Prabowo marah saham ambruk, Hashim akui beberapa orang diminta untuk mengundurkan diri

Ussindonesia.co.id – Presiden Prabowo Subianto disebut geram imbas gejolak pasar saham yang terjadi pada beberapa pekan lalu. Kejatuhan pasar hingga sorotan lembaga keuangan global dinilai menjadi alarm serius bagi pemerintah untuk segera membenahi aspek transparansi dan kredibilitas pasar.

Utusan Khusus Presiden Hashim Djojohadikusumo mengungkapkan, anjloknya pasar saham menjadi topik hangat, termasuk setelah Morgan Stanley Capital International (MSCI) disebut melayangkan empat surat kepada pemerintah Indonesia.

“Kalian semua tahu kan apa yang terjadi minggu lalu? Morgan Stanley, jatuhnya pasar saham, dan saya tidak tahu apakah kalian mengikutinya, tapi itu menjadi topik hangat minggu lalu, kan? Beberapa orang diminta untuk mengundurkan diri,” ujar Hashim di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (11/2).

Ia menegaskan, gejolak tersebut tidak lepas dari persoalan transparansi. Menurutnya, pasar yang dinilai tidak transparan akan langsung kehilangan kepercayaan investor.

Usai Hantam Reza Arap, Awkarin Ungkap Ada Skenario Mau Dijebak dengan Narkoba

“Dan ada alasannya. Karena tidak ada transparansi, dan ada ketidaktransparanan, itu dianggap sebagai pasar yang tidak transparan, Pak,” ujar Hashim.

Hashim juga menyebut bahwa MSCI sempat mengirimkan surat sebanyak empat kali untuk pemerintah Indonesia. “Rupanya, Morgan Stanley mengirim empat surat, empat surat kepada pemerintah Indonesia. Mengajukan semua pertanyaan ini. Jadi jangan tersinggung, Pak. Anda masih baru di posisi ini, tapi jangan tersinggung,” jelas dia.

Lebih lanjut, Hashim menekankan, persoalan utama bukan semata fluktuasi harga saham, melainkan kepercayaan dan kredibilitas pasar. Tanpa dua hal itu, pasar modal tidak akan bertahan.

“Namun, ini semua tentang kepercayaan dan kredibilitas. Pasar-pasar ini hanya akan berhasil jika ada kepercayaan dan kredibilitas. Jadi, delapan investor yang bertemu dengan saya pada hari Senin lalu, mereka meminta saya dan pemerintah untuk menjaga kredibilitas pasar kita,” ungkapnya.

Ia memastikan pemerintah berkomitmen menjaga reputasi Indonesia di mata global. Bagi Presiden Prabowo, kata Hashim, kehormatan Republik Indonesia menjadi taruhan.

PDIP Respons Wacana Duet Prabowo–Zulhas 2029: Lebih Baik Fokus Masalah Rakyat

“Oleh karena itu, pemerintah Indonesia bertekad untuk menjaga kredibilitas dan kehormatan Republik Indonesia. Bagi Pak Prabowo, kehormatan Republik Indonesia sangat penting. Jadi, beliau akan mengawasinya dengan sangat ketat,” tegas Hashim.

Lebih jauh, pemerintah disebut akan meningkatkan pengawasan untuk melindungi investor, khususnya investor ritel yang berpotensi menjadi korban dari anomali pasar. Hashim juga menyoroti fenomena rasio price to earnings (PE) yang dinilai tidak masuk akal pada sejumlah emiten.

“Ketika Anda memiliki perusahaan dengan rasio PE 167, berani saya katakan 900, berani saya katakan 1.200, dan berani saya katakan 4.000, ada sesuatu yang salah. Ada sesuatu yang salah,” tuturnya.

Ia pun mengingatkan pelaku pasar untuk lebih waspada terhadap anomali yang tidak rasional. Dia menyebut anomali itu muncul sebagai alarm dan tanda akan suatu bahaya.

“Jadi harapan saya, harapan Presiden Prabowo, dan harapan pemerintah adalah agar Anda tetap waspada. Ketika Anda melihat semua anomali yang tidak masuk akal ini, itu adalah tanda bahaya. Dan itu memang terjadi,” pungkas Hashim.