Jusuf Kalla minta sikap Indonesia tegas soal serangan ke Iran, soroti peran BOP

Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla meminta Indonesia memiliki sikap yang tegas terkait serangan kepada Iran. JK berharap RI menunjukkan keberpihakan terhadap negara yang menjadi korban serangan.

JK mengatakan Indonesia adalah negara Muslim terbesar di dunia. Oleh sebab itu, RI perlu memiliki sikap yang jelas dalam konflik antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel itu.

“Indonesia harus punya sikap. Logikanya kita harus berpihak kepada negara yang diserang,” kata Jusuf Kalla dalam keterangan tertulis, Sabtu (7/3) seperti dikutip dari .

JK juga berharap Indonesia tak bersikap netral. Ia juga meminta konflik ini dibahas solusinya dalam Dewan Perdamaian atau Board of Peace yang dibentuk Presiden AS Donald Trump.

“Kalau tidak bisa diselesaikan melalui forum perdamaian, buat apa kita menjadi bagian dari itu,” katanya.

Pernyataan Kalla ini disampaikan saat berbuka puasa bersana Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) pada Jumat (6/3). Dalam acara tersebut, Kalla menyampaikan konteks ketegangan geopolitik.

Kalla bersama sejumlah mantan presiden dan wakil presiden diundang Presiden Prabowo Subianto ke Istana Kepresidenan, Jakarta pada Selasa (3/3). Dalam pertemuan tersebut, mereka membahas sejumlah hal, salah satunya status Indonesia di Board of Peace.

Menteri Luar Negeri 2001-2009 yang menghadiri pertemuan tersebut, Hassan Wirajuda mengatakan Prabowo membuka opsi keluar dari keanggotaan Board of Peace apabila misi organisasi tidak lagi dapat dijalankan secara efektif.