
Ussindonesia.co.id – JAKARTA. Nilai aktiva bersih (NAB) alias dana kelolaan reksadana terus menunjukkan tren positif hingga akhir 2025.
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Inarno Djajadi menyampaikan, NAB reksadana pada Desember 2025 tercatat mencapai Rp 675,32 triliun.
Nilai tersebut tumbuh 4,8% secara bulanan dan melonjak 35,26% secara tahunan. Pertumbuhan ini mencerminkan kinerja pasar yang kondusif serta meningkatnya kepercayaan investor terhadap produk reksa dana.
Raih Pinjaman dari Danantara, Krakatau Steel (KRAS) Jaminkan Kekayaan Rp 13,94 T
“Tren positif kinerja NAB tersebut tentunya didukung juga oleh net subscription investor reksadana yang kuat,” ujar Inarno dalam Konferensi Pers RDK Bulanan Desember 2025, Jumat (9/1/2026).
Pada Desember 2025, dicatat net subscription reksa dana tercatat mencapai Rp 23,91 triliun secara bulanan. Sementara itu, secara tahunan, net subscription investor reksa dana mencapai Rp 138,69 triliun.
Sejalan dengan itu, kinerja industri pengelolaan investasi secara keseluruhan juga mengalami peningkatan.
Hingga akhir Desember 2025, total asset under management (AUM) industri pengelolaan investasi mencapai Rp 1.033,81 triliun. Angka tersebut meningkat 3,08% secara month to month dan tumbuh 23,46% secara secara year on year (yoy).
Dari sisi partisipasi investor, jumlah investor pasar modal domestik juga terus bertambah.
Inarno mencatat, pada bulan Desember 2025 terdapat penambahan sebanyak 694.000 investor baru. Dengan demikian, maka secara tahunan jumlah investor pasar modal meningkat sebanyak 5,49 juta orang.
Secara keseluruhan, jumlah investor pasar modal domestik hingga akhir 2025 mencapai 20,36 juta, atau tumbuh 36,95% secara yoy.