Sentimen Ramadan dorong kinerja emiten konsumer hingga ritel, ini rekomendasinya

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) selama periode Ramadan dinilai cenderung stabil dengan potensi penguatan yang terbatas. Kondisi ini didukung meningkatnya aktivitas konsumsi masyarakat menjelang Idulfitri yang berpotensi mendorong kinerja emiten di sektor konsumsi, ritel, hingga transportasi.

Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas Alrich Paskalis menjelaskan dalam beberapa tahun terakhir, pengaruh Ramadan terhadap pergerakan IHSG tetap sangat dipengaruhi oleh sentimen global, seperti arah kebijakan suku bunga The Fed, dinamika harga komoditas, serta pergerakan arus dana asing.

Oleh karena itu, meskipun terdapat kecenderungan pola musiman yang positif, faktor eksternal tetap menjadi penentu utama arah pasar.

IHSG Diprediksi Cenderung Menguat Selama Ramadan, Intip Rekomendasi Sahamnya

“Secara keseluruhan momentum Ramadan tetap dapat menjadi katalis domestik yang membantu menopang pergerakan indeks,” kata Alrich kepada Kontan, Selasa (10/2/2026).

Alrich memproyeksikan level IHSG selama bulan puasa berada di support 7.900 dan resistance 8.600-8.900.

Alrich merinci sejumlah sektor yang memperoleh sentimen positif selama Ramadan. Pertama, sektor konsumer dan ritel. Emiten seperti ICBP, INDF, MYOR, dan AMRT berpeluang mencatat peningkatan penjualan seiring naiknya konsumsi masyarakat. Prospek sektor ini dinilai relatif stabil karena didukung kuatnya permintaan domestik.

Kedua, sektor transportasi dan logistik. Saham seperti JSMR, BIRD, serta sejumlah operator transportasi darat berpotensi terdorong oleh meningkatnya mobilitas masyarakat selama periode mudik Lebaran.

Bedah Anatomi Perdagangan BEI (9 Feb 2026): Dana Besar Masuk Saham Mid-Small Caps!

Ketiga, sektor telekomunikasi. Saham EXCL, TLKM, dan ISAT berpotensi memperoleh keuntungan dari peningkatan trafik data selama Ramadan dan Idulfitri, seiring meningkatnya aktivitas digital masyarakat.

Alrich juga membagikan saran bagi investor, mulai dari memprioritaskan saham berbasis konsumsi domestik yang memiliki visibilitas kinerja lebih stabil selama periode Ramadan, menerapkan strategi trading jangka pendek hingga menengah, mengingat efek Ramadan umumnya bersifat musiman serta tetap mencermati perkembangan sentimen global dan arus dana asing yang masih memengaruhi volatilitas pasar.

“Investor juga perlu menjalankan manajemen risiko secara disiplin, termasuk menentukan level support dan batas stop loss,” tambah Alrich.

Dalam kesempatan berbeda, Senior Technical Analyst Sinarmas Sekuritas Eddy Wijaya mengatakan pasar saham jelang Ramadan cenderung variatif dengan probabilitas penguatan yang tidak dominan. 

“Artinya IHSG cenderung bergerak sideways. Saham dari sektor transportasi jalan tol, telekomunikasi seperti EXCL dan ISAT serta consumer good dapat dicermati saat bulan Ramadan,” ujar Eddy kepada Kontan, Selasa (10/2/2026).

Eddy menyarankan investor tetap dapat melakukan investasi ke beberapa saham seperti sektor telekomunikasi, seiring dengan potensi lonjakan trafik data dan transaksi digital.

Eddy juga merekomendasikan investor untuk mencermati saham EXCL di target harga Rp 3.150-Rp 3.400 per saham serta saham WEHA pada target harga Rp 170-Rp 230 per saham.