
Ussindonesia.co.id Jakarta. Kesempatan terakhir untuk mendapatkan dividen jumbo PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS). Hari ini, Senin 11 Mei 2026 adalah cum dividen date saham SSMS dengan yield lebih dari 6%.
Cum dividen date adalah periode akhir suatu saham mengandung hak atas dividen. Investor yang ingin mendapatkan dividen, wajib membeli saham tersebut paling lambat saat cum dividen dan menyimpannya hingga tanggal pencatatan saham penerima dividen (recording date).
Berikut jadwal lengkap pembayaran dividen saham SSMS:
- Tanggal perdagangan bursa yang memuat dividen tunai (Cum Dividen) di Pasar Reguler dan Pasar Negosiasi : 11 May 26
- Tanggal perdagangan bursa tidak memuat dividen tunai (Ex Dividen) di Pasar Reguler dan Pasar Negosiasi : 12 May 26
- Tanggal perdagangan bursa yang memuat dividen tunai (Cum Dividen) di Pasar Tunai : 13 May 26
- Tanggal perdagangan bursa tidak memuat dividen tunai (Ex Dividen) di Pasar Tunai : 18 May 26
- Tanggal Penentuan Pemegang Saham yang berhak mendapat dividen tunai di dalam rekening Efek (Recording Date): 13 May 26
- Tanggal Pembayaran dividen tunai : 4 Jun 26
Simak Rekomendasi Saham Cimory (CMRY) yang Cetak Kinerja Moncer di Kuartal I-2026
Emiten perkebunan kelapa sawit akan membagikan dividen sebesar Rp 800 miliar. Ini setara dengan 68,92% dari perolehan laba bersih tahun buku 2025.
Direktur Utama Sawit Sumbermas Sarana Jap Hartono menjelaskan nantinya setiap pemegang saham SSMS akan memperoleh dividen Rp 83,99 per saham yang akan didistribusikan secara proposional sesuai persentase kepemilikan sahamnya.
Pada perdagangan Jumat 8 Mei 2026, harga saham SSMS Rp 1.390, turun 25 poin atau 1,77% secara harian. Dengan harga tersebut, yield dividen saham SSMS mencapai 6,04%.
NIlai tersebut hampir setara dengan tiga kali lipat bunga deposito rupiah di bank umum yang mencapai 2%an per tahun.
Tonton: 321 WNA Digerebek di Markas Judi Online Jakarta! Diduga Masuk RI Pakai Bebas Visa, 275 Tersangka
Adapun aksi korporasi ini telah mendapatkan persetujuan dari pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang diselenggarakan pada Kamis (30/4).
“Sisa dari laba bersih SSMS senilai Rp 360,69 miliar atau 31,08% akan dimasukan sebagai cadangan lainnya yang akan menambah saldo laba ditahan,” jelasnya dalam paparan publik, Kamis (30/4).
Jap meyakini prospek industri kelapa sawit pada 2026 masih akan positif. Ini seiring dengan permintaan global yang masih tinggi terhadap minyak nabati seiring perkembangan industri.
“Permintaan global terhadap minyak nabati diperkirakan terus meningkat seiring pertumbuhan populasi, perkembangan industri pangan, serta meningkatnya kebutuhan energi alternatif yang lebih berkelanjutan,” kata dia.