MSCI turunkan INDF ke small cap dan mendepak ACES & CLEO, ini kata analis

Ussindonesia.co.id – JAKARTA. Keputusan MSCI menurunkan saham PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) dari MSCI Global Standard Indexes ke Small Cap Indexes serta mencoret saham PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk (ACES) dan PT Sariguna Primatirta Tbk (CLEO) dari MSCI Small Cap Indexes diperkirakan memicu volatilitas jangka pendek.

Head of Equity Research Kiwoom Sekuritas, Liza Camelia Suryanata menyebut, perubahan komposisi indeks global tersebut berpotensi memicu arus keluar (outflow) dana asing, terutama dari investor institusi yang mengikuti indeks (passive funds).

“Penurunan INDF ke MSCI Small Cap kemungkinan berdampak pada outflow dana-dana besar. Namun, perlu diingat bahwa perubahan ini tidak mempengaruhi kinerja operasional perusahaan,” ujarnya kepada Kontan, Rabu (11/2/2026).

IHSG Sudah Undervalued Namun Investor Asing Masih Wait And See, Ini Kata Analis

Hal serupa juga berlaku bagi ACES dan CLEO. Menurutnya, pencoretan dari indeks MSCI tidak mengubah fundamental perseroan, meskipun dalam jangka pendek dapat meningkatkan volatilitas harga saham akibat penyesuaian portofolio investor.

Dalam jangka menengah hingga panjang, prospek ketiga saham tersebut dinilai tetap ditopang fundamental masing-masing.

Untuk INDF, katalis utama berasal dari kinerja anak usaha PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) yang masih solid. Selain itu, valuasi INDF saat ini dinilai relatif murah dibandingkan kompetitor di sektor konsumer. Stabilnya harga bahan baku serta tren penurunan suku bunga juga berpotensi menekan biaya produksi dan beban keuangan.

Sementara itu, ACES berpeluang mendapat dorongan kinerja dari momentum Ramadan dan Lebaran. Program promosi selama periode tersebut dinilai dapat mendorong pertumbuhan penjualan (top line).

Hasyim Sebut Gejolak Pasar Saham Buat Prabowo Geram, Ini Respons BEI

Adapun CLEO tengah melakukan ekspansi dengan penambahan pabrik di Palu, Pontianak, dan Pekanbaru. Ekspansi ini diharapkan memperkuat jaringan produksi yang lebih dekat dengan konsumen, sehingga dapat menekan biaya logistik dan menopang pertumbuhan volume penjualan, meski kontribusi terhadap laba diperkirakan bertahap pada fase awal operasional.

Dengan mempertimbangkan sentimen tersebut, Senior Equity Research Kiwoom Sekuritas, Sukarno Alatas, merekomendasikan investor untuk accumulate buy saham INDF dengan target harga Rp 7.500 per saham.