
Ussindonesia.co.id JAKARTA — Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi melakukan penyesuaian kriteria evaluasi konstituen Indeks IDX80.Penyesuaian tersebut telah diterapkan dalam evaluasi mayor April 2026 dan akan mulai berlaku efektif pada awal Mei 2026.
BEI menyebut evaluasi ini diambil untuk meningkatkan kualitas indeks agar lebih mencerminkan dinamika pasar saham Indonesia.
“Mempertimbangkan kebutuhan indeks yang lebih mewakili dinamika pasar, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan penyesuaian atas kriteria evaluasi konstituen indeks,” bunyi pengumuman yang dikutip, Rabu (22/4/2026).
Secara umum, kriteria dasar dalam penentuan saham yang masuk ke dalam universe IDX80 masih mengacu pada saham-saham konstituen IHSG yang telah tercatat lebih dari enam bulan, serta 150 saham dengan nilai transaksi tertinggi di pasar reguler selama 12 bulan terakhir.
: BEI Perketat Aturan Indeks, BREN-DSSA Berisiko Terdepak dari LQ45 & IDX80
Selain itu, saham juga tetap harus memenuhi batas minimum kapitalisasi pasar free float. Namun, terdapat sejumlah perubahan penting. Salah satunya terkait likuiditas perdagangan.
Jika sebelumnya kriterianya adalah saham tidak pernah disuspensi dan selalu ditransaksikan setiap hari dalam 6 bulan terakhir. Dalam penyesuaian yang terbaru menjadi paling banyak 1 hari tidak ditransaksikan dalam 6 bulan terakhir.
Sementara terkait dengan minimum rasio free float sebesar 10% atau sesuai ketentuan pemenuhan free float dalam Peraturan I-A (mana yang lebih tinggi).
Perubahan signifikan lainnya adalah penambahan kriteria baru, yakni saham tidak boleh masuk dalam kategori High Shareholding Concentration (HSC).
Penyesuaian ini juga dilakukan sesuai dengan Pengumuman PT Bursa Efek Indonesia No. Peng -00058/BEI.POP/03-2024 perihal Penyesuaian Kriteria Evaluasi Indeks IDX30, LQ45 dan IDX80.
Selain itu juga pengumuman PT Bursa Efek Indonesia No. Peng-00210/BEI.POP/10-2024 perihal Perpanjangan Waktu Pemenuhan Rasio Free Float untuk Evaluasi indeks IDX30, LQ45, dan IDX80.
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.