
Ussindonesia.co.id JAKARTA – Indeks harga saham gabungan (IHSG) berpeluang mengalami penguatan pada perdagangan hari ini, Kamis (5/3/2026). Sejumlah saham seperti HRTA, AADI, hingga ESSA menjadi rekomendasi analis.
Analis BRI Danareksa Sekuritas Reza Diofanda, menilai IHSG secara teknikal berpeluang rebound dengan support 7.516 dan resistance 7.693. Kendati pasar disebut tetap akan mencermati perkembangan konflik di Iran, rebound ini dinilai seiring dengan kembali menguatnya pasar saham global.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG pada perdagangan kemarin ditutup ambles 4,57% ke level 7.577. Kombinasi tekanan geopolitik di Iran, hingga penurunan outlook Indonesia oleh Fitch Ratings telah mendorong IHSG bergerak lesu pada perdagangan kemarin.
”Di sisi lain, kebijakan keterbukaan data pemegang saham di atas 1% oleh Kustodian Sentral Efek Indonesia sebagai penyesuaian standar MSCI dinilai positif untuk transparansi, namun berpotensi memicu kehati-hatian jangka pendek,” katanya, Kamis (5/3/2026).
Di tengah peluang rebound indeks pada perdagangan hari ini, analis merekomendasikan saham PT Hartadinata Abadi Tbk. (HRTA) dengan level beli pada Rp2.800—Rp3.000, target harga Rp3.090—Rp3.240, dan stop loss pada area kurang dari Rp2.700.
Secara teknikal, pergerakkan harga saham HRTA masih dalam tren bullish dan tengah mengalami pullback dengan level support Rp2.600—Rp2.770. Selama berada di atas level tersebut, penguatan lanjutan dinilai bakal terjadi.
”Sentimen tambahannya adalah harga emas kembali naik di atas US$5.160 per ons setelah sempat terkoreksi, didorong meningkatnya tensi konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran yang kini memasuki hari kelima,” katanya.
: Harga Emas Antam Hari Ini Kamis, 5 Maret 2026 di Pegadaian
Selain itu, BRIDS juga merekomendasikan saham PT Adaro Andalan Indonesia Tbk. (AADI) pada level beli Rp9.925—Rp10.100, target harga Rp10.575—Rp10.925, dan stop loss pada area kurang dari Rp9.800.
Saham PT ESSA Industries Indonesia Tbk. (ESSA) juga direkomendasikan pada level beli Rp720—Rp740, dengan target harga Rp770—Rp810, dan stop loss pada area kurang dari Rp710.
Menurutnya, pergerakkan saham ESSA saat ini sedang pullback pada level support Rp715—Rp740. Selama berada di atas level tersebut, ESSA dinilai memiliki peluang menguat menuju target harga.
”Sentimen tambahannya adalah pada perdagangan terakhir, investor asing mencatatkan net buy sebesar Rp24,28 miliar,” katanya.
Sementara itu, BRIDS merekomendasikan sell saham PT Surya Semesta Internusa Tbk. (SSIA) lantaran pergerakkan harga saham yang tengah dalam tren lesu dan bergerak pada bearish channel. Proyeksi support selanjutnya saham SSIA berada pada level Rp1.050—Rp980.
IDX COMPOSITE INDEX – TradingView
Sementara itu, VP Equity Retail Kiwoom Sekuritas Oktavianus Audi menerangkan bahwa secara teknikal, IHSG pada hari ini diprediksi bakal bergerak dengan fluktuasi yang tinggi dan berpotensi mengalami rebound di level 7.577. Dengan kata lain, IHSG berpeluang bergerak dalam rentang level support 7.307 dan resistance pada 7.735.
Sementara itu, pasar secara jangka pendek masih akan dipengaruhi oleh tensi geoopolitik yang belum mereda, yang diikuti kekhawatiran terhadap penutupan Selat Hormuz.
Belum lagi, pemangkasan outlook oleh Fitch Ratings menjadi negatif berpotensi mendorong kekhawatiran pasar yang lebih tinggi.
”Kedua, kenaikan harga komoditas energi seperti crude oil, brent, dan batu bara berdampak pada emiten energi di Bursa Efek Indonesia,” katanya.
Di tengah kondisi ini, saham PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk. (ADMR) direkomendasikan speculative buy dengan resistance pada level Rp2.220 per saham. Begitu juga dengan PT Hartadinata Abadi Tbk. (HRTA) direkomendasikan speculative buy dengan resistance pada level Rp3.310 per saham.
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.