
Ussindonesia.co.id , JAKARTA — Pengusaha asal Kalimantan Selatan, Andi Syamsuddin Arsyad atau yang lebih dikenal sebagai Haji Isam, resmi menjadi pemegang saham signifikan di PT Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk. (PACK).
Berdasarkan laporan kepemilikan saham yang disampaikan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Haji Isam melaporkan telah memborong 6.836.867.700 (6,83 miliar) saham PACK. Transaksi ini dilakukan pada Rabu, 13 Mei 2026.
Sebelum transaksi tersebut, kepemilikan saham Haji Isam di emiten tambang nikel itu tercatat nihil atau 0%. Alhasil, dengan rampungnya transaksi, dia kini menguasai 21,12% dari total saham beredar PACK.
: Emiten CPO Haji Isam PGUN Cetak Laba Bersih Rp159,3 Miliar pada 2025
Dilihat dari harga pelaksanaan, Haji Isam membeli saham PACK di harga Rp137 per lembar. Dengan demikian, total nilai investasi yang dikucurkan untuk mencaplok 21,12% saham perusahaan ini mencapai sekitar Rp936,65 miliar.
“Tujuan dari transaksi ini adalah untuk investasi,” demikian tertulis dalam laporan kepemilikan saham yang dikutip pada Jumat (15/5/2026).
: : Sosok di Balik Bursa Kripto ICEx, Ada Orang Dekat Haji Isam?
Adapun status kepemilikan saham tersebut diklasifikasikan sebagai kepemilikan tidak langsung. Meski menguasai lebih dari 20% saham, laporan tersebut menyatakan bahwa Haji Isam tidak bertindak sebagai pengendali perusahaan.
Sementara itu, berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) per 30 April 2026, PT Eco Energi Perkasa tercatat menjadi pemegang saham pengendali PACK dengan kepemilikan 19,97 miliar saham atau setara dengan 61,71%.
: : Perubahan Kepemilikan Saham DILD, DEWI, ENRG, EURO, EXCL, FILM, PACK, Hingga SSIA per 5 Maret 2026
Selanjutnya, DBS Bank Ltd tercatat menggenggam 1,75 miliar saham (5,41%), sementara kepemilikan masyarakat mencapai 10,59 miliar saham (32,7%).
Di lantai bursa, saham PACK bertengger di level Rp312 per saham hingga penutupan perdagangan Rabu (13/5/2026). Banderol tersebut mencerminkan lonjakan sebesar 70,33% sepanjang tahun berjalan atau year to date (YtD), serta menguat 38,05% dalam kurun satu bulan terakhir.
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab atas kerugian atau keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.