
Ussindonesia.co.id Jakarta. Kesempatan terakhir untuk mendapatkan dividen dari saham blue chip, PT AKR Corporindo Tbk (AKRA). Hari ini, Rabu 6 Mei 2026 adalah cum dividen date saham AKRA. Investor bisa mendapatkan dividen sebesar Rp 10.000 per lot saham AKRA.
Cum dividen date adalah periode akhir suatu saham memiliki hak dividen. Investor yang ingin mendapatkan dividen harus membeli saham tersebut paling lambat saat cum dividen date dan menyimpannya hingga tanggal pencatatan (recording date).
AKRA telah menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada Senin (27/4). Dalam rapat ini, AKRA mendapat restu dari pemegang saham untuk membagikan dividen tunai tahun buku 2025 sebesar Rp 100 per saham dengan total nilai Rp 1,98 triliun.
Dengan demikian, investor bisa mendapatkan dividen Rp 10.000 dari setiap lot saham AKRA.
Asal tahu saja, pada 2025 lalu AKRA meraih laba bersih tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 2,47 triliun.
BEI Buka Suspensi MSIE dan BAIK Mulai Perdagangan Rabu (6/5)
Berikut jadwal lengkap pembayaran dividen saham AKRA:
- Cum Date (Pasar Reguler & Negosiasi): 6 Mei 2026
- Ex Date (Pasar Reguler & Negosiasi): 8 Mei 2026
- Cum Date (Pasar Tunai): 11 Mei 2026
- Recording Date: 11 Mei 2026
- Payment Date (Pembayaran): 21 Mei 2026
Tonton: Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,61% di
Yield Dividen Saham AKRA
Pada perdagangan Selasa 5 Mei 2026, harga saham AKRA ditutup di level 1.520 turun 50 poin atau 3,18% dibandingkan sehari sebelumnya. Dengan harga tersebut, yield dividen saham AKRA mencapai 6,58%.
Sementara itu, suku bunga deposito rupiah di bank umum saat ini hanya sekitar 2%. Artinya, yield dividen saham AKRA setara tiga kali lipat bunga deposito.
Kinerja Ritel Kinclong pada Kuartal I- 2026, Cermati Saham yang Menarik Dikoleksi
Rekomendasi Saham AKRA
Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta rekomendasi beli saham AKRA dengan target harga Rp 1.605 per saham.
Menurutnya, kinerja AKRA tahun 2026 akan terdorong oleh KEK JIIPE. Hal ini didukung oleh pertumbuhan permintaan lahan dan potensi peningkatan recurring income atas aktivitas para tenant di kawasan industri tersebut.
“Kinerja positif kuartal I-2026 mestinya bisa berlanjut,” tutur dia, Senin (27/4/2026).
AKRA juga masih bisa bertahan dari volatilitas harga minyak dunia di tengah konflik geopolitik di Timur Tengah. Model bisnis AKRA yang terbiasa meneruskan (pass-through) kenaikan harga minyak kepada pelanggannya dapat membuat margin keuntungan mereka tetap terjaga.
Meski begitu, risiko seperti tersendatnya pasokan impor minyak mentah juga perlu diwaspadai oleh AKRA. Emiten ini perlu memperkuat strategi efisiensi rantai pasok dan digitalisasi logistik untuk memitigasi risiko tersebut.
“Peningkatan kapasitas penyimpanan tangki juga diperlukan untuk mengembangkan stok,” jelas dia.