
Ussindonesia.co.id – JAKARTA. Harga emas diproyeksi kembali menguat seiring dengan meningkatnya tensi geopolitik global.
Mengutip Bloomberg, harga emas spot ditutup di posisi US$ 4.715,25 per ons troi pada Jumat (8/5/2026). Ini membuat emas spot menguat 2,19% dalam sepekan.
Sejalan, harga emas kontrak pengiriman Juni 2026 ditutup di level US$ 4.730,7 per ons troi pada akhir pekan lalu. Posisi ini naik 1,86% dalam sepekan.
Analis Mata Uang Ibrahim Assuaibi memperkirakan, support pertama harga emas dunia di US$ 4.520 per ons troi dan harga emas Antam Logam Mulia di Rp 2.786.000 per gram dalam sepekan ke depan.
Apabila kembali melemah, support kedua harga emas di kisaran US$ 4.389 per ons troi dan untuk harga emas Antam Logam Mulia di Rp 2.750.000 per gram.
Rencana Revisi Tarif Royalti Dapat Menekan Kinerja Emiten Produsen Mineral
“Ada kemungkinan kalau seandainya melemah minggu depan harga logam mulia di Rp 2.750.000 per gram,” ujar Ibrahim, Minggu (10/5/2026).
Ibrahim menambahkan, seandainya harga emas menguat, resistance pertama harga emas spot pada pekan depan di US$ 4.702 per ons troi dan untuk harga emas Antam Logam Mulia di Rp 2.866.000 per gram.
Lalu, jika menguat lagi, resistance berikutnya untuk emas batangan di US$ 4.851 per ons troi dan harga emas Antam Logam Mulia kemungkinan besar di Rp 2.900.000 per gram
“Jadi pada saat (harga emas Antam) Logam Mulia turun, kemungkinan besar di minggu depan di Rp 2.750.000 per gram. Kemudian kalau menguat maksimal di Rp 2.900.000 per gram,” jelas Ibrahim.
Ibrahim bilang, pergerakan harga emas dipengaruhi sentimen geopolitik yang masih terus memanas, baik di Eropa Timur, antara Rusia dan Ukraina, maupun di Timur Tengah. Disebutkan bahwa AS melakukan penyerangan terhadap kapal tanker Iran. Merespon itu, Iran membalasnya dengan menyerang kapal perusak AS.
Meski kemarin terjadi baku tembak, Presiden AS Donald Trump tetap mengatakan bahwa gencatan senjata masih berlaku walaupun rapuh.
“Ada kemungkinan besar harga emas kembali mengalami kenaikan,” kata Ibrahim.