
Ussindonesia.co.id , JAKARTA — Bank Indonesia (BI) melaporkan kinerja kegiatan dunia usaha pada kuartal I/2026 melambat apabila dibandingkan dengan kuartal sebelumnya, meski tetap berada di zona ekspansi.
Direktur Departemen Komunikasi Anton Pitono memaparkan nilai Saldo Bersih Tertimbang (SBT) sebesar 10,11% pada kuartal I/2026. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan capaian kuartal III/2025 yang mencatatkan SBT sebesar 10,61%.
Bahkan, apabila ditarik secara historis, ini menjadi perlambatan ketiga dalam tiga kuartal terakhir. SBT sebesar 10,11% itu juga menjadi yang terendah sejak kuartal I/2025 atau setahun lalu (7,63%).
: Survei: 75,1% Masyarakat Percaya terhadap Kinerja Pemerintahan Prabowo-Gibran
Meski demikian, BI menilai kinerja kegiatan usaha tetap terjaga, ditopang oleh momentum Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) seperti Tahun Baru Imlek, Hari Suci Nyepi, periode Ramadan dan Idulfitri 1447 H, serta dimulainya musim panen pada komoditas pertanian.
“Kinerja mayoritas Lapangan Usaha [LU] tercatat positif, bersumber dari LU Jasa Keuangan, LU Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan, LU Industri Pengolahan, serta LU Perdagangan Besar dan Eceran, dan Reparasi Mobil dan Motor,” jelas Anton dalam keterangannya, Jumat (17/4/2026).
: : Survei Indikator: Pemudik Puas dengan Layanan Lebaran 2026
Perinciannya, sektor Jasa Keuangan mencatatkan SBT sebesar 1,94%, diikuti oleh LU Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan sebesar 1,54%, Industri Pengolahan sebesar 1,46%, serta Perdagangan Besar dan Eceran, dan Reparasi Mobil dan Motor sebesar 1,24%.
Sementara itu, kapasitas produksi terpakai tercatat sebesar 73,33% pada kuartal I/2026, meningkat dibandingkan periode sebelumnya sebesar 73,15%. Peningkatan kapasitas produksi ditopang oleh LU Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan (72,53%) dan LU Industri Pengolahan (70,31%) sejalan dengan peningkatan aktivitas usahanya.
: : Rekrutmen Bank Indonesia 2026 Resmi Dibuka hingga 17 April, Ini Link dan Daftar Posisi
Kendati demikian, LU lainnya tercatat melambat seperti Pengadaan Listrik (80,49%), LU Pertambangan dan Penggalian (68,55%) dan LU Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah, dan Daur Ulang (74,74%) sejalan dengan aktivitas usahanya.
Di sisi lain, kondisi ketenagakerjaan menunjukkan perlambatan. Penggunaan tenaga kerja mencatat SBT sebesar 0,28% pada kuartal I/2026, lebih rendah dibandingkan dengan SBT kuartal sebelumnya sebesar 0,72%.
Lebih lanjut, Saldo Bersih (SB) Likuiditas tercatat sebesar 17,05%, lebih rendah dari SB 18,72% pada kuartal sebelumnya. Persentase responden yang menjawab kondisi likuiditas “lebih baik” sebesar 23,98%, lebih rendah dibandingkan 25,93% pada periode sebelumnya.
Pada kuartal II/2026, responden survei BI optimistis kegiatan usaha akan kembali meningkat. Bank Indonesia memprakirakan SBT kegiatan usaha pada kuartal I/2026 akan menembus level 14,80%.
Optimisme tersebut diprakirakan bersumber dari LU Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan (SBT 2,38%) sejalan dengan berlanjutnya musim panen komoditas pangan dan tanaman perkebunan, serta perikanan sesuai pola musimannya; kemudian LU Pertambangan dan Penggalian (SBT 0,74%) didukung penurunan curah hujan sehingga mendorong aktivitas pertambangan; serta LU Konstruksi (SBT 1,02%) seiring dengan dimulainya pengerjaan sejumlah proyek.