
Ussindonesia.co.id – , JAKARTA — Investor perorangan, Dimas Wibowo terpantau memborong jumbo saham PT Estika Tata Tiara Tbk. sehingga namanya kini muncul dalam daftar kepemilikan saham di atas 5% emiten peternakan dan pengolahan daging berkode BEEF tersebut.
Mengacu pada data PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), nama Dimas Wibowo per 25 Mei 2026 tercatat menggenggam sebanyak 409,92 juta lembar saham BEEF atau setara dengan kepemilikan 5,05%.
Kepemilikan Dimas Wibowo di saham BEEF tersebut tercatat melalui PT BNI Sekuritas, PT BCA Sekuritas, PT Stockbit Seuritas Digital, PT KB Valbury Sekuritas Indonesia, PT RHB Sekuritas Indonesia, dan PT Mandiri Sekuritas, masing-masing secara berurutan sebanyak 5,95 juta; 369,811 juta, 134.322; 30,77 juta; 3,65 juta; dan 9,60 juta lembar.
Adapun, mengacu pada Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek yang berakhir pada akhir April 2026, tidak ada nama Dimas Wibowo dalam jajaran pemegang saham BEEF di atas 5%.
Dalam laporan tersebut, pemegang saham BEEF di atas 5% terdiri dari Asia Agri International sebanyak 5,73 miliar lembar (70,59%) dan Edie sebanyak 352,30 juta lembar (4,34%). Sementara itu, masyarakat non warkat tercatat menggenggam sebanyak 2,03 miliar lembar (25,07%).
Kendati demikian, Dimas Wibowo per 30 April 2026 tercatat menggenggam sebanyak 331,37 juta lembar saham BEEF atau setara dengan kepemilikan sebesar 4,08%.
Namun, per 25 Mei 2026 Dimas Wibowo tercatat menggenggam sebanyak 409,92 juta (409.928.942) lembar saham BEEF. Dengan demikian, sepanjang Mei 2026 berjalan ini, Dimas Wibowo tercatat memborong sebanyak 78,55 juta lembar saham BEEF.
Di lantai Bursa Efek Indonesia, saham BEEF pada perdagangan Selasa (26/5/2026) ditutup dengan harga Rp166 per lembar, setelah dibuka dengan harga Rp169 per lembar. Sepanjang perdagangan harga saham BEEF bergerak di rentang Rp158—Rp171 per lembar, dengan kapitalisasi pasar sebesar Rp1,35 triliun.
Dengan harga Rp166 per lembar, sejak awal tahun (year-to-date/YtD) harga saham BEEF tercatat turun 64,53%, begitu juga dalam 6 bulan terakhir terpantau melemah 74,46%.
: Kepak Sayap CPIN dan JPFA Cs, Emiten Poultry saat Rupiah Membebani Margin
Untuk diketahui, BEEF yang juga merupakan produsen sosis Kibif tersebut pada akhir tahun lalu telah membuka tiga kegiatan usaha baru, yaitu segmen susu sapi, aktivitas cold storage (gudang pendingin), dan usaha penggemukan kerbau dalam rangka mendukung program MBG.
Dalam keterbukaan informasi, BEEF mengungkapkan perseroan mendapat mandat dari pemerintah untuk berpartisipasi dalam pemenuhan gizi melalui susu dalam program MBG. “Penambahan kegiatan usaha baru terhadap kelangsungan usaha perseroan adalah dengan adanya Program Makan Bergizi Gratis [MBG] di mana perseroan diminta untuk berpartisipasi dalam pemenuhan gizi melalui susu. Saat ini, usaha susu tidak perseroan miliki, sehingga pemerintah meminta perseroan berpartisipasi untuk usaha sapi perah beserta usaha turunannya,” tulis manajemen, dikutip Kamis (13/11/2025).
Adapun, tiga kegiatan usaha baru tersebut ditaksir akan berkontribusi atas penjualan senilai Rp83,33 miliar pada 2026, dan akan melesat 116,92% menjadi Rp180,76 miliar pada 2027.
Lebih lanjut, BEEF menambah kegiatan usaha penggemukan kerbau karena melihat adanya kebutuhan yang tinggi. Perseroan melihat kerbau adalah pilihan kedua masyarakat selain daging sapi dan harganya pun lebih terjangkau.
Selain itu, BEF juga akan melakukan penambahan aktivitas cold storage secara komersil. Manajemen mengumumkan saat ini pembangunan cold storage di Subang sudah mencapai 100%, dan cold storage tersebut dapat disewakan.
Total investasi yang dihitung perusahaan untuk menjalankan penambahan tiga kegiatan usaha baru ini sebesar Rp319,37 miliar, dengan komposisi 60% atau Rp191,62 miliar dari utang bank dan 40% atau Rp127,75 miliar bersumber dari modal sendiri.
—
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.