
Ussindonesia.co.id Jakarta. Pasar saham Indonesia tertekan pada semester 1 2026 ini. Investor kawakan pasar modal Indonesia, Lo Kheng Hong tetap gencar berinvestasi saham, salah satunya saham properti.
Lo Kheng Hong terus menambah kepemilikan saham PT Intiland Development Tbk (DILD). Investor yang tenar dengan sebutan Warren Buffet Indonesia adalah salah satu pemegang saham utama DILD dengan pemilikan di atas 5%.
Berdasarkan data keterbukaan informasi, Lo Kheng Hong mengakumulasi sebanyak 1,7 juta saham DILD pada 5 Mei 2026.
Transaksi pembelian saham tersebut melibatkan sejumlah broker, antara lain BCA Sekuritas, Mandiri Sekuritas, Sinarmas Sekuritas, Pluang Maju Sekuritas, Korean Investment and Sekuritas Indonesia, Ekokapital Sekuritas, Sucor Sekuritas, Panin Sekuritas, MNC Sekuritas, dan BRI Danareksa Sekuritas.
Setelah transaksi tersebut, kepemilikan saham DILD oleh Lo Kheng Hong meningkat menjadi 718,5 juta saham atau setara 6,93%. Jumlah itu meningkat pesat dibandingkan data pemilikan saham DILD pada 31 Januari 2026 sebanyak 695.069.100 saham atau 6,70% dari total saham beredar.
Harga Turun 13% Lebih, Saham Ini Siap Bayar Dividen Rp 3.000/Lot
Lo Kheng Hong Tambah Saham Saat DILD Melemah
Lo Kheng Hong menambah pemilikan saham DILD di tengah penurunan harga. Pada perdagangan Senin 11 Mei 2026, harga saham DILD Rp 126 stagnan secara harian. Sejak awal tahun 2026, harga saham DILD tersebut turun 15 poin atau 10,64%.
Akumulasi saham Lo Kheng Hong berlangsung secara bertahap. Sebelumnya ada Februari 2026, Lo Kheng menambah pemilikan saham DILD sebanyak 969.000. Lalu pada Maret 2026, Lo Kheng Hong kembali memborong saham DILD sebanyak 8.100.000 saham.
Pada April 2026, Lo Kheng Hong membeli lebih banyak lagi saham DILD yakni sekitar 12 juta saham. Dengan tambahan itu, total saham DILD milik Lo KHeng Hong per 31 April 2026 sebanyak 716.806.700 saham.
Secara keseluruhan sepanjang tahun 2026 berjalan ini, Lo Kheng Hong membeli saham DILD sekitar 23 juta saham.
Saham DILD sempat menyentuh level tertinggi Rp 163 pada 9 Januari 2026 sebelum turun hingga level terendah Rp 122 pada 7 April 2026.
Saat ini, kapitalisasi pasar DILD tercatat sekitar Rp 1,31 triliun dengan price to earnings (PE) ratio sebesar 20,32 kali.
Dalam periode 52 minggu terakhir, saham DILD bergerak di rentang Rp 118 hingga Rp 173 per saham.
Tonton: JP Morgan Sebut Ekonomi RI Lebih Kuat dari AS dan China Hadapi Krisis Global
Kinerja Intiland Kuartal I-2026 Menurun
Di sisi fundamental, PT Intiland Development Tbk membukukan penurunan laba pada kuartal I-2026.
Per 31 Maret 2026, DILD mencatat laba bersih sebesar Rp 2,45 miliar atau turun 76,79% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 10,56 miliar.
Laba per saham dasar juga turun menjadi Rp 0,24 dari sebelumnya Rp 1,02.
Pendapatan usaha tercatat sebesar Rp 619,78 miliar, turun 3,27% dibandingkan kuartal I-2025 sebesar Rp 640,76 miliar.
Meski demikian, laba usaha meningkat menjadi Rp 144,49 miliar dari sebelumnya Rp 138,14 miliar.
Penurunan laba bersih terutama dipengaruhi beban bunga, komponen pendanaan atas liabilitas kontrak, serta tekanan pada pendapatan perusahaan.
Hingga akhir Maret 2026, total ekuitas DILD tercatat sebesar Rp 6,76 triliun, turun tipis dibandingkan akhir tahun 2025 sebesar Rp 6,78 triliun.
Sementara total liabilitas turun menjadi Rp 6,16 triliun dari sebelumnya Rp 6,33 triliun.
Total aset DILD juga mengalami penurunan menjadi Rp 12,93 triliun dibandingkan posisi akhir tahun lalu sebesar Rp 13,17 triliun.