Fit & proper deputi gubernur BI: Ini tawaran Solikin ke Komisi XI

Ussindonesia.co.id , JAKARTA — Calon Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Solikin M. Juhro memaparkan visi untuk menerapkan bauran strategi integratif baru bertajuk “SEMANGKA” untuk menghadapi dinamika ekonomi global yang bergeser dari era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity) menuju TUNA (Turbulence, Uncertainty, Novelty, Ambiguity).

Dalam uji kepatutan dan kelayakan (fit and proper test) calon deputi gubernur BI di hadapan Komisi XI DPR, Solikin menjabarkan visi strategisnya yang merujuk pada filosofi lokal sekaligus pemikiran ekonomi Sumitro Djojohadikusumo.

“Dunia saat ini diwarnai ketidakpastian tinggi, di mana dinamika geopolitik yang berlarut menahan laju pertumbuhan PDB dunia. Kita perlu menavigasi cita-cita perekonomian nasional menuju Indonesia Maju melalui penguatan stabilitas, pertumbuhan tinggi, dan inklusivitas,” ujar Solikin, Kamis (23/1/2026).

: Respons Bos LPS Soal Nama Thomas Djiwandono Masuk Bursa Deputi Gubernur BI

Kepala Departemen Kebijakan Makroprudensial BI itu memaparkan konsep SEMANGKA sebagai akronim dari delapan pilar strategi kebijakan yang diusungnya. Strategi ini dirancang untuk menyelaraskan mandat stabilitas BI dengan target pertumbuhan ekonomi pemerintah, termasuk program prioritas Asta Cita.

Secara rinci, strategi SEMANGKA mencakup: Stabilitas makroekonomi dan keuangan sebagai jangkar; Ekonomi syariah dan pesantren; Makroprudensial yang inovatif; Akselerasi reformasi struktural; Navigasi stabilitas harga pangan; Gerak UMKM dan ekonomi kreatif; Keandalan digitalisasi sistem pembayaran; serta Aksi bersama melalui sinergi dan kolaborasi.

: : Dasco: Nama Thomas Djiwandono di Biursa Deputi Gubernur BI Bukan Usulan Prabowo

Solikin menganalogikan strategi ini dengan buah semangka yang memiliki filosofi mendalam.

“Kulit hijau yang halus merepresentasikan tata kelola yang tertib. Daging merah dan kuning melambangkan kesejahteraan rakyat, sementara bijinya menjadi simbol keberlanjutan bagi generasi mendatang,” jelasnya.

: : Bos BI Sebut Pencalonan Thomas Kemenakan Prabowo untuk Deputi Gubernur Turut Tekan Rupiah

Solikin menyampaikan inisiatif baru bernama Pinisi (Percepatan Intermediasi Perbankan). Melalui program ini, menurutnya, BI akan menjembatani sisi penawaran dan permintaan kredit (bridging liquidity supply and loan demand) secara reguler bersama kementerian/lembaga dan pelaku usaha.

“Kami ingin memastikan likuiditas tidak hanya tersedia, tetapi mengalir tepat sasaran ke sektor prioritas seperti pertanian, hilirisasi, dan UMKM,” tegas Solikin.

Respon Era TUNA

Solikin menekankan bahwa tantangan ekonomi 2026 tidak lagi sekadar fluktuatif (VUCA), melainkan turbulen dengan kebaruan yang tinggi akibat disrupsi digital dan fragmentasi geopolitik.

Oleh karena itu, dia mendorong peran BI yang lebih proaktif sebagai enabler reformasi struktural. Kebijakan makroprudensial akan diarahkan lebih insentif, memberikan kelonggaran likuiditas bagi bank yang menyalurkan kredit ke sektor bernilai tambah tinggi dan ekonomi hijau.

Di sisi pengendalian inflasi, strategi navigasi harga pangan akan diperkuat melalui Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNIP), yang dinilai strategis untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) pemerintah sekaligus menjaga daya beli masyarakat.

“Sinergi menjadi kunci. Inisiatif parsial di masing-masing lembaga hanya menjadi kondisi yang necessary (perlu), namun belum sufficient (cukup). Kita harus bergerak bersama agar transformasi ekonomi berdampak nyata,” pungkasnya.

Jadwal Fit & Proper Test

Sebelumnya, DPR telah menerima tiga nama calon deputi gubernur BI melalui surat presiden (Surpres). Surpres yang dikirim Presiden Prabowo Subianto itu berisi tiga nama calon untuk menggantikan posisi Juda Agung yang mengundurkan diri sebagai deputi gubernur BI.

Ketiga nama tersebut adalah keponakan Prabowo sendiri, Thomas Djiwandono, serta dua pejabat internal BI, yakni Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI Diki Kartikoyono dan Asisten Gubernur sekaligus Kepala Departemen Kebijakan Makroprudensial BI Solikin M. Juhro.

Ketua Komisi XI DPR Mukhamad Misbakhun memerinci agenda fit and proper test tiga calon deputi gubernur BI itu akan berlangsung dalam dua hari terpisah, yakni Jumat (23/1/2026) dan Senin (26/1/2026).

Pada hari pertama, Jumat (23/1/2026), giliran pertama diberikan kepada Solihin M. Juhro. Uji kepatutan dijadwalkan berlangsung pagi hari, pukul 09.00—10.00 WIB.

Sementara itu, dua kandidat lainnya akan menjalani ujian pada Senin (26/1/2026). Dicky Kartikoyono dijadwalkan menghadap Komisi XI pada pukul 14.00—15.00 WIB.

Sesi terakhir akan diisi oleh Thomas Djiwandono. Sosok yang belakangan menjadi sorotan publik ini dijadwalkan memaparkan visi-misinya pada pukul 16.00—17.00 WIB.

“Proses fit and proper test berjalan terbuka,” kata Misbakhun kepada Bisnis, Rabu (21/1/2026).

Legislator dari Fraksi Partai Golkar itu menjelaskan bahwa setiap kandidat akan diberikan alokasi waktu total selama 60 menit. Waktu tersebut terbagi atas 25 menit pemaparan visi dan misi, 15 menit sesi pendalaman atau pertanyaan dari anggota dewan, serta 20 menit untuk memberikan jawaban.

Adapun, nasib ketiga calon tersebut akan langsung diputuskan segera setelah seluruh rangkaian uji kelayakan rampung. “Keputusan atas hasil fit and proper test Deputi Gubernur BI akan dilaksanakan pada rapat internal Komisi XI DPR RI pada hari Senin, 26 Januari 2026 pukul 18.30 WIB,” tutupnya.