IHSG berpeluang uji resistance pada awal perdagangan tahun 2026, Jumat (2/1)

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan terakhir tahun 2025 dengan penguatan tipis. Pada Selasa (30/12/2025), IHSG ditutup naik 0,031% ke level 8.646,94.

Meski menguat, aktivitas investor asing masih mencatatkan aksi jual bersih. Data Bursa Efek Indonesia menunjukkan net foreign sell di pasar reguler mencapai Rp 888,53 miliar.

Analis teknikal BRI Danareksa Sekuritas, Reza Diofanda, menilai secara teknikal IHSG masih memiliki peluang melanjutkan penguatan pada awal perdagangan tahun 2026. Ia menyebut, IHSG saat ini berada pada fase konsolidasi dengan kecenderungan menguat.

IHSG Berpeluang Uji Resistance pada Selasa (30/12), Cermati Kata Analis

“Secara teknikal, IHSG masih berpeluang melanjutkan penguatan dengan target resistance terdekat di area 8.660, sementara support berada di level 8.610,” ujar Reza kepada Kontan, Kamis (1/1/2026).

Reza menambahkan, optimisme awal tahun yang biasanya muncul seiring semangat ekonomi baru dapat menjadi katalis positif bagi pergerakan pasar.

Selain itu, pernyataan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang optimistis terhadap prospek pasar saham pada 2026 juga berpotensi menjaga sentimen positif investor.

Namun demikian, pelaku pasar tetap perlu mencermati sejumlah faktor eksternal dan data ekonomi yang berpotensi memengaruhi pergerakan IHSG. Salah satunya adalah rilis data S&P Global Manufacturing PMI Indonesia yang dijadwalkan dirilis hari ini.

Proyeksi IHSG dan Rekomendasi Saham untuk Perdagangan Akhir 2025, Selasa (30/12)

“Data PMI akan menjadi salah satu indikator penting untuk melihat arah aktivitas manufaktur domestik di awal tahun, yang pada akhirnya dapat memengaruhi sentimen pasar saham,” tambah Reza.

Dengan mempertimbangkan faktor teknikal dan sentimen tersebut, pergerakan IHSG di awal perdagangan 2026 diperkirakan masih akan bergerak terbatas dengan kecenderungan menguat selama mampu bertahan di atas area support terdekat.