Apa Dampak UEA Keluar dari OPEC ke Global? Ini Positif Negatifnya

Uni Emirat Arab (UEA) mengumumkan keputusan untuk keluar dari Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak atau Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC) dan OPEC+ mulai 1 Mei 2026 mendatang. Keputusan tersebut disampaikan di tengah perang Amerika Serikat–Iran memicu gangguan distribusi minyak dan lonjakan harga global.

Langkah UEA ini mengguncang salah satu blok paling berpengaruh dalam industri energi global, terutama industri minyak mentah. UEA menyebut, langkah itu diambil untuk memprioritaskan “kepentingan nasional” dan menyesuaikan strategi energi jangka panjangnya.

Lantas apa dampak UEA keluar dari OPEC ke global? Berikut keuntungan dan kerugian keputusan dari keputusan UEA keluar dari OPEC.

Apa Dampak UEA Keluar dari OPEC ke Global? OPEC (Katadata)

Mengutip dari Reuters, Secara umum keluarnya UEA dari OPEC dan OPEC+ dapat memicu risiko perang harga minyak di masa depan. Bahkan, keputusan ini dapat memberikan tekanan terhadap harga minyak dalam jangka panjang karena UEA merupakan anggota paling berpengaruh kedua setelah Arab Saudi.

Baca juga:

  • UEA Tinggalkan OPEC, RI Harapkan Stabilitas dan Keamanan Suplai Energi Global
  • Apa Itu OPEC? Organisasi Pengendali Minyak Dunia yang Kini Ditinggalkan UEA
  • UEA Keluar dari Keanggotaan, OPEC Terancam Sulit Kendalikan Pasar Minyak

UEA adalah salah satu dari sedikit anggota yang memiliki kapasitas produksi cadangan (spare capacity) yang signifikan untuk memengaruhi harga dan merespons guncangan pasokan. Kapasitas cadangan adalah produksi menganggur yang dapat diaktifkan dengan cepat untuk mengatasi krisis besar.

Selama ini, Arab Saudi dan UEA secara bersama-sama mengendalikan mayoritas kapasitas cadangan dunia yang mencapai lebih dari 4 juta barel per hari. Keputusan UEA keluar dari OPEC juga dapat merusak kemampuan anggota lainnya dalam mengelola OPEC sebagai sebuah organisasi.

Keluarnya UEA dari OPEC juga terjadi di tengah situasi regional yang sangat rapuh. Penutupan Selat Hormuz telah menjebak lebih dari 13 juta barrel minyak per hari pasokan minyak dunia atau sekitar 13 persen dari pasokan global.

Menurut laporan Al Jazeera, UEA keluar dari OPEC setelah mengkritik negara-negara Arab lainnya karena tidak berbuat cukup untuk melindunginya dari berbagai serangan Iran selama perang. UEA menjadi salah satu negara Teluk yang menjadi target serangan balasan dari Teheran selama perang di Timur Tengah.

Negara ini juga menghadapi masalah dalam hubungannya dengan negara tetangganya, Arab Saudi. Selama ini Arab Saudi juga pengekspor minyak terbesar di dunia dan kekuatan dominan di dalam OPEC.

UEA juga sedang mempersiapkan transisi menuju energi yang lebih beragam, termasuk energi terbarukan. Dengan meningkatkan produksi minyak dalam jangka pendek, mereka berharap bisa mendapatkan pemasukan lebih besar untuk investasi masa depan.

Dampak Negatif Uni Emirat Arab Keluar dari OPEC

Kepergian UEA juga bisa berdampak negatif (bearish) pada harga di masa depan. Hengkangnya UEA dianggap memiliki dampak yang jauh lebih besar karena kapasitas produksi dan pengaruh regionalnya yang kuat.

Sebab merusak kohesi yang dibutuhkan di antara produsen untuk menjaga agar harga tidak jatuh terlalu dalam saat terjadi kelebihan pasokan. Berikut beragam dampak negatif UEA keluar dari OPEC:

  1. OPEC kehilangan salah satu anggota penting

    UEA merupakan produsen minyak besar, sehingga keluarnya negara ini dapat mengurangi kekuatan kolektif OPEC dalam mengendalikan pasar.

  2. Stabilitas harga minyak bisa terganggu

    Kepergian UEA juga memicu fluktuasi harga yang lebih tajam di pasar global.

  3. Beban lebih besar bagi negara lain

    Negara seperti Arab Saudi kemungkinan harus mengambil peran lebih besar untuk menjaga keseimbangan pasokan dan harga.

  4. Ketidakpastian pasar meningkat

    Keputusan ini dapat memicu spekulasi di pasar energi, terutama di tengah tensi geopolitik global yang belum stabil karena penutupan Selat Hormuz.

Dampak Positif Uni Emirat Arab Keluar dari OPEC

Keputusan ini membawa beberapa keuntungan bagi UEA sekaligus memberikan dampak pada pasar global, antara lain:

  1. Produksi minyak bisa meningkat

    Setelah UEA tidak lagi terikat kuota produksi, sehingga dapat mengoptimalkan kapasitasnya untuk meningkatkan output.

  2. Kebijakan energi lebih fleksibel

    Pemerintah memiliki ruang lebih luas dalam menentukan strategi energi sesuai kepentingan nasional tanpa harus mengikuti kesepakatan kolektif.

  3. Potensi menambah pasokan global

    Pasokan minyak dunia bisa bertambah dan berpotensi menekan harga dalam jangka tertentu jika UEA meningkatkan produksi secara masif.

  4. 4Mendorong strategi ekonomi jangka panjang

    Keputusan ini memberi peluang bagi UEA untuk mempercepat diversifikasi ekonomi dan investasi di sektor energi baru maupun nonmigas.