Indeks Bisnis-27 ditutup hijau ditopang penguatan saham BUMI, NCKL & INCO

Ussindonesia.co.id , JAKARTA — Indeks Bisnis-27 ditutup di zona hijau pada perdagangan Rabu (1/4/2026), seiring penguatan saham big caps seperti BUMI, NCKL hingga INCO.

Berdasarkan data IDX Mobile, Indeks harian kerja sama dengan harian Bisnis Indonesia menguat 1,11% ke level 488,46 pada penutupan perdagangan hari ini. Sepanjang sesi, indeks bergerak fluktuatif di kisaran 486,19 hingga 493,84.

Mayoritas saham konstituen yakni sebanyak 16 saham menghijau, 9 saham melemah, dan 2 stagnan.

: Rapor Merah IHSG Kuartal I/2026: Indeks Utama dan Saham Sektoral Kompak Koreksi

Penguatan indeks dipicu oleh melajunya sejumlah saham berkapitalisasi besar setelah mencatatkan penguatan. Saham PT Bumi Resurces Tbk. (BUMI) memimpin penguatan sebesar 10,19% ke level Rp238, disusul saham PT Trimegah Bangun Persada Tbk. (NCKL) yang juga menguat 7,83% ke level Rp1.170, saham PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) melonjak 7,48% ke level Rp5.750.

Berikutnya ada saham PT Barito Pacific Tbk. (BRPT) yang naik 6,96% ke level Rp1.460, serta saham PT Aneka Tambang (peresro) Tbk. (ANTM) naik 6% ke level Rp3.710.

: : Indeks Bisnis-27 Dibuka Menguat, Saham INCO, BRPT dan BUMI Tancap Gas

Sebaliknya saham-saham yang menjadi penekan utama dan membebani indeks antara lain saham PT Medco Energi Internasional Tbk. (MEDC) melemah 7,67% ke level Rp1.685, saham PT Bukit Asam (Persero) Tbk. (PTBA) terkoreksi 6,29% ke level Rp2.980, saham PT Alamtri Resources Indonesia Tbk. (ADRO) melemah 3,49% ke level Rp2.490, hingga saham PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. (INKP) melemah 1,97% ke level Rp9.950.

Tim Riset  Sinarmas Sekuritas menilai sentimen positif dipicu laporan bahwa Presiden Iran Masoud Pezeshkian terbuka untuk mengakhiri konflik regional dengan syarat tertentu, sehingga meningkatkan harapan deeskalasi.

: : Indeks Bisnis-27 Ditutup Melemah, Saham MEDC hingga BUMI ke Zona Merah

Dari dalam negeri, pemerintah Indonesia resmi menetapkan delapan kebijakan efisiensi sebagai langkah mitigasi global. BPH Migas memastikan saat ini belum ada pembatasan pembelian BBM subsidi seperti Pertalite dan Biosolar.

Selain itu, rilis data Inflasi Maret 2026 tercatat sebesar 3,48% secara tahunan dengan Indeks Harga Konsumen atau IHK mencapai 110.95. Kenaikan harga terutama didorong oleh kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya (15,32%), perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga (7,24%), serta makanan, minuman, dan tembakau (3,34%).

Kontribusi tambahan berasal dari kesehatan (1,49%), penyediaan makanan dan minuman/restoran (1,42%), pendidikan (1,14%), rekreasi, olahraga, dan budaya (1,08%), transportasi (0,61%), pakaian dan alas kaki (0,65%), serta perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga (0,24%). Sementara itu, tekanan inflasi sedikit tertahan oleh penurunan pada kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan (-0,03%).

______

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.