Harga buyback emas Antam naik Rp25.000 kejar rekor ATH Senin (5/1)

Ussindonesia.co.id – , JAKARTA — Harga buyback emas Antam mengalami kenaikan memangkas jarak dengan rekor tertinggi sepanjang masa (all time high/ATH) pada Senin (5/1/2026).

Berdasarkan data Logam Mulia, harga buyback emas Antam naik Rp25.000 ke Rp2.371.000 pada Senin (5/1/2026). Kenaikan itu membuat harga pembelian kembali oleh PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) tersebut mendekati rekor ATH di Rp2.464.000 pada 28 Desember 2025.

Sebagaimana diketahui, harga buyback emas Antam sempat terkoreksi pada awal Januari 2026. Pergerakan sempat menyentuh Rp2.347.000.

: Para Pembeli Emas Antam yang Masih Gigit Jari Awal Januari 2026

Buyback emas merupakan transaksi menjual kembali emas, baik dalam bentuk logam mulia, logam batangan, maupun perhiasan. Biasanya, harga yang dibanderol lebih rendah dari harga jual saat itu.

Kendati demikian, buyback emas masih bisa mendatangkan keuntungan apabila terdapat selisih besar antara harga jual dan harga buyback.

: : Harga Emas Antam, UBS, dan Galeri24 Hari Ini, Senin 5 Januari 2026

Sesuai dengan PMK No 34/PMK.10/2017, penjualan kembali emas batangan ke Antam dengan nominal lebih dari Rp10 juta, dikenakan PPh 22 sebesar 1,5 persen untuk pemegang NPWP dan 3 persen untuk non NPWP). Adapun, PPh 22 atas transaksi buyback dipotong langsung dari total nilai buyback.

Adapun, pergerakan harga buyback emas Antam juga sejalan dengan harga emas di pasar global.

: : Harga Emas Batangan 24 Karat di Butik LM Antam Hari Ini, 5 Januari 2026

Dilaporkan Bisnis sebelumnya, harga emas di pasar spot naik 1,52% ke level US$4.397,95 per troy ounce hingga pukul 08.36 WIB Senin (5/1/2026). Sementara itu, harga emas Comex tercatat naik 1,82% pada level US$4.408,40 per troy ounce

Pergerakan harga emas dipengaruhi oleh lonjakan risiko geopolitik menyusul langkah Amerika Serikat (AS) menggulingkan Presiden Venezuela, Nicolas Maduro.

Presiden AS Donald Trump menyatakan Washington berencana untuk “mengelola” Venezuela setelah menggulingkan Maduro, memicu ketidakpastian terkait masa depan pemerintahan negara Amerika Selatan tersebut.

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio juga menegaskan bahwa Washington akan memanfaatkan pengaruhnya di sektor minyak untuk mendorong perubahan lanjutan di Venezuela.

“Pasar kini dipaksa menilai ulang bukan hanya risiko Venezuela, tetapi juga ketidakpastian Amerika Serikat dan jangkauan militernya,” ujar Kepala Riset MKS Pamp SA, Nicky Shiels, dalam catatannya.

Emas mencatatkan kinerja tahunan terbaik sejak 1979 pada 2025, dengan harga menembus serangkaian rekor baru. Kenaikan tersebut didukung oleh pembelian agresif bank sentral, pelonggaran kebijakan moneter Federal Reserve, serta pelemahan dolar AS.

Permintaan terhadap aset aman yang dipicu ketegangan geopolitik dan friksi perdagangan global turut menopang harga emas. 

Meski demikian, volatilitas sempat meningkat pada akhir Desember lalu ketika sebagian investor merealisasikan keuntungan dan sejumlah indikator perdagangan mengindikasikan kondisi jenuh beli (overbought).