Empat reformasi diakui MSCI, BEI coret saham HSC dari indeks unggulan

Ussindonesia.co.id JAKARTA. Seiring dengan evaluasi MSCI, Bursa Efek Indonesia (BEI) menerapkan reformasi transparansi dengan mengecualikan saham High Shareholding Concentration (HSC) dari indeks unggulan untuk memastikan indeks tetap investable.

Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia I Gede Nyoman Yetna menyampaikan BEI selalu menjalin diskusi aktif dengan MSCI. Pembicaraan dengan MSCI berjalan konstruktif dan positif.  

Seperti diketahui, MSCI sedang melakukan assessment atas market transformacy reform yang sudah dilakukan dan juga saat ini MSCI meminta feedback kepada client dan pelaku pasar atas reformasi yang dilakukan di Pasar Modal Indonesia. 

Rugi Fast Food (FAST) Menyusut 54,05% pada Tahun 2025, Intip Prospeknya ke Depan

Nyoman bilang BEI akan terus melakukan edukasi kepada publik dan pelaku pasar terkait market transparency reform dan menjawab concern dari pelaku pasar dengan menyediakan hot desk dedicated agar dapat menjalin komunikasi yang lebih intens dan akomodatif. 

“BEI juga mulai melakukan implementasi atas indeks IDX30, LQ45 dan IDX80 terkait transparency reform seperti tidak memasukkan saham yang ada dalam HSC dalam konstituen Index Flagship BEI,” jelasnya, Rabu (22/4). 

Nyoman menjelaskan hal tersebut diterapkan untuk memastikan konstituen indeks investable, selaras dengan tujuan investasi dan dapat menjadi referensi bagi investor dalam mengambil keputusan investasi.

Sejak penyelesaian market transparency reform diumumkan 2 April 2026, IHSG sudah menunjukkan peningkatan sebanyak 8% dari 7026 poin sampai dengan Selasa (21/4) ditutup 7.559. 

“Hal ini juga mencerminkan publik dan investor menyambut positif atas reform yang sudah dilakukan,” kata Nyoman. 

Dia bilang BEI akan terus melakukan inovasi dalam pengembangan dan peningkatan perlindungan investor untuk meningkatkan likuiditas, investor trust dan memastikan perdagangan dapat dilakukan dengan teratur wajar dan efisien.