
Ussindonesia.co.id JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah pada Rabu (15/4/2026). IHSG melemah terdorong saham-saham seperti BUMI, PTRO, hingga BBRI.
Berdasarkan data RTI Infokom pada pukul 16.00 WIB IHSG berada pada posisi 7.623 atau naik 0,68%. Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG bergerak pada rentang 7.623-7.773.
Tercatat, 380 saham menguat, 292 saham melemah, dan 149 saham bergerak di tempat. Kapitalisasi pasar terpantau berada pada level Rp13.606 triliun.
Saham Grup Bakrie PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) menjadi saham yang paling aktif diperdagangkan dengan nilai Rp1,2 triliun hari ini. Akan tetapi, saham BUMI ditutup melemah 3,82% ke level Rp252 per saham.
: Daya Tahan Saham Menara TOWR, TBIG, MTEL Cs Saat Pasar Bergejolak
Saham lainnya yang aktif diperdagangkan adalah saham PT Petrosea Tbk. (PTRO) yang mencapai Rp1,1 triliun. Sama seperti saham BUMI, saham PTRO ditutup melemah 4,14% ke level Rp6.375 per saham.
Saham ketiga yang juga paling aktif diperdagangkan adalah saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI), yang mencapai Rp1,73 triliun. Saham BBRI ditutup melemah 4,14% ke level Rp6.375 per saham pada perdagangan hari ini.
Saham lain yang juga melemah sore ini adalah BRPT yang melemah 2,46% ke level Rp2.380, saham CUAN turun 1,32% ke level Rp1.495, dan saham BMRI turun 1,27% ke level Rp4.650 per saham.
Tim Riset Pilarmas Investindo Sekuritas menjelaskan kepercayaan pasar menguat setelah laporan bahwa Washington dan Teheran sedang mempertimbangkan putaran negosiasi kedua, dengan keterlibatan diplomatik yang berkelanjutan meningkatkan ekspektasi akan potensi kesepakatan dan meredakan kekhawatiran atas gangguan pasokan.
Menurut Pilarmas Investindo Sekuritas, hal ini akan memberikan sebuah harapan jika Amerika Serikat (AS) dan Iran dapat mencapai kesepakatan untuk mengakhiri konflik.
Sementara itu, Departemen Luar Negeri AS mengumumkan bahwa Israel dan Lebanon telah menyepakati dimulainya dialog langsung. Kesepakatan mengenai waktu dan lokasi ini tercapai setelah kedua belah pihak menjalani pertemuan yang difasilitasi oleh AS di Washington.
Dari dalam negeri, Gubernur Bank Indonesia (BI) dalam pertemuan dengan sejumlah investor di New York dan Boston mengungkapkan bahwa bauran kebijakan berada pada arah yang tepat, dengan fokus pada stabilitas dan ketahanan eksternal melalui pengelolaan suku bunga, intervensi valuta asing, serta penguatan likuiditas domestik, yang didukung oleh komitmen fiskal menjaga defisit di bawah 3% PDB melalui reformasi subsidi dan realokasi anggaran yang lebih produktif.
Hal ini untuk memberikan dan memperkuat kepercayaan pada investor global terkait ketahanan ekonomi Indonesia, sehingga ini akan memberikan peluang terkait arus modal masuk, menstabilkan nilai tukar rupiah, dan memperkuat pasar keuangan domestik.
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.