Diam-diam ada yang serok saham Bank JTrust (BCIC)

Ussindonesia.co.id , JAKARTA — Sejumlah direksi PT Bank JTrust Tbk. (BCIC) kompak menambah kepemilikan saham perseroan dengan total pembelian mencapai 203.100 lembar pada 26 Maret 2026 dengan tujuan investasi.

Dalam keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), perubahan kepemilikan saham yang dimiliki sejumlah anggota Direksi Bank JTrust tidak bertujuan untuk mengambil ataupun mempertahankan pengendalian perseroan.

Direktur Utama Bank JTrust Ritsuo Fukadai dan Direktur Bank JTrust Felix Istyono Hartadi membeli saham perseroan di harga Rp127 per saham. 

: Direksi Bank JTrust Kompak Borong Saham

Secara detail, Ritsuo Fukadai memborong 3.900 lembar saham sehingga nilai transaksi yang dikeluarkan mencapai sekitar Rp495.300. Dengan demikian, jumlah saham yang dimiliki Ritsuo bertambah dari 135.200 lembar saham menjadi 139.100 lembar saham.

Kemudian, Felix menambah kepemilikan saham sebanyak 39.200 lembar saham dengan nilai transaksi senilai Rp4,59 juta. Kepemilikannya meningkat menjadi 1,42 juta lembar saham dari sebelumnya 1,38 juta lembar saham.

: : Diam-Diam Ada yang Borong Saham Bank JTrust (BCIC)

Selain Ritsuo dan Felix, dua direktur Bank JTrust lainnya juga tercatat menambah kepemilikan saham BCIC pada 26 Maret 2026. 

Direktur Bank JTrust Helmi Arif Hidayat menambah 81.100 lembar saham BCIC di harga Rp123 per saham sehingga nilai transaksi mencapai sekitar Rp9,97 juta. Total saham yang digenggam Helmi meningkat dari 2,84 juta lembar menjadi 2,92 juta lembar saham.

: : Penuhi Aturan Free Float, BEI Segera Cabut Suspensi Saham Bank JTrust (BCIC)

Terakhir, ada Direktur Bank JTrust R. Djoko Prayitno yang menambah kepemilikan saham BCIC sebanyak 78.900 di harga Rp126 per saham dengan nilai transaksi sebesar Rp9,94 juta. Dengan demikian, saham BCIC yang dikuasai Djoko meningkat dari semula 2,83 juta lembar menjadi 2,91 juta lembar saham.

Jika diakumulasi, total dana yang dikucurkan jajaran direksi dalam aksi borong saham tersebut mencapai sekitar Rp25,00 juta. 

Adapun perseroan menegaskan kepada regulator bahwa para direksi bukan pemegang saham pengendali dan tidak ada perubahan struktur pengendalian setelah transaksi dilakukan.

Dalam sepekan, harga saham BCIC naik 6,50% atau 8 poin. Sepanjang tahun berjalan, kinerja saham BCIC berjalan loyo dengan turun 16,56% (year to date/YtD) atau 26 poin.