
Ussindonesia.co.id , JAKARTA — Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) terbaru menunjukkan kenaikan 0,1 poin, dari 122,9 pada Maret 2026 menjadi 123,0 pada April 2026.
Sebagai informasi, survei yang dilakukan oleh Bank Indonesia (BI) itu menunjukkan keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi saat ini dan ekspektasi mereka terhadap masa depan. IKK merupakan indikator yang dapat digunakan untuk memprediksi perkembangan konsumsi dan tabungan rumah tangga.
IKK menggunakan tahun acuan dengan nilai 100. Artinya indeks kepercayaan konsumen pada April 2026 di level 123 berada di zona optimistis atau di atas nilai acuan.
: Survei BI: Keyakinan Konsumen Turun pada Februari 2025
“Survei Konsumen Bank Indonesia pada April 2026 mengindikasikan keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi tetap terjaga,” kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso dalam keterangannya, Senin (11/5/2026).
Berdasarkan pengeluaran, IKK April justru turun di sebagian besar kelompok yaitu Rp1—2 juta (dari 114,7 menjadi 114,4), Rp2,1—3 juta (dari 118,8 menjadi 118,2); dan Rp3,1—4 juta (dari 119,7 menjadi 119,0). Sebaliknya, kelompok pengeluaran Rp4,1—5 juta (dari 125,7 menjadi 127,6) dan >5 juta (dari 124,4 menjadi 128,2) terjadi kenaikan.
: : Survei BI: Keyakinan Konsumen Januari 2026 Naik, Tertinggi dalam Setahun Terakhir
Sementara berdasarkan usia, IKK naik di sebagian besar kelompok yaitu 20—30 tahun (dari 129,6 ke 130,4), 41—50 tahun (dari 119,2 ke 119,7), dan 51—60 tahun (dari 115,8 ke 117,6). Sebaliknya, kelompok 31—40 tahun (dari 125,1 ke 123,4) dan >60 tahun (dari 109,8 ke 105,3).
Secara spasial, IKK mengalami peningkatan terbesar di Pontianak, Bandar Lampung, dan Surabaya. Sementara penurunan terjadi di Medan, Mataram, dan Banjarmasin.
: : Bos BRI Bicara Prospek Kredit, Keyakinan Pelaku Usaha Masih Jadi Sorotan
Lebih lanjut, Denny menjelaskan bahwa perkembangan keyakinan konsumen pada Februari 2026 dipengaruhi oleh Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) dan Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE).
IEK tercatat sebesar 129,6 atau menurun tajam dibandingkan dengan indeks bulan sebelumnya sebesar 130,4. Sementara itu, IKE tercatat di 116,5, naik dari 115,4 pada bulan sebelumnya.
Berdasarkan kondisi keuangan, rata-rata proporsi pendapatan konsumen untuk konsumsi (dari 71,1% menjadi 71,2%) dan pembayaran cicilan/utang (dari 9,7% menjadi 10,2%) menurun. Sebaliknya, proporsi pendapatan konsumen yang disimpan (dari 18,2% menjadi 17,6%) tercatat meningkat.