IHSG menguat di awal pekan, modal asing Rp 1,3 triliun buka peluang rekor baru

Ussindonesia.co.id – , JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Senin (5//1/2026) dibuka menguat 30,60 poin atau 0,35 persen ke posisi 8.778,73 di Bursa Efek Indonesia (BEI). Sementara itu, indeks saham unggulan LQ45 naik 2,08 poin atau 0,24 persen ke posisi 854,08.

Penguatan awal pekan ini melanjutkan tren positif IHSG sepanjang 29 Desember 2025 hingga 2 Januari 2026. Dalam tiga hari perdagangan, IHSG tercatat naik ke level 8.748,13, seiring meningkatnya minat beli investor, terutama dari asing.   

Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas PT (IPOT) Hari Rachmansyah menjelaskan, penguatan tersebut ditopang aksi akumulasi investor asing dengan catatan net buy Rp 1,3 triliun di pasar reguler. Saham DEWA, ANTM, dan BRMS menjadi kontributor utama dari sisi nilai pembelian asing.   

Dari sisi sentimen, Hari menilai pergerakan positif IHSG masih dipengaruhi lanjutan Santa Claus Rally di akhir Desember dan mulai berjalannya January Effect sejak 2 Januari 2026. Faktor musiman ini mendorong peningkatan risk appetite pasar dan menjaga momentum bullish IHSG di awal tahun.  

Menurut Hari, sentimen global juga relatif mendukung. Selama sepekan ke depan, Wall Street dinilai masih berpeluang melanjutkan penguatan seiring optimisme pasar pascakinerja solid sepanjang 2025. Kinerja sektor teknologi tetap menjadi motor utama, tercermin dari kenaikan indeks utama Amerika Serikat sepanjang tahun lalu.  

“Ke depan reli diperkirakan lebih seimbang dengan potensi rotasi ke sektor non-teknologi, termasuk bank regional. Di sisi lain, meningkatnya tensi geopolitik yang melibatkan Amerika Serikat dan Venezuela, termasuk kabar serangan militer, berpotensi memengaruhi harga komoditas global, khususnya minyak, seiring meningkatnya kekhawatiran terhadap pasokan,” terangnya dalam keterangan yang diterima Republika, Senin (5/1/2026).

Dari dalam negeri, IHSG dinilai masih memiliki ruang penguatan dan berpeluang mencetak rekor all time high dalam sepekan ke depan. Dukungan datang dari rilis sejumlah data ekonomi domestik, seperti neraca dagang, inflasi, dan Consumer Confidence Index, yang diperkirakan tetap solid dan terkendali.   

“Kondisi tersebut diharapkan dapat memperkuat sentimen positif pasar, mencerminkan stabilitas makroekonomi dan daya beli masyarakat yang tetap terjaga,” ujar Hari. Meski demikian, ia mengingatkan pergerakan IHSG tetap sensitif terhadap dinamika eksternal dan arah kebijakan global, meski peluang penguatan dinilai masih terbuka.