
Ussindonesia.co.id , JAKARTA — Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Nixon LP Napitupulu memberikan bocoran terkait dengan rencana pembagian dividen payout untuk tahun buku 2025.
Nixon mengatakan bahwa perseroan berencana mengusulkan pembagian dividen sebesar 30% dari laba tahun buku 2025. Rasio tersebut meningkat dibandingkan pembagian dividen tahun buku 2024 yang sebesar 25% dari laba.
“Dividen kita rencana, kita akan usulkan 30%, naik dari tahun lalu,” ujar Nixon di Kantor BTN, Jakarta Pusat, Jumat (13/3/2026).
Menurutnya, usulan kenaikan dividen tersebut dilakukan perseroan untuk mengelola sekaligus meningkatkan return on equity (ROE) BTN. Perseroan pun menargetkan ROE pada tahun ini naik sekitar 2% dibandingkan tahun sebelumnya.
“Kita ingin lebih baik dari tahun lalu. Naik 2% lah dari tahun lalu,” ujarnya.
Historis Dividen BTN
BTN membagikan dividen senilai Rp751,83 miliar untuk tahun buku 2024. Berdasarkan catatan Bisnis, bank tersebut membukukan laba bersih Rp3 triliun pada 2024, sehingga rasio pembagian dividen setara dengan 25% dari laba perseroan. Nilai dividen tersebut setara dengan Rp53,57 per saham.
Dalam rapat umum pemegang saham (RUPS), para pemegang saham BTN juga menyepakati penggunaan 75% laba tahun buku 2024 atau sekitar Rp2,25 triliun sebagai saldo laba ditahan.
Sebelumnya, pada tahun buku 2023, BTN membagikan dividen tunai senilai Rp700,19 miliar atau Rp49,89 per saham. Jumlah tersebut mencerminkan dividend payout ratio sebesar 20% dari laba bersih BTN yang mencapai Rp3,5 triliun pada tahun tersebut.
Adapun untuk tahun buku 2022, bank spesialis pembiayaan perumahan ini membagikan dividen sebesar Rp609 miliar atau Rp43,39 per saham. Nilai tersebut juga mencerminkan rasio pembagian dividen 20% dari laba bersih BTN tahun buku 2022 yang mencapai Rp3,04 triliun.
Sementara itu, untuk tahun buku 2020, BTN memutuskan tidak membagikan dividen kepada pemegang saham. Melalui RUPS, perseroan menetapkan seluruh laba bersih 2020 sebesar Rp1,6 triliun sebagai cadangan.