IHSG uji level 8.227 hari ini (19/2), cermati saham HRTA hingga NCKL

Ussindonesia.co.id JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan menguji support 8.227 pada perdagangan hari ini Jumat (20/2/2026) dengan kesepakatan dagang RI-AS sebagai penggerak.

Tim riset Sinarmas Sekuritas menilai dengan rating netral, IHSG berpotensi bergerak dalam rentang support 8.227–8.170 dan resistance 8.352–8.408. 

“Sementara itu, dynamic support 8.000 diharapkan menjadi bantalan kuat apabila terjadi koreksi lanjutan,” tulis tim riset, Jumat (20/2/2026).

Dari dalam negeri, Bank Indonesia mempertahankan suku bunga acuan di level 4,75%, sesuai ekspektasi pasar. Kebijakan ini menjaga stabilitas rupiah dan likuiditas domestik.

: IHSG Hari Ini (20/2) Diramal Sideways di Level 8.200–8.350 usai BI Tahan Suku Bunga

Selain itu, Indonesia dan AS meneken 11 kesepakatan strategis senilai US$38,4 miliar di sektor pertambangan, energi, tekstil, dan teknologi, yang berpotensi menjadi katalis jangka menengah bagi emiten terkait.

Sentimen global cenderung negatif setelah tekanan terjadi akibat aksi ambil untung, meski data klaim pengangguran AS turun menjadi 206.000, lebih baik dari ekspektasi 223.000 

Di sisi lain, defisit perdagangan AS melebar menjadi US$70,3 miliar pada Desember 2025, memberi sinyal tekanan pada neraca eksternal Negeri Paman Sam.

Berikut rekomendasi saham dari Tim Riset Sinarmas Sekuritas untuk hari ini, Jumat 20 Februari 2026: PT Hartadinata Abadi Tbk. (HRTA) – Speculative Buy

Last Price: 2.700

Target: 2.780 – 2.850

Entry: 2.600 – 2.710

Stop Loss: 2.500

PT Trimegah Bangun Persada Tbk. (NCKL) – Speculative Buy

Last Price: 1.500

Target: 1.540 – 1.585

Entry: 1.440 – 1.505

Stop Loss: 1.380

PT Aneka Tambang (Persero) Tbk. (ANTM) – Speculative Buy

Last Price: 4.230

Target: 4.350 – 4.650

Entry: 4.100 – 4.240

Stop Loss: 3.900

PT Astra International Tbk. (ASII) – Hold

Last Price: 6.600

Target: 7.100 – 7.475

Stop Loss: 6.300

PT Perusahaan Gas Negara Tbk. (PGAS) – Hold

Last Price: 2.180

Target: 2.260 – 2.390

Stop Loss: 2.020

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.