KB Bank memperkirakan pengetatan pembelian dolar AS oleh BI tak berdampak besar

Ussindonesia.co.id – JAKARTA. PT Bank KB Indonesia (KB Bank) menilai kebijakan Bank Indonesia (BI) memperketat proses pembelian dolar sebagai langkah preventif untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah tak akan menghambat transaksi di bank. 

Untuk diketahui, BI berencana menurunkan batas maksimum pembelian dolar tanpa underlying dari sebelumnya US$ 50.000 menjadi US$ 25.000 per orang per bulannya. BI menilai ini dapat membatasi transaksi spekulatif sehingga pembelian dolar hanya didasarkan kebutuhan riil. 

Menanggapi ini, Presiden Direktur KB Bank Kunardy Darma Lie bilang dampak kebijakan tersebut terhadap bank relatif terbatas. Pasalnya, mayoritas transaksi valas KB Bank berasal dari nasabah korporasi yang telah memiliki underlying transaksi yang jelas.

Bank Perlu Perbanyak Porsi Dana Murah Guna Menjaga Margin Keuntungan

“Rata-rata transaksi valas kami berada di kisaran US$ 120 juta per bulan dan didominasi oleh transaksi korporasi yang telah memiliki underlying yang jelas,” ujar Kunardy kepada Kontan, pekan lalu.

Ia menjelaskan, saat ini transaksi pembelian valas spot di atas US$ 50.000 wajib disertai dokumen underlying sesuai ketentuan BI. Ke depan, batas tersebut akan diturunkan menjadi di atas US$ 25.000 begitu peraturan berlaku.

Secara rinci Kunardy menjelaskan bahwa dokumen underlying yang dimaksud antara lain invoice impor, pembayaran utang luar negeri, maupun dokumen lain yang menunjukkan kebutuhan transaksi yang mendasari.

“Dengan demikian, seluruh transaksi valas tetap transparan dan sesuai peruntukannya,” katanya.

CNAF Genjot Digitalisasi dan Penetrasi Pasar untuk Dorong Pembiayaan Modal Kerja

Kunardy tak menampik bahwa penurunan limit pembelian dolar berpotensi mengurangi fleksibilitas transaksi individu serta menekan likuiditas dolar jangka pendek di segmen ritel. Namun di sisi lain, likuiditas rupiah dinilai akan lebih terjaga karena kebijakan tersebut dapat mengurangi potensi transaksi spekulatif.

Kunardy menilai kebijakan itu turut memastikan dana tetap berputar di dalam sistem domestik dan mendukung stabilitas pasar secara keseluruhan.

Sepanjang kuartal I-2026, Kunardy bilang pihaknya mencatatkan tren transaksi valas yang relatif stabil dengan volume rata-rata sekitar US$ 120 juta per bulan. Bank menilai pertumbuhan permintaan dolar, baik dari nasabah ritel maupun korporasi, masih berada dalam kisaran yang wajar.

Karena itu, KB Bank memperkirakan kebijakan pembatasan pembelian dolar tersebut tidak akan memberikan dampak material terhadap aktivitas transaksi valas perseroan.