Saham big banks bergerak bervariasi jelang pengumuman BI rate hari ini (22/4/2026)

Ussindonesia.co.id JAKARTA. Saham emiten bank berkapitalisasi besar atau big banks terlihat bergerak bervariasi menjelang pengumuman hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) yang akan menentukan arah BI rate pada hari ini, Rabu (22/4/2026).

Pada perdagangan sesi I hari ini hingga pukul 10.50 WIB, harga saham PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) naik 1,34% ke level Rp 3.780 per saham . Adapun pada pembukaan perdagangan, sahamnya juga menguat di level Rp 3.750 per saham.

Disusul saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) yang berada pada level Rp 4.750, naik 50 poin atau 0,85%. BMRI sempat dibuka di level Rp 4.700 pada perdagangan hari ini.

Adapun saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) terlihat bergerak stagnan di level Rp 6.500 per saham. Pada pembukaan perdagangan sahamnya juga sempat dibuka memerah di level Rp 6.475 per saham.

Saham Big Banks Mayoritas Menghijau pada Pembukaan Pasar Awal Pekan Ini (20/4/2026)

Di sisi lain, saham bank pelat merah  PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) terlihat susut 10 poin atau 0,61% ke level Rp 3.250 per saham. Pada pembukaan perdagangan hari ini, sahamnya juga dibuka melemah di level Rp 3.260 per saham.

LPEM FEB UI memprediksi Bank Indonesia (BI) akan menahan suku bunga acuan di level 4,75% dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) April 2026, meski inflasi domestik mulai melandai.

Wakil Direktur LPEM FEB UI, Jahen Fachrul Rezki menegaskan, langkah ini diperlukan untuk menjaga stabilitas eksternal di tengah meningkatnya risiko global.

“Bank Indonesia perlu mempertahankan BI Rate di 4,75% dengan memprioritaskan stabilitas eksternal,” ujarnya dalam keterangannya, Rabu (22/4/2026).

Saham Big Banks Sepekan: Hanya BBRI yang Menguat, Aksi Net Sell Terus Terjadi

Tekanan tersebut terutama datang dari eskalasi konflik AS–Iran yang memicu lonjakan harga energi dan meningkatkan risiko inflasi impor.

Dampaknya mulai terasa di pasar domestik, tercermin dari arus keluar modal bersih sebesar US$ 1,47 miliar, pelemahan rupiah 0,88% secara bulanan, serta penurunan cadangan devisa menjadi US$148,2 miliar.

Di sisi lain, inflasi dalam negeri memang menunjukkan tren penurunan. Inflasi tahunan Maret 2026 tercatat 3,48% (yoy), turun dari 4,76% (yoy) pada Februari dan mendekati batas atas target BI.

Perlambatan ini seiring memudarnya efek basis rendah dari diskon tarif listrik tahun lalu.

Saham Big Banks Melemah Lagi pada Rabu (15/4/2026), Begini Kata Analis