Prabowo soal MBG: Lebih baik anggaran untuk makan rakyat ketimbang dikorupsi

Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk terus melanjutkan Program Makan Bergizi Gratis atau MBG. Ia menyatakan lebih baik anggaran yang ada untuk memberi makan rakyat daripada dikorupsi.

Prabowo mengatakan, hal itu dilakukan sebagai bentuk keberpihakan nyata negara kepada rakyat, khususnya anak-anak dan kelompok rentan.

Program MBG, kata dia, tidak hanya bertujuan mengatasi persoalan gizi dan gizi buruk, tetapi juga menjadi bagian dari strategi pembangunan sumber daya manusia sekaligus penggerak ekonomi rakyat.

Di tengah berbagai kritik dan tantangan fiskal, Presiden Prabowo menekankan program MBG tetap menjadi prioritas karena menyangkut kebutuhan dasar masyarakat.

“Saya akan bertahan sedapat mungkin. Daripada uang-uang dikorupsi, lebih baik rakyat saya bisa makan. Anda enggak lihat anak-anak yang stunting? Saya lihat. Saya kampanye sekian kali, saya di desa-desa, saya lihat. Umurmu berapa? 11 tahun. Badannya anak empat tahun. Saya yakin saya berada di jalan yang benar. Uang kita ada,” kata Prabowo dalam wawancara, yang ditulis ulang dalam keterangan pers, Minggu (22/3).

Selain dampak sosial, Presiden Prabowo menekankan program MBG memiliki dampak ekonomi yang luas melalui penciptaan lapangan kerja di berbagai sektor, mulai dari dapur produksi hingga rantai pasok pangan.

“MBG nanti, pada puncaknya, kita akan punya 31 ribu dapur. Katakanlah, untuk gampang, hitungnya 30 ribu dapur. Tiap dapur mempekerjakan 50 orang. Itu sudah 1,5 juta kerja,” ujar Prabowo.

“Tiap dapur menciptakan vendor-vendor supplier antara lima sampai 10 vendor tiap dapur yang menjual telur, wortel, sayur. Tiap vendor ini empiris mempekerjakan sekitar lima petani. Jadi itu sudah berapa? Sudah 50 lagi. Another 1,5 juta orang kerja,” Prabowo menambahkan.

Terkait berbagai kritik dan temuan di lapangan, Presiden Prabowo mengakui masih terdapat kekurangan dalam implementasi program MBG, namun pemerintah telah mengambil langkah tegas untuk melakukan penertiban.

“Ada seribu, lebih seribu (dapur) yang sudah kami tutup,” ungkapnya.

Presiden Prabowo juga menegaskan pembiayaan program MBG tidak berasal dari utang baru, melainkan dari efisiensi dan pengurangan kebocoran anggaran negara. “Uang kita ada. Tinggal kita organisir, kita kurangi kebocoran,” kata Prabowo.

Menurut Presiden Prabowo, kebijakan ini merupakan bagian dari upaya memastikan manfaat ekonomi benar-benar dirasakan oleh masyarakat luas, khususnya kelompok bawah yang selama ini belum sepenuhnya menikmati hasil pembangunan.

“Rakyat kita sebagian besar sudah terlalu lama tidak menikmati kebaikan daripada ekonomi kita,” ujar dia.