IHSG berpotensi kembali tertekan, cermati saham rekomendasi analis, Jumat (27/3)

Ussindonesia.co.id  JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali terperosok ke zona merah pada perdagangan Kamis (26/3), seiring meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap tensi geopolitik global.

IHSG ditutup melemah 1,89% atau 138,02 poin ke level 7.164,09.

Pelemahan ini sejalan dengan pergerakan bursa regional yang juga berada di bawah tekanan. Ketidakpastian arah negosiasi gencatan senjata antara Amerika Serikat (AS) dan Iran menjadi sentimen utama yang membebani pasar.

IHSG Berpeluang Menguat Usai Lebaran, Cek Saham Rekomendasi Analis, Rabu (25/3)

Head of Research and Education Phintraco Sekuritas Valdy Kurniawan menjelaskan, investor cenderung melakukan aksi ambil untung (profit taking) di tengah situasi yang belum jelas.

Pernyataan yang saling bertentangan dari AS dan Iran dalam 48 jam terakhir membuat pelaku pasar kesulitan membaca arah perkembangan konflik.

Di satu sisi, Iran disebut tengah meninjau proposal dari AS untuk mengakhiri perang di kawasan Teluk. Namun di sisi lain, Iran juga menegaskan tidak berniat membuka pembicaraan untuk mengakhiri konflik Timur Tengah yang kian meluas.

VP Equity Retail Kiwoom Sekuritas Oktavianus Audi menilai, pernyataan terbaru Iran yang menyebut tidak adanya pembicaraan produktif langsung direspons negatif oleh pasar. Kondisi ini memicu kekhawatiran akan potensi krisis energi global.

TLKM Fokus Perkuat Bisnis Inti Telekomunikasi, Cek Rekomendasi Analis

Meski begitu, kenaikan harga komoditas energi justru menjadi sentimen positif bagi saham-saham sektor terkait. Harga minyak Brent yang menembus level US$ 106 per barel diperkirakan dapat menopang kinerja emiten energi.

Untuk perdagangan Jumat (27/3/2026), Audi memperkirakan IHSG akan bergerak mixed dengan kecenderungan melemah, dalam rentang support di 7.040 dan resistance 7.343. Indikator MACD juga menunjukkan tren yang mulai melandai.

“Dinamika tensi geopolitik masih menjadi sentimen utama pasar,” ujarnya.

  MDKA Chart by TradingView  

Secara teknikal, Valdy melihat tekanan mulai mereda, tercermin dari histogram negatif MACD yang menyempit dan stochastic RSI yang bergerak ke area pivot. IHSG dinilai masih berpeluang bergerak sideways di kisaran 7.050 hingga 7.250.

IHSG Naik 2,75% Usai Lebaran, Ini Rekomendasi Saham dan Sentimen Penting Hari IniI

Sementara itu, Head of Retail Research MNC Sekuritas Herditya Wicaksana mengingatkan IHSG masih rawan melanjutkan koreksi, dengan level support di 7.146 dan resistance di 7.224.

Ia merekomendasikan investor untuk mencermati saham BIRD, GGRM, dan MDKA.