
Ussindonesia.co.id , JAKARTA – Indeks harga saham gabungan (IHSG) berakhir ditutup merah pada perdagangan Jumat (20/2/2026).
Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas M. Nafan Aji Gusta mengatakan saat ini para pelaku pasar menanti perkembangan pembicaraan Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan MSCI yang membahas transparansi dan reformasi pasar modal. Rencananya, sore ini akan diagendakan konferensi pers untuk memaparkan perkembangan ini.
“Kita menanti terkait kepastian konferensi pers yang akan disampaikan BEI, OJK dan KSEI terkait dengan dinamika, terutama mengenai langkah-langkah yang harus ditempuh supaya mengakhiri masa pembekuan MSCI,” ujar Nafan kepada Bisnis, Jumat (20/2/2026).
: Indeks Bisnis-27 Ditutup Menguat saat IHSG Loyo, Saham Bank Jumbo Melaju
IHSG mengakhiri pasar hari ini, Jumat (20/2) dengan koreksi 0,03% ke 8.271. Indeks komposit melanjutkan tren tertekan pasca turun 0,16% ke 8.261 pada sesi I perdagangan. Pelemahan ini merupakan yang kedua kali beruntun pasca perdagangan Kamis (19/2) saat IHSG juga melemah 0,43%. Level indeks komposit saat ini mencerminkan pelemahan 9,45% dalam sebulan terakhir, atau 1,76% dalam tiga bulan terakhir.
Sejalan dengan koreksi IHSG, saham-saham berkapitalisasi pasar terbesar pemberat indeks kompak melemah. Di antaranya seperti saham PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) yang turun 0,62% ke Rp8.050, PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) melemah 2,03% ke Rp87.000, dan saham PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) melemah 0,74% ke Rp6.725.
: : IHSG Ditutup Turun ke 8.271, Saham AMMN, BBRI hingga BMRI Masih Menguat
“Karena memang ini sentimennya kuat, kalau misalnya konferensi pers tidak membawa hasil, ini bisa memberikan sentimen negatif bagi market kita. Jadi secara psikologis begitu,” ujar Nafan.
Dalam perkembangan terakhir, OJK dan BEI telah menyampaikan proposal perbaikan transparansi pasar modal Indonesia, yang di antaranya seperti transparansi data daftar saham dengan indikasi terkonsentrasi pada pemilik tertentu, penyesuaian free float, hingga membuka data pemegang saham di atas 1%.
: : IHSG Tertekan, Pelaku Pasar Nantikan Update Pembicaraan BEI-MSCI
Nafan bilang, bila otoritas bursa mampu menenangkan pelaku pasar, baik itu domestik atau asing, atau individu maupun ritel, maka pasar akan rebound dan IHSG akan kembali menguat. Menurutnya, kepercayaan investor pasar modal Indonesia akan membaik bila otoritas mampu memastikan tata kelola telah memenuhi standar global.
“Harus ada, bukan janji, harus disertai dengan eksekusi, dengan tindakan riil di lapangan, implementasi riil di lapangan. Mudah-mudahan kalau hasilnya bagus, pengumuman bagus, ini bisa menjadi katalis positif IHSG ke depan, di perdagangan Senin atau minggu depan. Mudah-mudahan hasilnya tidak normatif, tapi empiris,” pungkasnya.
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.