
Ussindonesia.co.id JAKARTA. PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk atau Adira Finance mencermati dampak kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate) menjadi 5,25% terhadap prospek penyaluran pembiayaan hingga akhir tahun.
Chief Financial Officer Adira Finance, Sylvanus Gani mengatakan, kenaikan BI Rate tidak hanya berdampak terhadap biaya dana perusahaan pembiayaan, tetapi juga mempengaruhi perilaku konsumen.
“Kenaikan BI Rate menjadi 5,25% menjadi salah satu faktor yang kami cermati dalam melihat prospek penyaluran pembiayaan di sisa tahun ini,” ujar Sylvanus kepada Kontan, Jumat (22/5/2026).
Ia menjelaskan, dalam kondisi suku bunga yang lebih tinggi, sebagian konsumen cenderung lebih berhati-hati atau menunda keputusan pembelian karena mempertimbangkan daya beli dan affordability.
Adira Finance Salurkan Pembiayaan Rp 11,9 Triliun pada Kuartal I-2026
Kendati demikian, Adira Finance menilai kebutuhan pembiayaan masih tetap ada, terutama untuk mendukung mobilitas dan aktivitas produktif masyarakat.
Terkait bunga pembiayaan, Gani bilang kenaikan BI Rate memang dapat memberikan tekanan terhadap biaya pendanaan perusahaan. Namun, penyesuaian bunga pembiayaan tidak dilakukan secara otomatis.
“Namun, penyesuaian tersebut tidak dilakukan secara otomatis, melainkan dengan mempertimbangkan berbagai faktor, termasuk kondisi pasar, segmentasi produk, profil risiko konsumen, tingkat persaingan, dan lainnya,” lanjutnya.
Adira Finance: Kebijakan Suku Bunga dan Kenaikan Yield Obligasi Pengaruhi Pendanaan
Untuk menjaga pertumbuhan pembiayaan di tengah tekanan suku bunga dan daya beli masyarakat, Adira Finance akan memperkuat pengelolaan margin secara disiplin, melakukan diversifikasi sumber pendanaan, serta meningkatkan efisiensi biaya operasional.
Selain itu, perusahaan juga tetap fokus menjaga kualitas aset sejak awal proses akuisisi melalui penerapan prinsip kehati-hatian. Aktivitas penagihan dan monitoring portofolio juga diperkuat guna menjaga risiko kredit bermasalah tetap terkendali.
“Dengan strategi tersebut, perusahaan berupaya menjaga keseimbangan antara pertumbuhan pembiayaan, profitabilitas, dan kualitas aset di tengah kondisi suku bunga yang lebih tinggi,” jelasnya.
Strategi Adira Finance Menjaga Kualitas Penyaluran Pembiayaan