
Ussindonesia.co.id Indeks utama Wall Street dibuka relatif datar pada perdagangan Rabu (7/1/2026), setelah investor mengambil jeda usai reli saham-saham berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) pada sesi sebelumnya.
Pasar kini menanti rilis data ketenagakerjaan Amerika Serikat (AS) yang dijadwalkan keluar sepanjang hari ini.
Melansir Reuters, Indeks Dow Jones Industrial Average naik 50,6 poin atau 0,10% saat pembukaan ke level 49.512,72. Sementara itu, S&P 500 turun tipis 0,3 poin ke posisi 6.945,07, dan Nasdaq Composite melemah 2,3 poin atau 0,01% ke level 23.544,89.
Simak Prospek IHSG Sepanjang Januari Usai Cetak All Time High
Wall Street ditutup menguat pada Selasa (6/1) seiring kembali menguatnya sentimen terhadap saham-saham terkait AI yang mendorong kinerja emiten chip. Saham sektor kesehatan juga melonjak, membawa S&P 500 mencetak rekor penutupan tertinggi.
Namun, perhatian investor kini beralih ke data pasar tenaga kerja. Laporan Job Openings and Labor Turnover Survey (JOLTS) untuk November dijadwalkan dirilis setelah pasar dibuka.
Sebelumnya, laporan ketenagakerjaan ADP yang dirilis Rabu menunjukkan penambahan tenaga kerja sektor swasta AS sebesar 41.000 orang pada Desember, lebih rendah dari perkiraan pasar yang memproyeksikan kenaikan 47.000 orang, berdasarkan survei Reuters.
Adhi Karya (ADHI) Jelaskan Rencana Pembongkaran Tiang Monorel di DKI Jakarta
“Data ADP sangat condong pada perusahaan besar, sementara sebagian besar lapangan kerja di AS justru berasal dari perusahaan kecil. Jadi, data ini tidak sepenuhnya mencerminkan kondisi pasar tenaga kerja secara menyeluruh,” ujar Kim Forrest, Chief Investment Officer Bokeh Capital Partners.
Forrest menambahkan, investor cenderung bersikap hati-hati dalam beberapa hari ke depan dan menghindari posisi besar hingga laporan nonfarm payrolls yang krusial dirilis pada Jumat.
Pelaku pasar juga berharap memperoleh data ekonomi yang lebih andal setelah penutupan sebagian pemerintahan AS terpanjang dalam sejarah yang terjadi pada akhir 2025.
Saham-saham chip, yang menjadi pendorong reli pada Selasa, bergerak relatif stabil pada perdagangan pra-pasar. Saham Nvidia naik 0,6%.
Cek Prospek dan Rekomendasi Saham Unilever (UNVR) Usai Lepas Bisnis Teh Sariwangi
Sementara itu, saham produsen memori yang sebelumnya melonjak karena prospek kekurangan pasokan dan kenaikan harga mulai terkoreksi. Saham SanDisk dan Micron Technology masing-masing turun 1,4% dan 0,9%, setelah sehari sebelumnya melonjak 27,5% dan 10%.
Saat ini, indeks S&P 500 hanya berjarak sekitar 0,8% dari level psikologis 7.000, sementara Dow Jones tinggal sekitar 1% menuju level historis 50.000.
Ketiga indeks utama Wall Street mengawali tahun 2026 dengan kinerja positif, setelah mencatatkan tiga tahun berturut-turut kenaikan dua digit sepanjang 2025.
Pasar juga mencermati perkembangan geopolitik global, termasuk situasi di Venezuela dan pemanfaatan sumber daya minyak negara tersebut, menyusul penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro pada akhir pekan lalu.
Kinerja Emiten CPO Masih Prospektif pada 2026, Simak Rekomendasi Sahamnya
Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa Amerika Serikat akan memurnikan dan menjual hingga 50 juta barel minyak mentah yang selama ini tertahan di negara Amerika Latin tersebut.
Gedung Putih juga mengungkapkan bahwa Trump tengah membahas berbagai opsi untuk mengakuisisi Greenland, termasuk potensi penggunaan kekuatan militer AS.
Di luar itu, saham Strategy naik 4% pada perdagangan pra-pasar setelah MSCI membatalkan rencana untuk mengeluarkan perusahaan penyimpan bitcoin dan sejumlah perusahaan treasury kripto lainnya dari indeksnya.