Yusril bicara soal pembubaran nobar film Pesta Babi: Bukan arahan pemerintah

Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra angkat bicara soal pembubaran nonton bareng film dokumenter “Pesta Babi” yang terjadi di beberapa daerah.

Yusril mengatakan pembubaran bukan arahan pemerintah atau aparat keamanan secara terpusat. Dia juga mengatakan bahwa tidak semua kampus melarang pemutaran film tersebut.

“Di Universitas Mataram dan UIN Mataram, Lombok, nobar film itu dilarang karena persoalan prosedur administratif. Sementara di kampus lain di Bandung dan Sukabumi, nobar film itu berjalan tanpa halangan,” kata Yusril pada Kamis (14/5) dikutip dari Antara.

Yusril mengatakan kritik yang dilontarkan dalam “Pesta Babi” wajar. Meski demikian dia menganggap judul film tersebut tampak bersifat provokatif. Yusril juga mengingatkan masyarakat agar tak terpancing judul film dokumenter itu.

“Biarkan saja masyarakat menonton, lalu setelah itu silakan gelar diskusi dan debat. Dengan demikian publik menjadi kritis, pro dan kontra dapat terjadi,” katanya.

Yusril juga membantah narasi bahwa Proyek Strategis Nasional (PSN) di Papua Selatan merupakan kolonialisme modern. Alasannya, Papua adalah bagian integral dari Indonesia.

“Pembukaan lahan seperti itu juga terjadi juga di Kalimantan dan pulau-pulau lain sebagai bagian integral dari NKRI,” katanya.

Yusril juga berharap skenario, sutradara, dan produser film “Pesta Babi” bisa menjelaskan makna dari judul tersebut. Apalagi menurutnya judul tersebut bisa menimbulkan beragam tafsir.

“Pemerintah tidak bisa diam berlindung di balik otoritas dan kekuasaan, pada saat yang sama seniman juga tidak bisa diam dan berlindung di balik kebebasan berekspresi,” katanya.

Film Pesta Babi digarap Dandhy Laksono dan Cypri Dale. Film berdurasi 95 menit itu mengangkat kehidupan masyarakat adat seperti suku Marind, Awyu, Yei, dan Muyu yang disebut kehilangan tanah dan ruang hidup akibat ekspansi proyek perkebunan tebu, sawit, hingga food estate.

Penayangan film ini menjadi ramai usai muncul upaya pembubaran nonton bareng di sejumlah kampus. Beberapa upaya pembubaran terjadi di Lombok hingga Ternate.