Saham Bank Danamon (BDMN) terus meroket, ini kata analis

Ussindonesia.co.id JAKARTA. Saham PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN) terus melonjak dalam perdagangan sebulan terakhir. Bahkan, harga BDMN saat ini menjadi titik harga tertingginya sepanjang sejarah.

Sekedar mengingatkan, saham BDMN tercatat di level Rp 4.510 pada Jumat (8/5/2026). Posisi tersebut melonjak 11,08% secara harian dan naik 6,37% dalam sepekan. Bahkan, jika ditarik dalam rentang sebulan, saham BDMN tercatat melambung 76,17%.

Sementara, sepanjang tahun 2026, harga saham Bank Danamon sudah melesat 82,59%. 

Bisnis Paylater Melonjak 24,2% pada Maret 2026, Bank Perlu Waspadai Risiko Kualitas

Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta mengatakan, peningkatan harga BDMN ini disebabkan oleh adanya rumor merger antara BDMN dengan Mitsubishi UFJ Financial Group (MUFG).

Nafan pun merekomendasikan investor untuk berhati-hati. Ia menyarankan investor untuk mengambil sikap wait and see untuk menunggu kepastian nasib BDMN.

“Bank Danamon kelihatannya lebih baik untuk wait and see ya,” kata Nafan kepada Kontan, Minggu (10/5/2026).

Di samping rumor merger tersebut, Nafan menyebut fundamental Bank Danamon sebenarnya juga terbukti bagus. 

Untuk diketahui, BDMN telah mengumumkan kinerjanya untuk kuartal 1-2026 yang tercatat positif. Hingga kuartal 1-2026, laba bersih BDMN mencapai Rp 1,1 triliun atau tumbuh pesat 35% secara tahunan (YoY).

Pertumbuhan kinerja Bank Danamon didukung oleh fungsi intermediasi yang baik. Per Maret 2026, total kredit dan trade finance konsolidasian Danamon mencapai Rp 216,2 triliun atau tumbuh 9% yoy.

  BDMN Chart by TradingView  

Secara rinci, penyaluran kredit Bank Danamon tercatat tumbuh di seluruh lini bisnis, antara lain Enterprise Banking & Financial Institution yang tumbuh 11%, SME Banking naik 9%, Consumer Banking tumbuh 7%, dan Adira Finance meningkat 5%.

Bank Danamon juga berhasil menghimpun dana dengan optimal. Hingga kuartal 1-2026, total dana pihak ketiga (DPK) BDMN mencapai Rp 176,1 triliun atau naik 16% yoy.

Kualitas aset Bank Danamon juga tetap terjaga. Tercermin dari rasio loan at risk (LAR) sebesar 8,2%, membaik 2,4 percentage point secara tahunan. Sementara rasio kredit bermasalah atau gross non-performing loan (NPL) berada di level 1,6%.