BEI intensif lobi MSCI, ancaman downgrade saham Indonesia mulai mereda

Ussindonesia.co.id  JAKARTA. Bursa Efek Indonesia (BEI) terus mengintensifkan komunikasi dengan penyedia indeks global, MSCI, di tengah upaya memperbaiki persepsi terhadap pasar saham domestik. 

Langkah ini dilakukan seiring sinyal meredanya risiko penurunan status (downgrade) saham Indonesia di indeks global.

Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, mengatakan pihaknya aktif menjalin dialog dengan MSCI dan berharap lembaga tersebut segera mengakui berbagai rencana reformasi yang tengah dijalankan otoritas pasar modal Indonesia.

Menakar Dampak Keputusan MSCI Mempertahankan Pembatasan Saham Indonesia

Menurut Jeffrey, MSCI kini tidak lagi menyinggung potensi penurunan penilaian terhadap saham Indonesia, sebuah perkembangan yang dinilai positif setelah sebelumnya kekhawatiran itu sempat mencuat.

Pernyataan ini muncul setelah MSCI menegaskan tetap mempertahankan pembatasan (curbs) terhadap saham Indonesia dalam indeks globalnya pada peninjauan Mei. 

Keputusan tersebut menunjukkan bahwa meski tekanan mulai mereda, Indonesia masih harus membuktikan efektivitas reformasi yang dijanjikan.

BEI sendiri tengah mendorong sejumlah pembenahan untuk meningkatkan aksesibilitas dan likuiditas pasar, dua faktor utama yang menjadi sorotan investor global.

MSCI Pertahankan Pembatasan Saham Indonesia, Reformasi Transparansi Masih Dievaluasi

Pengakuan dari MSCI menjadi krusial karena akan memengaruhi aliran dana asing ke pasar saham Indonesia.

Dengan komunikasi yang terus dibangun, BEI berharap status dan daya tarik pasar modal domestik dapat kembali menguat di mata investor internasional.