Bos BCA Digital buka suara soal rumor IPO blu by BCA

Ussindonesia.co.id JAKARTA. PT Bank Digital BCA (blu by BCA) buka suara terkait rencana untuk melantai di bursa lewat initial public offering (IPO).

Lanny Budiati, Direktur Utama BCA Digital, menegaskan bahwa rencana untuk melantai di bursa melalui IPO belum menjadi prioritas perusahaan dalam waktu dekat.

“Sepanjang tahun 2026, BCA Digital memilih untuk memfokuskan strategi bisnis pada penguatan inovasi produk dan peningkatan kualitas layanan,” kata Lanny kepada kontan.co.id, Rabu (28/1/2026).

Lebih lanjut, Lanny menyampaikan bahwa perusahaan saat ini lebih menitikberatkan pada pengembangan produk yang relevan dengan kebutuhan nasabah serta memastikan layanan yang andal dan berkualitas.

Harga Saham BBCA Anjlok, BCA Minta Restu Bakal Buyback Saham Rp 5 Triliun

Menurutnya, strategi tersebut dilakukan untuk mendorong peningkatan jumlah dan aktivitas transaksi nasabah, dengan tetap memperhatikan aspek efektivitas serta efisiensi biaya operasional. Langkah ini dinilai penting guna menjaga keberlanjutan bisnis di tengah persaingan industri perbankan digital yang semakin ketat.

Ke depan, BCA Digital berharap fundamental perusahaan dan kinerja keuangan dapat terus terjaga dengan baik sebagai landasan pertumbuhan jangka panjang.

“Fokus utama kami adalah memastikan fundamental dan kinerja keuangan BCA Digital senantiasa terjaga,” tutup Lanny.

Asal tahu saja, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dan entitas anak berhasil membukukan laba bersih sebesar 4,9% secara tahunan atau year on year (YoY) menjadi Rp57,5 triliun per Desember 2025.

  BBCA Chart by TradingView  

Hal ini salah satunya ditopang oleh pendapatan bunga bersih (net interest income) BCA yang tumbuh 4,1% YoY, dan pendapatan selain bunga naik 16% YoY.

Dari sisi intermediasi, BCA mencatat pertumbuhan total kredit 7,7% secara tahunan (YoY) menjadi Rp993 triliun per Desember 2025. Adapun dari sisi penghimpunan dana, BCA berhasil mencatat total DPK tumbuh 10,2% YoY mencapai Rp1.249 triliun.