Harga buyback emas Antam rekor baru 12 kali hingga Senin (26/1)

Ussindonesia.co.id – , JAKARTA — Harga buyback emas Antam telah memecahkan rekor baru sebanyak 12 kali pada periode berjalan Januari 2026.

Berdasarkan data Logam Mulia Senin (26/1/2026), harga buyback emas Antam naik Rp28.000 ke Rp2.750.000. Posisi itu merupakan rekor tertinggi sepanjang masa (all time high/ATH) terbaru bulan ini.

Dengan demikian, harga buyback emas Antam telah memecahkan rekor baru sebanyak 12 kali sepanjang Januari 2026.

: Investor Serbu Safe Haven, Harga Emas Tembus US$5.000 per Troy Ons

Buyback emas merupakan transaksi menjual kembali emas, baik dalam bentuk logam mulia, logam batangan, maupun perhiasan. Biasanya, harga yang dibanderol lebih rendah dari harga jual saat itu.

Kendati demikian, buyback emas masih bisa mendatangkan keuntungan apabila terdapat selisih besar antara harga jual dan harga buyback.

: : Para Pembeli Emas Antam yang Masih Gigit Jari Memasuki Akhir Januari 2026

Sesuai dengan PMK No 34/PMK.10/2017, penjualan kembali emas batangan ke Antam dengan nominal lebih dari Rp10 juta, dikenakan PPh 22 sebesar 1,5 persen untuk pemegang NPWP dan 3 persen untuk non NPWP). Adapun, PPh 22 atas transaksi buyback dipotong langsung dari total nilai buyback.

Adapun, harga buyback emas Antam mengikuti pergerakan mahar logam mulia di pasar global. Dilansir dari Investing, harga emas di pasar spot menembus US$5.080 pada Senin (26/1/2026) pukul 10:36 WIB.

: : Harga Buyback Emas Antam Hari Ini Senin 26 Januari 2026 Dibanderol Rp2,75 Juta per Gram

Dilaporkan Bisnis sebelumnya, Kepala Strategi Valuta Asing Global Union Bancaire Privee SA Peter Kinsella menjelaskan bahwa dunia saat ini telah memasuki era nasionalisme sumber daya di antara kekuatan-kekuatan besar dunia.

“Mata uang belum tentu menjadi sarana terbaik untuk memainkan tema geopolitik ini, arah pergerakan emas kini cenderung naik,” jelasnya dilansir dari Bloomberg, Selasa (20/1/2026).

Krisis Greenland terjadi tidak lama setelah Amerika Serikat bermanuver di Venezuela. Peristiwa itu telah memicu reli harga emas makin kencang.

Selain itu, serangan Trump kepada Federal Reserve (The Fed) turut mendukung kenaikan harga emas pada awal 2026. Langkah itu menimbulkan kekhawatiran terhadap independensi bank sentral.