Prajogo borong 1,33 juta saham Barito Renewables, harga BREN terbang 4,62%

Ussindonesia.co.id , JAKARTA – Taipan Prajogo Pangestu menambah porsi kepemilikannya di saham PT Barito Rebewables Energy Tbk. (BREN). Hal ini sekaligus menambah hak suara Prajogo Pangestu dalam pengambilan keputusan perseroan. Sentimen ini mendorong harga saham BREN tumbuh 4,62%.

Melansir keterbukaan informasi, Rabu (14/1/2026), Prajogo Pangestu saat ini memiliki 139.789.700 saham BREN dengan hak suara sebesar 0,104%, dari sebelumnya 138.459.700 saham dengan hak suara sebesar 0,103%.

Transaksi pembelian 1.330.000 saham biasa tersebut dilakukan Prajogo Pangestu pada 13 Januari 2026 di kisaran harga Rp8.800 sampai Rp9.000 per saham.

“Tujuan transaksi ini adalah untuk investasi pribadi.”

Berdasarkan data pasar intraday pukul 11.30 WIB hari ini, Rabu (14/1), harga saham BREN melompat 4,62% ke Rp9.625. Kenaikan tersebut memperkecil koreksi secara year to date (YtD) menjadi sebesar 0,77%. Dalam sepekan terakhir, harga BREN tumbuh 0,26%.

Menilik kinerja keuangan BREN, perseroan dalam 9 bulan pertama 2025 mencatat pendapatan konsolidasian sebesar US$457 juta, meningkat 3,6% secara tahunan (YoY). Pertumbuhan ini didorong oleh kinerja stabil dari aset panas bumi, di mana EBITDA meningkat 5,7% YoY menjadi US$399 juta, dan margin EBITDA meningkat menjadi 87,1% dari 85,4% pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Sementara itu, laba bersih setelah pajak tumbuh 19,1% YoY menjadi US$132 juta, didorong

oleh kinerja operasional yang lebih kuat dan penurunan beban bunga sebagai hasil dari optimalisasi utang yang berhasil dilakukan sejak 2024.

Secara operasional, perseroan terus memperkuat portofolio panas buminya melalui sejumlah pencapaian penting selama periode berjalan. Proyek retrofit Salak telah berhasil diselesaikan pada kuartal III 2025, menambah kapasitas baru sebesar 7,7 MW, lebih tinggi dari perkiraan awal. Jika digabungkan dengan Unit Binary Salak yang telah beroperasi sejak Februari 2025, total kapasitas terpasang bruto pembangkit panas bumi yang dioperasikan Perseroan mencapai 910,3 MW, meningkat 24,3 MW dibandingkan kuartal III 2024 atau naik 2,7% YoY.

Kemudian, proyek retrofit Wayang Windu telah berjalan sesuai jadwal dan ditargetkan selesai pada akhir 2025, yang akan menambah kapasitas sebesar 18,4 MW. Perseroan juga telah memulai pengeboran eksplorasi di prospek Hamiding, yang menandai fase berikutnya dari strategi ekspansi jangka panjang panas bumi. 

Hendra Soetjipto Tan, CEO Barito Renewables mengatakan bahwa ke depan perusahaan akan terus berfokus pada proyek Salak Unit 7 dan Wayang Windu Unit 3 yang ditargetkan beroperasi secara komersial pada akhir 2026, sekaligus memperkuat peta jalan BREN menuju kapasitas terpasang energi terbarukan sebesar 2,3 GW pada 2032.

“Portofolio panas bumi kami terus menunjukkan kinerja yang kuat dan konsisten, ditopang oleh kinerja operasional yang unggul serta kontribusi berkelanjutan dari Unit Binary Salak. Segmen angin juga menunjukkan perbaikan yang menggembirakan, dengan produksi listrik yang mulai meningkat mendekati pola musiman,” tandasnya.