Astra International Tbk. (ASII) menguat 2,48% ke Rp7.225 per saham.
: IHSG Hari Ini Diprediksi Uji Level 9.150, Cermati Saham DSSA, ITMG hingga INDY
Selain itu, kinerja saham PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk. (PANI) juga naik 1,05% ke Rp11.975, saham PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) menguat 0,93% ke Rp8.100, dan saham PT Mora Telematika Indonesia Tbk. (MORA) menguat 0,18% ke Rp13.550.
Kinerja sejumlah saham perbankan juga menguat hari ini, dengan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) menguat 1,05% ke Rp3.860, saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) menguat 0,70% ke Rp5.025, dan saham PT Bank Permata Tbk. (BNLI) menguat 0,49% ke Rp5.100 per saham.
Dari jajaran saham blue chip, penguatan dialami oleh PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk. (JPFA) yang menguat 2,59% ke Rp2.770, saham PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) menguat 1,73% ke Rp4.120, dan saham PT Kalbe Farma Tbk. (KLBF) menguat 1,66% ke Rp1.225.
Saham PT AKR Corporindo Tbk. (AKRA) juga menguat 1,20% ke Rp1.265, saham PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. (SMGR) menguat 1,14% ke Rp2.670, dan saham PT Perusahaan Gas Negara Tbk. (PGAS) menguat 0,99% ke Rp2.040 per saham.
Sebaliknya, pelemahan dialami oleh PT Bayan Resources Tbk. (BYAN) yang terkoreksi 0,15% ke Rp17.125, saham PT Impack Pratama Industri Tbk. (IMPC) terkoreksi 1,21% ke Rp3.270, PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) terkoreksi 1,55% ke Rp9.550, dan saham PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) terkoreksi 2,19% ke Rp3.580 per saham.
: : IHSG Diproyeksi Konsolidasi pada Level 9.000 Pekan Depan, Cermati Saham JPFA, BBRI, dan AADI
Sebelumnya, Equity Analyst Indo Premier Sekuritas Imam Gunadi menjelaskan IHSG bergerak positif selama sepekan terakhir ditutup menguat 1,55% ke level 9.075 pada akhir perdagangan, Kamis, 15 Januari 2026. Selama sepekan terakhir investor asing mencatatkan net buy sebesar Rp3,2 triliun.
“Arus dana asing yang kembali masuk ini mencerminkan respons positif terhadap stabilitas makro domestik di tengah volatilitas global,” tuturnya, Minggu (18/1/2026).
Dia menjelaskan memasuki pekan 19–23 Januari 2026, fokus pasar akan beralih pada serangkaian rilis data dan keputusan kebijakan global dan domestik. Dengan demikian, selama sepekan ke depan IHSG diprediksi cenderung ke fase konsolidasi dengan rentang support di 9.000 dan resistance pada level 9.200.
Dari China, perhatian utama tertuju pada rilis pertumbuhan ekonomi kuartal IV/2025, dengan konsensus memperkirakan pertumbuhan 4,4% yoy, yang akan menjadi indikator penting untuk menilai ketahanan ekonomi di tengah stimulus moneter yang berlanjut.
Menurutnya, data penjualan ritel dan tingkat pengangguran Desember juga perlu dicermati untuk membaca kekuatan konsumsi domestik dan kondisi pasar tenaga kerja.
Masih dari China, keputusan Loan Prime Rate (LPR) tenor 1 dan 5 tahun juga akan menjadi sorotan, di tengah sinyal PBOC yang membuka ruang pelonggaran lanjutan, meskipun konsensus pasar memperkirakan suku bunga tetap.
Dari domestik, perhatian investor akan tertuju pada keputusan suku bunga Bank Indonesia. Pasar memperkirakan BI akan menahan suku bunga di level 4,75%, dengan fokus utama menjaga stabilitas nilai tukar di tengah tekanan eksternal.
Sementara itu, dari Amerika Serikat, rilis US Core PCE Price Index dengan konsensus 2,7% yoy akan menjadi indikator inflasi utama yang dicermati pasar, mengingat perannya sebagai acuan kebijakan moneter Federal Reserve.
_______
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.