Jakarta, IDN Times – FTSE Russell menunda pelaksanaan peninjuan alias review indeks untuk pasar modal Indonesia yang pada awalnya dijadwalkan Maret 2026. Hal tersebut dilakukan menyusul masukan dari Komite Penasihan Eksternal FTSE Russell dan adanya ketidakpastian dalam menentukan porsi free float saham emiten Indonesia dalam rencana reformasi pasar modal yang tengah berlangsung saat ini.
“Mengingat rencana reformasi yang sedang berlangsung, FTSE Russell akan menunda peninjauan indeks Maret 2026 untuk Indonesia,” tulis FTSE Russell dalam pengumumannya, dikutip Rabu (10/2/2026).
1. Sejalan dengan aturan yang ada
FTSE Russell pun menyatakan, langkah yang diambil mereka sejalan dengan aturan Exceptional Market Disruption dalam kebijakan indeks mereka yang diterapkan saat pelaku pasar mengalami hambatan dalam melakukan perdagangan efek secara normal.
Atas sikap FTSE Russell ini, mereka belum menerapkan beberapa aksi korporasi kepada saham-saham Indonesia yang ada dalam indeksnya hingga pemberitahuan lebih lanjut.
2. Aksi yang ditangguhkan FTSE Russell
Sejumlah aksi yang ditangguhkan FTSE Russell di antaranya adalah penambahan saham baru hasil IPO atau hasil review indeks, penghapusan saham akibat review, perubahan segmen kapitalisasi (large, mid, small cap), perubahan jumlah saham beredar, penyesuaian bobot investabilitas, serta rights issue yang untuk sementara diasumsikan haknya dijual.
Kendati demikian, beberapa aksi korporasi tetap diproses seperti biasa. Aksi tersebut di antaranya penghapusan saham dari indeks akibat aksi korporasi seperti merger, akuisisi, suspensi, kebangkrutan, atau delisting.
Selain itu, aksi korporasi yang tidak menambah modal seperti stock split, konsolidasi saham, pembagian saham bonus, spin-off wajib, serta distribusi dividen reguler maupun dividen spesial tetap akan dijalankan.
3. Respons Bursa Efek Indonesia
PT Bursa Efek Indonesia (BEI) kemudian merespons sikap FTSE Russell tersebut. Pjs Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik mengungkapkan, pihaknya terus menjalin komunikasi dengan penyedia indeks global tersebut.
“Dalam pertemuan kami dengan FTSE kemarin dapat kami sampaikan bahwa FTSE memberikan support atas rencana aksi yang sedang dilakukan oleh BEI bersama dengan OJK dan SRO,” ujar Jeffrey, Selasa (10/2).
Selain itu, FTSE Russell juga meminta BEI untuk dapat menjalankan segala inisiatif tepat pada waktunya.
“Mereka menekankan pada implementasinya agar sesuai dengan timeline yang sudah disampaikan,” ujar Jeffrey.
BEI dan OJK Kembali Bertemu MSCI Rabu Pekan Ini MSCI Effect Guncang Pasar Modal RI, ICSF: Ada Risiko dan Peluang OJK Sebut Pertemuan Perdana dengan MSCI Berjalan Baik