Ramalan nasib saham otomotif ASII, IMAS, hingga DRMA pada 2026

Ussindonesia.co.id , JAKARTA — Harga saham-saham terkait otomotif seperti PT Astra International Tbk. (ASII) hingga PT Indomobil Sukses Internasional Tbk. (IMAS) berada di zona hijau pada 2025 meski dalam tekanan lesunya industri otomotif domestik. Bagaimana kemudian proyeksinya pada tahun ini?

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), harga saham ASII telah menanjak 42,78% dalam setahun terakhir ke level Rp7.025 per lembar pada perdagangan hari ini, Rabu (7/1/2026). Harga saham ASII pun masih kuat menanjak pada tahun ini, naik 4,85% pada empat perdagangan awal 2026.

Begitu juga dengan IMAS yang naik 32,58% dalam setahun ke level Rp1.180 per lembar. Kemudian harga saham emiten komponen otomotif PT Dharma Polimetal Tbk. (DRMA) naik 15,05% ke level Rp1.070 per lembar dan PT Astra Otoparts Tbk. (AUTO) naik 24,22% ke level Rp2.770 per lembar dalam setahun.

: Honda Beberkan Penyebab Pasar Otomotif Loyo pada 2025

Padahal, penjualan otomotif Tanah Air pada tahun ini masih lesu. Mengacu data terbaru Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) yang diterima Bisnis.com, penjualan mobil wholesales alias dari pabrik ke dealer sepanjang Januari–November 2025 masih terkontraksi 9,6% secara tahunan (year on year/YoY) menjadi 710.084 unit, dibandingkan periode 11 bulan 2024 sebesar 785.917 unit.

Astra International Tbk. – TradingView

Penjualan mobil secara ritel pun ikut merosot 8,4% YoY menjadi 739.977 unit, dibandingkan pada 11 bulan 2024 yang mencatatkan angka 807.586 unit.

: : Djony Bunarto Tjondro Ungkap Peran Astra di Pemberdayaan Desa

Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia Liza Camelia Suryanata menjelaskan kenaikan saham emiten terkait otomotif pada 2025 lebih didorong oleh faktor non-siklikal, seperti perbaikan efisiensi biaya, kontribusi ekspor dan aftermarket yang lebih stabil, dan diversifikasi bisnis khususnya pada ASII. Ditambah, ada ekspektasi pasar terhadap pemulihan siklus di depan yang tercermin dari valuasi yang sudah lebih dulu terdiskon.

Selain itu, dia menilai minat investor juga terbantu oleh stabilnya margin emiten komponen seperti DRMA dan AUTO yang tidak sepenuhnya bergantung pada volume penjualan mobil baru. Ditambah ada sentimen perbaikan suka bunga juga kembali peningkatan optimisme di periode mendatang 2026.

: : Indomobil (IMJS) Suntik Modal ke Anak Usaha Rp499,28 Miliar

“Prospek sektor otomotif cenderung lebih baik secara gradual seiring potensi pelonggaran suku bunga, peluang pemulihan daya beli, dan dorongan kebijakan kendaraan ramah lingkungan, meski penguatannya diperkirakan selektif dan tidak seagresif siklus sebelumnya,” kata Liza kepada Bisnis pada Rabu (7/1/2026).

Research Analyst MNC Sekuritas Muhamad Rudy Setiawan mengatakan penjualan kendaraan roda empat pada 2025 memang cenderung menurun. Sementara pasar kendaraan roda dua cenderung stabil didukung ekspor yang kuat.

“Kami melihat ada peluang pemulihan pada 2026, didukung oleh pertumbuhan struktural yang lebih kuat dan tingkat penetrasi 4W Indonesia yang masih rendah,” tulis Rudy dalam risetnya.

MNC Sekuritas sendiri mempertahankan posisi overweight pada sektor otomotif, dengan ekspektasi pemulihan sektor roda empat pada keseluruhan 2026. Di samping margin sektor kendaraan roda dua yang tangguh.

Astra Otoparts Tbk. – TradingView ________

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.