Perdana 2026, TP Rachmat lepas 8,95 juta saham ESSA

Ussindonesia.co.id – , JAKARTA — Untuk pertama kalinya pada tahun ini, Theodore Permadi Rachmat atau yang dikenal dengan sebutan TP Rachmat terpantau melakukan transaksi jual saham PT Essa Industries Indonesia Tbk. (ESSA).

Sementara itu, di lantai bursa pergerakan saham emiten kongsi Boy Thohir dan TP Rachmat itu, terpantau menghijau pada perdagangan hari ini, Senin (9/3/2026).

Dibuka dengan harga Rp785 per lembar setelah akhir pekan lalu ditutup di level Rp770 per lembar, saham ESSA bertengger di level Rp795 per lembar pada pukul 11.26 WIB.

Dengan harga Rp795 per lembar, saham ESSA tercatat menguat 29,27% sejak awal tahun (year-to-date/YtD) 2026 dan naik 27,20% dalam 6 bulan terakhir, dengan kapitalisasi pasar sebesar Rp13,61 triliun.

Adapun, mengacu pada data PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) yang diperbarui dan dirilis oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) per 5 Maret 2026, TP Rachmat terpantau melepas sebanyak 8,95 juta lembar saham ESSA.

: Rapor Emiten Boy Thohir: Kinerja ADRO dan AADI Tersengat Batu Bara, Laba ESSA Turun

Per 5 Maret 2026, TP Rachmat tercatat menggenggam sebanyak 1,22 miliar (1.224.349.556) lembar saham ESSA atau setara dengan kepemilikan 7,11%, menyusut dibandingkan dengan sebelumnya sebanyak 1,23 miliar (1.233.307.456) lembar atau setara dengan 7,16%.

TP Rachmat tercatat melakukan transaksi jual saham ESSA tersebut lewat PT Banana Sekuritas. Transaksi TP Rachmat di saham ESSA ini juga terpantau menjadi yang pertama sepanjang tahun berjalan 2026, mengingat kepemilikannya di Essa Industries berdasarkan Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek yang berakhir pada 31 Januari 2026 masih sebesar 7,16% atau 1,23 miliar lembar.

Begitu juga jika mengacu pada Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek yang berakhir pada 31 Desember 2025, TP Rachmat ketika itu masih mengempit saham ESSA dengan jumlah yang sama sebelum transaksi jual terjadi.

Untuk diketahui, ESSA meraih laba bersih pada 2025 senilai US$40 juta atau setara Rp676,76 miliar dengan asumsi kurs Jisdor di level Rp16.919 per dolar AS pada Jumat (6/3/2026).

Perolehan laba bersih ESSA sepanjang tahun buku 2025 ini turun 11% dibandingkan dengan capaian tahun buku 2024 yang menembus angka US$45 juta.

Koreksi pada laba bersih sejalan dengan pendapatan usaha ESSA yang mencapai US$295 juta atau turun tipis 2% secara tahunan (year-on-year/YoY).

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.