
Ussindonesia.co.id , JAKARTA – Indeks harga saham gabungan (IHSG) sesi I perdagangan hari ini, Senin (2/2/2026) ditutup koreksi cukup dalam, terseret oleh 750 saham yang melemah. Saham-saham ber-market cap jumbo seperti AMMN, BRPT, BRMS sampai CUAN kompak koreksi lebih dari 10%.
Melansir IDX Mobile, IHSG terkoreksi 5,31% ke 7.887,16. Pasar mengakhiri sesi I dengan transaksi 33,66 miliar saham senilai Rp18,90 triliun. Hanya 68 saham yang menguat dan 140 saham tak berubah.
Dalam sesi I hari ini, saham PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) turun 12,83% ke Rp6.625, saham PT Barito Pacific Tbk. (BRPT) ambles 14,81% ke Rp1.840, saham PT Bumi Resources Minerals Tbk. (BRMS) koreksi 14,81% ke Rp920, sampai saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk. (CUAN) turun 13,33% ke Rp1.560.
: Saham Konglomerat Berguguran Tekan IHSG Hari Ini (2/2), PANI, RATU, BRPT Cs Ambles
Berikutnya, saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) turun 14,60% ke Rp84.550, saham MD Entertainment Tbk. (FILM) turun 15% ke Rp12.325, saham PT Mora Telematika Indonesia Tbk. (MORA) turun 14,99% ke Rp9.925, sampai saham PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk. (PANI) terkoreksi 11,83% ke Rp8.200.
Pasar saham mengawali pekan ini usai tertekan selama lima hari perdagangan sebelumnya. Dalam periode 26 Januari sampai 30 Januari, IHSG ambles 3,69%, bersamaan dengan net sell asing sebesar Rp13,92 triliun.
: : IHSG Dibuka Anjlok (2/2), Mensesneg: Bismillah Hari Ini Bisa Naik
Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT), David Kurniawan melihat sentimen domestik yang menyertai pasar adalah MSCI effect yang membuat market Indonesia benar-benar bergejolak. MSCI resmi mengumumkan Interim Freeze efektif segera. Jika sampai Mei 2026 tidak ada perbaikan transparansi yang signifikan, MSCI mengancam akan mengurangi bobot (weighting) seluruh saham Indonesia dan menurunkan status Indonesia dari Emerging Market menjadi Frontier Market.
“Ancaman MSCI ini benar-benar mendatangkan gejolak di dalam negeri, yakni pengunduran diri dan penunjukkan jajaran pimpinan Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam rentang waktu yang relatif singkat,” ujar David, Senin (2/2/2026).
: : Mensesneg Beberkan Respons Prabowo Usai IHSG Jeblok Selama 2 Hari
Menurutnya, pimpinan baru BEI dan OJK menandai langkah strategis yang diharapkan membawa perubahan positif melalui rekam jejak profesional yang solid. Dengan pengalaman yang komprehensif di sektor jasa keuangan tersebut, kepemimpinan baru ini diharapkan mampu menciptakan sinergi yang kuat untuk mendorong pertumbuhan, transparansi, dan daya saing pasar modal Indonesia agar semakin progresif di masa depan.
Sementara itu, sentimen global datang dari adanya ketidakpastian “Greenland Trade War”, di mana pasar global masih mencerna gertakan tarif Donald Trump terkait Greenland.
“Jika ada pernyataan resmi dari Uni Eropa untuk membalas tarif tersebut, mungkin akan terlihat penguatan mata uang safe haven seperti Swiss Franc atau Yen Jepang serta volatilitas tinggi di saham-saham eksportir global,” tandasnya.
Dalam pekan ini, 2-5 Februari 2026, David mengimbau para trader dan investor untuk memantau sentimen data GDP Full Year 2025. Ia menjelaskan awal Februari biasanya merupakan waktu rilis pertumbuhan ekonomi (GDP) Indonesia tahunan.
Saat ini pasar berekspektasi ekonomi Indonesia tumbuh solid di angka 5,1% sampai 5,2%. Jika angka resminya di atas ekspektasi, menurutnya hal itu akan menjadi bensin tambahan bagi IHSG untuk tidak hanya sekadar menyentuh di level 9.000, tapi menjadikannya sebagai lantai baru atau support kuat.
“Selain itu, tak dapat dipungkiri selama sepekan ke depan market akan banyak dipengaruhi oleh reaksi market menyongsong estafet kepemimpinan BEI dan OJK yang baru,” pungkasnya.
_____
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.