
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan telah menggelontorkan anggaran Rp 60 triliun sejak 2025 untuk penanganan Bencana Sumatra. Akan tetapi, dia mengatakan anggaran yang telah diisiapkan sejak akhir tahun lalu itu tidak terpakai seluruhnya.
“Dari akhir tahun lalu kita udah siapin Rp 60 triliun ternyata dipakai lebih sedikit tahun ini karena dibagi tiga untuk pembangunan-pembangunan infrastrukturnya,” tutur Purbaya di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (25/5).
Bendahara negara itu mengatakan, proses pencairannya memerlukan kelengkapan dokumen dari kementerian/lembaga (K/L) terkait yang mengajukannya. Menurut dia, kerap kali dokumen yang diajukan K/L tidak lengkap.
“Jadi sih kita siap, cuma kan kadang-kadang dokumen dari kementerian/lembaga juga enggak lengkap,” katanya.
Baca juga:
- Harga Gas Potensi Naik 60%, Industri Keramik Terancam Masuk Fase Darurat
- Pembangunan Hunian Tetap bagi Korban Banjir Sumatra Ditargetkan Rampung 2027
- RUU Polri Bakal Atur Penugasan Polisi di Lembaga Sipil
Purbaya menegaskan, dia memberikan arahan kepada anak buahnya untuk cepat tanggap ketika menerima dokumen pengajuan. “Jadi kita bilang begitu itu siap ya kita keluarkan begitu dokumennya lengkap,” ujarnya.
Mantan ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) ini menuturkan, Kementerian Keuangan saat ini melakukan jemput bola untuk menindaklanjuti dokumen yang belum dikirimkan secara lengkap oleh K/L terkait.
Dia bahkan mengaku telah meminta jajaran birokrat di Kemenkeu untuk menelepon langsung K/L yang masih terkendala dalam menyiapkan dokumen yang dibutuhkan. Jika instansi terkait tidak mampu menyiapkannya, Kemenkeu akan mengirimkan pegawainya ke instansi tersebut untuk memfasilitasi mereka.
Di sisi lain, pemerintah akan menggelontorkan lagi anggaran Rp 100,1 triliun untuk pemulihan pascabencana Sumatra. Dalam penyalurannya, dana itu dibagi ke dalam tiga tahun dalam jangka waktu 2026-2028.
Keputusan itu diambil seusai pemerintah menggelar rapat koordinasi penanganan pascabencana Sumatera bersama DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (25/5) ini. Purbaya memastikan kesanggupan untuk menyalurkan anggaran tersebut.
“Jadi saya harapkan sih dengan langkah seperti itu pencairan anggaran yang berhubungan dengan bencana, ini akan lebih cepat, jadi enggak usah takut. Duitnya ada. Ada!” kata Purbaya.