
Ussindonesia.co.id , JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan bisa ambrol hingga ke level 6.500 pada pekan depan. Sejumlah faktor seperti harga minyak dan defisit APBN yang melebar menjadi penyebab.
Direktur Purwanto Asset Management Edwin Sebayang menjelaskan mengacu pada penurunan DJIA ke level terendahnya sepanjang 2026, harga minyak mentah Brent yang ditutup mendekati US$104 per barel, nilai tukar USD/IDR yang mendekati level Rp17.000, serta IHSG yang akan memasuki periode libur panjang Idulfitri, dia memperkirakan IHSG berpotensi kembali melemah pada perdagangan Senin mendatang.
“Pelaku pasar perlu mencermati apakah level psikologis 7.000 akan jebol. Jika level tersebut ditembus, IHSG berpotensi turun lebih lanjut menuju level 6.500,” ucap Edwin, Sabtu (14/3/2026).
: IHSG Sepekan Turun 5,91% ke Level 7.137, Kapitalisasi Pasar Ikut Ambles
Edwin menuturkan harga minyak yang memanas dapat menjadi faktor defisit APBN di atas 3% jika program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak dihentikan.
Selain itu, Edwin juga menyebut apabila terjadi defisit APBN di atas 3%, maka ada potensi rating Indonesia akan diturunkan, bukan lagi hanya outlook-nya.
Edwin juga menuturkan saham-saham di Bursa AS ditutup melemah pada Jumat, menandai akhir dari pekan yang suram ketika sentimen pasar terpukul oleh perang yang masih berlangsung di Timur Tengah.
Indeks acuan S&P 500 mencatatkan tiga pekan berturut-turut pelemahan dan kini turun lebih dari 3% sejak awal tahun. S&P 500 turun 0,6% dan ditutup di level 6.632,53 poin, serta telah melemah hampir 4% dalam dua pekan terakhir.
Indeks NASDAQ Composite yang didominasi saham teknologi turun 0,9% ke level 22.105,36 poin dan membukukan penurunan mingguan sebesar 1,3%.
: : Rekomendasi Saham dan Pergerakan IHSG Hari Ini Jumat, 13 Maret 2026
Sementara itu, Dow Jones Industrial Average (DJIA) terkoreksi 0,3% ke posisi 46.559,83 poin dan berakhir 2% lebih rendah secara mingguan.