
Ussindonesia.co.id JAKARTA. Kinerja PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) berpotensi melesat seiring dimulainya fase produksi dan komersialisasi Tambang Emas Pani yang jadi tulang punggung bisnis emiten tersebut.
Dalam berita sebelumnya, setelah melalui tahap penuangan emas perdana (first gold pour) pada 14 Februari 2026, pada pekan lalu EMAS melaksanakan pengiriman perdana atau first shipment 44,04 kilogram (kg) dore untuk proses pemurnian di fasilitas pemurnian PT Aneka Tambang Tbk (ANTM).
Presiden Direktur EMAS, Boyke Poerbaya Abidin menyampaikan, proses pemurnian ini merupakan langkah dinamis yang cepat sebelum masuk dalam tahap komersial dan memastikan bahwa hasil dari Tambang Emas Pani terjamin kualitasnya.
Gangguan LNG Global, Prospek Batubara Indonesia Menguat
Pengiriman dore untuk pemurnian ini pun makin mempertegas kesiapan operasional Pani.
Anak usaha PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) ini pun fokus untuk memastikan produksi emas berjalan disiplin dan sesuai target tahun ini.
“Selain itu, perusahaan mempercepat pengembangan fasilitas Carbon-in-Leach (CIL) guna mencapai produksi yang lebih tinggi dan optimal,” ujar Boyke dalam keterangan resmi, pekan lalu.
Sebagai catatan, EMAS menargetkan produksi emas Pani Gold Mine pada tahun 2026 sebesar 110.000–115.000 ounces. Sebagai bagian dari strategi jangka menengah, EMAS juga melakukan percepatan pembangunan fasilitas CIL yang akan melengkapi operasi heap leach dan menjadi kunci pencapaian produksi optimum sekitar 500.000 ounce emas per tahun.
Integrasi heap leach dan CIL akan meningkatkan output menuju kapasitas jangka panjang yang signifikan.
Kepala Riset Korea Investment & Sekuritas Indonesia (KISI) Muhammad Wafi mengatakan, pengiriman perdana ini menandai transisi EMAS ke fase produksi komersial dari Tambang Emas Pani.
Jika proses produksi dan penjualan berjalan lancar, EMAS tentu berpeluang membalikkan posisi rugi menjadi laba pada 2026.
Arah IHSG Hingga Akhir Kuartal II-2025 Dipengaruhi oleh Sentimen Ini
“Kontribusinya ke MDKA akan naik tajam karena Tambang Pani diproyeksikan menjadi salah satu aset emas primer terbesar di Asia Pasifik,” ujar dia, Selasa (3/3/2026).
Sebagai informasi, Tambang Emas Pani memiliki sumber daya lebih dari 7 juta ounces dan profil biaya yang kompetitif.
Wafi melanjutkan, strategi yang perlu diperkuat oleh EMAS adalah percepatan integrasi fasilitas pengolahan emas. Hal ini sebenarnya sudah terlihat dari upaya EMAS yang terus agresif berinvestasi untuk memajukan pembangunan fasilitas CIL agar bias beroperasi pada 2028 nanti.
Lantas, integrasi metode heap leach yang telah dimiliki EMAS dan CIL diperlukan untuk mendorong produksi emas perusahaan.
EMAS Chart by TradingView
Wafi juga menyebut, risiko utama yang dapat mempengaruhi EMAS pada tahun ini adalah fluktuasi harga emas, potensi melesetnya recovery rate, hingga gangguan operasional akibat anomali cuaca ekstrem.
Dari situ, Wafi merekomendasikan beli saham EMAS dengan target harga di level Rp 9.200 per saham.