Prabowo sebut RI bakal segera kantongi investasi hilirisasi Rp 101 triliun

Presiden Prabowo Subianto menyatakan, Indonesia bakal mengantongi investasi proyek-proyek di sektor hilirisasi mencapai US$ 6 miliar atau sekitar Rp 101 triliun dalam waktu dekat. 

 

“Kami harapkan minimal 6-11 proyek hilirisasi,” kata Prabowo dalam peresmian Infrastruktur Energi Terintegrasi Pertamina Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan, Senin (12/1).

Ia menegaskan, Indonesia memiliki potensi sumber daya energi yang besar. Salah satunya, sebagai pemil cadangan batu bara yang meru Indonesia perlu mempersiapkan diri, terutama dalam hal sumber daya manusia untuk dapat memfasilitasi rencana investasi ini. 

Baca juga:

  • Luhut Pernah Tolak Toba Pulp Lestari: Penyebab Terbesar Hutan Tapanuli Rusak
  • Profil Proyek RDMP Balikpapan yang Diresmikan Prabowo, Investasi Rp 124 Triliun

Prabowo mengatakan Indonesia diberi karunia yang luar biasa berupa sumber energi yang sangat besar, antara lain dalam hal cadangan batu bara yang merupakan salah satu terbesar di dunia. Batu bara ini bisa diolah agar menghasilkan gas sebagai barang subtitusi LPG.

“Kita juga punya kemampuan menghasilkan energi dari tanaman. Dari kelapa sawit kita bisa hasilkan solar, biodiesel,” kata dia. 

Indonesia juga disebut memiliki kekayaan alam panas bumi terbesar di dunia yang belum dimanfaatkan secara maksimal. Demikian juga untuk sumber energi lain seperti air, cahaya matahari.

Menurutnya dengan kekayaan ini, jika Indonesia bersungguh-sungguh maka negara ini bisa menghasilkan energi sendiri sehingga tidak perlu impor. Karena itu, menurut dia, Indonesia membutuhkan sumber daya manusia yang dapat mendukung potensi-potensi tersebut.

“Kami berharap dalam 5 tahun bisa mencapai swasembada energi. Kalau tidak bisa, (dicapai) tahun keenam atau ketujuh. Paling penting kita harus menuju ke situ,” kata dia.