Potensi rebound IHSG efek de-eskalasi perang Iran, cermati saham EXCL hingga INCO

Ussindonesia.co.id , JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan bisa rebound pada perdagangan hari ini, Rabu (1/4/2026), mengikuti kenaikan sejumlah bursa utama dunia.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG ditutup melemah 0,61% ke level 7.048,22 pada Selasa (31/3/2026). Sepanjang hari, indeks diperdagangkan pada level 7.155,55—7.031,11. Dari ratusan konstituen, sebanyak 270 saham menguat, 435 melemah, dan 253 saham stagnan.

Sementara itu, Phintraco Sekuritas menjelaskan indeks di Wall Street telah ditutup menguat signifikan pada Selasa (31/3/2026). Penguatan indeks utama di Amerika Serikat itu menyusul harapan pelaku pasar soal de-eskalasi perang di Timur Tengah yang kembali muncul.

“IHSG diperkirakan berpotensi rebound karena sentimen positif dari ekspektasi akan de-eskalasi perang, dengan menguji level resistance di 7100-7200,” tulis Phintraco Sekuritas dalam riset harian, Rabu (1/4/2026).

: IHSG Rawan Koreksi Lanjutan, Rekomendasi Saham BBCA hingga TINS

Adapun, Presiden AS Donald Trump akan terbuka untuk mengakhiri kampanye militer meskipun Iran memegang kendali atas Selat Hormuz. Sementara itu, Iran disebut-sebut juga akan mengakhiri perang jika diberikan jaminan keamanan. Merespons berita tersebut harga minyak mentah terpantau mendingin dan yield obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun turun 2 bps ke level 4.321%.

Dari dalam negeri, pemerintah akan mengumumkan harga BBM belum naik pada awal bulan ini. Selain itu, pemerintah mengeluarkan kebijakan WFH sekali dalam seminggu bagi ASN, efisiensi di kementerian/lembaga, serta percepatan pelaksanaan B50 untuk menangkal tekanan dari lonjakan harga minyak.

Hari ini investor akan mencermati rilis data indeks manufaktur PMI, neraca perdagangan, dan inflasi.

Berikut sejumlah saham yang direkomendasikan Phintraco Sekuritas untuk dapat dicermati hari ini: GJTL, EXCL, BKSL, AMRT dan INCO.

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.