Cek rekomendasi saham sektor poultry untuk Senin (9/2)

Ussindonesia.co.id – JAKARTA. Emiten kinerja unggas (poultry) membukukan kinerja yang beragam sepanjang Januari – September 2025. Momen Ramadan diproyeksi menjadi pendorong kinerja emiten poultry pada kuartal I – 2026. 

Sejumlah analis memberikan rekomendasi saham emiten poultry. Simak ulasan lengkap rekomendasi saham sektor poultry.

1. PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN)

CPIN membukukan laba bersih sebesar Rp 3,36 triliun sepanjang Januari – September 2025, naik 41% secara year on year (yoy). CPIN melalui anak usahanya PT Charoen Pokphand Jaya Farm mengakuisisi fasilitas pembibitan unggas milik PT Istana Satwa Borneo. Strategi ini dinilai mampu meningkatkan pendapatan CPIN.  

Segmen unggas hidup dan day old chicken (DOC) diproyeksikan akan menjadi pendorong profitabilitas utama, didukung oleh harga jual rata – rata (ASP) yang lebih tinggi karena kondisi kelebihan pasokan mereda. Pendapatan agregat untuk segmen unggas hidup diperkirakan mencapai Rp 76,4 triliun dan segmen DOC Rp 19,1 triliun, yang mencerminkan pertumbuhan yoy masing-masing sebesar 12% dan 15%. 

  • Rekomendasi: Buy 
  • Target harga: Rp 6.500

Abdusshomad Cakra Buana, Bahana Sekuritas dalam risetnya pada 12 Januari 2026 

  CPIN Chart by TradingView  

2. PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) 

Melihat ke tahun 2026, JPFA berencana untuk meningkatkan pendapatan/kontribusi laba makanan olahan melalui anak perusahaannya, So Good Food (SGF). SGF saat ini menyumbang sekitar 50% pendapatan makanan olahan. Dengan demikian, penjualan/EBIT makanan olahan diperkirakan akan tumbuh dengan Compound Annual Growth Rate (CAGR) 10,5/18% pada tahun 2025 – 2027.

Oleh karena itu, kontribusi EBIT makanan olahan diperkirakan akan meningkat dari 6% pada tahun 2025 menjadi 7,5% pada tahun 2027. Dengan demikian, SGF dipandang sebagai katalis potensial untuk peningkatan peringkat JPFA dalam waktu dekat. 

  • Rekomendasi: Buy 
  • Target harga: Rp 3.400 

David Kurniawan, Indo Premier Sekuritas 

 

3. PT Malindo Feedmill Tbk (MAIN) 

MAIN membukukan laba bersih Rp 135,66 miliar per kuartal III – 2025, turun 62,22% secara yoy. Salah satu strategi meningkatkan kinerja adalah dengan mengekspor produk olahan ayam ke sejumlah negara. Penawaran dan permintaan unggas diperkirakan tetap menguntungkan pada tahun 2026.   

Terdapat potensi katalis positif dalam waktu dekat antara lain dari perayaan Idulfitri, musim panen jagung, dan rilis hasil keuangan yang kuat. Adapun risiko terhadap sektor unggas yang perlu dicermati adalah cuaca ekstrem yang memengaruhi pasokan jagung dan bungkil kedelai lokal, dan semakin memburuknya daya beli konsumen. 

  • Rekomendasi: Buy 
  • Target harga: Rp 1.500

Victor Stefano, BRI Danareksa Sekuritas dalam risetnya pada 30 Januari 2026