
Saham-saham di Uni Emirat Arab (UEA) anjlok pada pembukaan perdagangan hari ini, Rabu (4/3). Perdagangan saham di UEA sempat ditutup selama dua hari untuk melindungi pasar-pasar utama akibat serangan AS-Israel ke Iran.
Dikutip dari Bloomberg, Rabu (4/3), Indeks Pasar Umum Keuangan Dubai anjlok 4,7 persen di awal perdagangan. Sementara Emirates NBD bank PJSC dan Emaar Properties PJSC memimpin penurunan. Indeks Umum FTSE ADX Abu Dhabi turun 2,9 persen.
Otoritas Pasar Modal UEA menutup sementara Pasar Keuangan Dubai dan Bursa Efek Abu Dhabi pada 2-3 Maret imbas ratusan rudal dan drone yang ditembakkan dari Iran, yang merupakan respons atas serangan AS-Israel yang dimulai pada Sabtu (28/2) pekan lalu.
Regulator UEA dalam pernyataannya pada Selasa (3/3) mengatakan perdagangan akan kembali dilanjutkan pada Rabu ini. Bursa Efek Dubai mengatakan sedang menerapkan batas penyesuaian sementara turun ambang batas sebesar 5 persen.
UEA telah berupaya menangkis puluhan proyektil yang ditembakkan dari Iran. Sebab, apa yang terjadi di Iran mengancam citra UEA sebagai tempat yang tenang di kawasan yang sering bergejolak.
Sebagai pusat keuangan di Timur Tengah, saham di Dubai melonjak ke level tertinggi pada Februari lalu karena investor bertaruh pada perekonomiannya yang tangguh. Sebelumnya, indeks acuan utamanya mengalami kenaikan luar biasa sebesar 300 persen yang dimulai hampir 6 tahun lalu, didorong oleh peningkatan konsumsi, booming properti, dan perluasan layanan keuangan.
Saham di Qatar, Arab Saudi, dan Kuwait juga turun minggu ini. Namun, saham yang terdaftar di Riyadh mulai memulihkan sebagian kerugian karena harga minyak melonjak akibat terhambatnya pasokan di kawasan itu akibat perang.