Kemarin turun harga, saham ini akan beri dividen jumbo, yield 6x bunga deposito

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Satu lagi emiten yang akan memberikan dividen jumbo untuk para investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI). Dividen jumbo berasal dari PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) dengan yield hampir 13%.

Manajemen LPPF mengumumkan akan membagikan dividen tunai kepada para pemegang sahamnya sebesar Rp 556.819.820.000 atau Rp 556,81 miliar.

Berdasarkan keterbukaan informasi, Kamis (16/4/2026), LPPF berencana membagi dividen tunai untuk periode tahun buku 2025 sesuai dengan hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada 15 April 2026.

“Dividen per saham yang sudah ditentukan ialah Rp 556,81 miliar. Dividen per saham yang dibagikan senilai Rp 250 per saham,” kata manajemen, Kamis (16/4/2026).

 

TBS Energi Utama (TOBA) Bagi Dividen US$ 8,8 Juta, Simak Rekomendasi Sahamnya

Pada perdagangan Kamis 16 April 2026, harga saham LPPF ditutup di level 1.925 turun 15 poin atau 0,77% dibandingkan sehari sebelumnya. Sejak awal tahun 2026, harga saham pemilik jaringan mal Matahari ini telah naik 170 poin atau 9,69%.

Dengan harga tersebut, yiel dividen saham LPPF mencapai 12,9%. Besaran yield tersebut setara empat hingga enam kali suku bunga deposito rupiah di bank umum yang hanya 2%-3%.

Hasil RUPSLB ITSEC Asia (CYBR) Setujui Stock Split 1:2

Berikut jadwal pembagian dividen LPPF:

  • Tanggal Cum Dividen di Pasar Reguler dan Pasar Negosiasi: 23 April 2026
  • Tanggal Ex Dividen di Pasar Reguler dan Pasar Negosiasi : 24 April 2026
  • Tanggal Cum Dividen di Pasar Tunai : 27 April 2026
  • Tanggal Ex Dividen di Pasar Tunai : 28 April 2026
  • Tanggal Daftar Pemegang Saham yang berhak atas dividen tunai: 27 April 2026
  • Tanggal Pembayaran Dividen: 4 Mei 2026

Tonton: Industri Farmasi Nasional Tertekan Kenaikan Bahan Baku

Selain itu, perusahaan juga melaporkan data keuangan per 31 Desember 2025 yang mendasari pembagian dividen, antara lain, laba bersih yang dapat diatribusikan kepada entitas induk senilai Rp 725.378.570.045, saldo laba ditahan yang tidak dibatasi penggunaannya Rp 3.849.259.516.805 dan total ekuitas Rp 272.904.615.856.

Sebagai informasi, LPPF melaporkan kinerja keuangan yang terkoreksi sepanjang 2025, baik dari sisi top line maupun bottom line.

Berdasarkan laporan keuangan di keterbukaan informasi yang dirilis pada Selasa (24/3/2026), sepanjang 2025, emiten ritel fesyen ini membukukan pendapatan bersih yang turun 9,6% secara tahunan atau year-on-year (yoy) menjadi Rp 5,78 triliun dari Rp 6,4 triliun pada tahun sebelumnya.

Dari bottom line, laba bersih perseroan juga turun 12,4% yoy dari Rp 827,7 miliar menjadi Rp 725,4 miliar pada 2025. Begitu juga dengan margin laba bersih (net profit margin) yang turun tipis 2,4% yoy ke Rp 6,6 miliar dari Rp 6,7 miliar.