Besok (23/4) cum date, dividen yield saham LPPF 12,66%, 1 lot dapat Rp 25.000

Ussindonesia.co.id Jakarta. Informasi penting untuk investor yang ingin mendapatkan dividen jumbo dari pengelola jaringan ritel Matahari, PT Matahari Department Store Tbk (LPPF). Besok, Kamis 23 April 2026 adalah cum dividen date saham LPPF. Dividen yield saham LPPF sangat menarik, lebih dari 12%.

Cum dividen date adalah tanggal akhir suatu saham mengandung hak dividen. Investor yang ingin mendapatkan dividen, harus membeli saham tersebut paling lambat saat cum dividen date dan menyimpannya hingga tanggal pencatatan.

Manajemen LPPF menetapkan total dividen tunai sebesar Rp 556.819.820.000 atau Rp 556,81 miliar untuk tahun buku 2025.

Keputusan ini telah disahkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada 15 April 2026.

Setiap pemegang saham akan menerima:

– Dividen per saham: Rp 250 per saham  

Dengan harga saham terakhir, nilai ini memberikan potensi imbal hasil (dividend yield) yang tergolong tinggi di pasar.

Investor yang memiliki 1 lot saham LPPF akan mendapatkan dividen Rp 25.000. 

Bitcoin Bertahan di Atas US$ 75.000, Prospek Kian Menguat

Yield Dividen Tembus 12,6%

Pada penutupan perdagangan Selasa (21/4/2026), harga saham LPPF berada di level Rp 1.975 per saham, naik 10 poin atau 0,51% dibandingkan hari sebelumnya.

Dengan harga tersebut, yield dividen LPPF mencapai sekitar:

– Dividend yield: 12,66%

Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan bunga deposito rupiah yang hanya berkisar 2%–3%, menjadikannya salah satu daya tarik utama bagi investor income.

Tonton: Lapangan Kerja Susut Tekan Kelas Menengah, Ini Langkah Pemerintah

Jadwal Pembagian Dividen LPPF 2026

Berikut jadwal lengkap pembagian dividen tunai LPPF: 

– Cum Dividen Reguler & Negosiasi: 23 April 2026  

– Ex Dividen Reguler & Negosiasi: 24 April 2026  

– Cum Dividen Pasar Tunai: 27 April 2026  

– Ex Dividen Pasar Tunai: 28 April 2026  

– Recording Date: 27 April 2026  

– Pembayaran Dividen: 4 Mei 2026  

Tonton: Menkeu: Kelas Menengah Tak Alokasikan Stimulus Bagi Kelas Menengah

Kinerja Keuangan 2025 Jadi Dasar Dividen

Pembagian dividen ini didukung oleh kinerja keuangan LPPF sepanjang 2025, dengan rincian:

– Laba bersih: Rp 725,37 miliar  

– Saldo laba ditahan: Rp 3,84 triliun  

– Total ekuitas: Rp 272,90 miliar  

Meski demikian, kinerja LPPF tercatat mengalami tekanan.

Tonton: Andri Pratiwa Ditunjuk Jadi Presdir Shell Indonesia, Efektif Menjabat 1 Mei 2026

Sepanjang 2025:

– Pendapatan turun 9,6% yoy menjadi Rp 5,78 triliun  

– Laba bersih turun 12,4% yoy menjadi Rp 725,4 miliar  

Penurunan ini mencerminkan tantangan di sektor ritel fesyen yang masih menghadapi perubahan perilaku konsumen.

Kesimpulan: Dividen Tinggi, Tapi Perlu Cermati Risiko

Yield dividen LPPF yang mencapai 12,9% memang sangat menarik, terutama bagi investor yang mengejar pendapatan pasif.

Namun, investor tetap perlu mencermati tren penurunan kinerja keuangan perseroan, karena hal ini dapat memengaruhi keberlanjutan dividen di masa depan.

Strategi terbaik adalah mengombinasikan analisis yield dengan fundamental perusahaan sebelum mengambil keputusan investasi.