Wall Street Ditutup Menguat, Investor Optimistis Deeskalasi Konflik Timur Tengah

Ussindonesia.co.id  NEW YORK. Wall Street ditutup menguat pada perdagnagan Rabu (25/3/2026) seiring harapan investor terhadap de-eskalasi konflik Timur Tengah.

Penurunan harga minyak dan tanda komunikasi antara Amerika Serikat (AS) dan Iran mendorong sentimen positif di pasar saham.

“Ada optimisme bahwa proposal dan kontra-proposal sedang mempersiapkan panggung untuk negosiasi lebih lanjut,” ujar Gene Goldman, Kepala Investasi di Cetera Investment Management.

Indeks Dow Jones Industrial Average naik 305,43 poin atau 0,66% menjadi 46.429,49, S&P 500 bertambah 35,53 poin atau 0,54% menjadi 6.591,90, dan Nasdaq Composite naik 167,93 poin atau 0,77% menjadi 21.929,83.

Wall Street Anjlok 2% Selasa (3/3), Konflik Timur Tengah Picu Kekhawatiran Inflasi

Harga minyak yang turun lebih dari 2% memberi dorongan bagi saham maskapai penerbangan dan operator kapal pesiar. 

Saham Norwegian Cruise Line naik 2,8%, sementara indeks S&P Composite 1500 Passenger Airlines bertambah 1%. Di sisi lain, sektor energi menjadi yang terlemah, turun 0,5% dari 11 sektor utama S&P 500.

Saham Arm melonjak 16,4% setelah meluncurkan chip pusat data AI baru yang diproyeksikan menghasilkan pendapatan miliaran dolar. 

Produsen chip lain, seperti Advanced Micro Devices dan Intel, masing-masing naik lebih dari 7%, sementara Nvidia bertambah 2%.

Di sektor antariksa, laporan kemungkinan IPO SpaceX memicu kenaikan saham perusahaan terkait: Destiny Tech100 melonjak 15%, Rocket Lab naik 10,3%, Intuitive Machines bertambah 14,7%, dan EchoStar naik 7,4%.

Saham e-commerce China yang terdaftar di AS juga naik setelah media pemerintah menekan perang harga platform pengiriman makanan. 

Wall Street Ditutup Melemah, Konflik Timur Tengah Memicu Kekhawatiran Inflasi

Saham JD.com naik 8% dan Alibaba bertambah 3,5%. Sementara itu, Robinhood Markets menguat 5% setelah mengumumkan program pembelian kembali saham senilai US$ 1,5 miliar.

Volume perdagangan tercatat 17,07 miliar saham, sedikit di bawah rata-rata 20,69 miliar dalam 20 sesi terakhir. Di NYSE, rasio saham naik terhadap turun mencapai 2,86 banding 1, dengan 115 rekor tertinggi baru dan 127 rekor terendah baru. 

Di Nasdaq, rasio saham naik terhadap turun 2,08 banding 1, dengan 3.174 saham naik dan 1.523 turun. S&P 500 mencatat 17 rekor tertinggi 52 minggu baru, sementara Nasdaq Composite mencatat 64 rekor tertinggi baru.

Lonjakan harga minyak akibat perang di Timur Tengah sebelumnya meningkatkan kekhawatiran inflasi dan mempengaruhi ekspektasi suku bunga bank sentral AS. 

Wall Street Dibuka Rontok Selasa (3/3), Konflik Timur Tengah Picu Ketakutan Inflasi

Meski Iran meninjau proposal AS yang disampaikan melalui Pakistan, Teheran menegaskan tidak berencana mengadakan pembicaraan langsung. Ketidakpastian ini diperkirakan akan menjaga volatilitas pasar tetap tinggi.