Diversifikasi dari nikel, PPRE kantongi kontrak jasa tambang bauksit Rp 870 miliar

Ussindonesia.co.id – JAKARTA. PT PP Presisi Tbk (PPRE) menambah portofolio kontrak baru dari sektor pertambangan. Terbaru, PPRE memperoleh proyek jasa penambangan bauksit milik PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) di Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, dengan nilai mencapai Rp 870 miliar.

Proyek ini dijalankan melalui skema kerja sama operasi (KSO) bersama PT PP (Persero) Tbk (PTPP) dan PT Lancarjaya Mandiri Abadi (LMA). Adapun ruang lingkup pekerjaan meliputi aktivitas penambangan bauksit, pengangkutan material, hingga penyediaan serta pengoperasian washing plant.

Manajemen PPRE menyebut, pekerjaan awal atau first cut dijadwalkan mulai pada awal kuartal II 2026.

United Tractors (UNTR) Memulai Periode Buyback Saham Senilai Rp 2 Triliun

Direktur Utama PPRE, Rizki Dianugrah mengatakan kontrak tersebut memperluas cakupan bisnis di sektor jasa pertambangan, khususnya di luar komoditas nikel yang selama ini menjadi fokus. “Ini menjadi implementasi dari strategi perusahaan dalam melakukan diversifikasi layanan jasa penambangan di luar mineral nikel, yakni bauksit,” ujarnya dalam keterangan resmi, Rabu (1/4/2026).

Selain itu, proyek ini dinilai sejalan dengan arah kebijakan pemerintah yang mendorong hilirisasi mineral di dalam negeri. Keterlibatan PPRE dalam proyek bauksit ini diharapkan dapat menopang kinerja perusahaan ke depan, seiring upaya menjaga pertumbuhan yang berkelanjutan.

Pendapatan Bukit Asam (PTBA) Turun Tipis 0,27% Sepanjang 2025