Ada 7 calon emiten di pipeline IPO, mayoritas asetnya di atas Rp250 M

Jakarta, IDN Times – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menyatakan, ada tujuh perusahaan yang tengah mengantre atau berada dalam pipeline untuk bisa mencatatkan saham perdananya atau initial public offering (IPO) pada tahun ini. Adapun perusahaan dari sektor finansial mendominasi jumlah perusahaan yang mau IPO tersebut

“Hingga saat ini, terdapat tujuh perusahaan dalam pipeline pencatatan saham BEI,” ujar Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna dalam pernyataannya, dikutip Senin (9/3/2026).

1. Rincian sektor perusahaan di dalam pipeline BEI

Kendati demikian, Nyoman Yetna enggan menyebutkan secara eksplisit nama-nama perusahaan di dalam pipeline tersebut. Dia hanya menyebutkan sektor-sektor perusahaan yang masuk dalam pipeline.

Sebanyak satu perusahaan datang dari sektor barang konsumen nonprimer, satu perusahaan dari sektor energi, serta tiga perusahaan dari sektor finansial, dan masing-masing satu perusahaan dari sektor layanan kesehatan dan transportasi logistik.

2. Besaran aset perusahaan dalam pipeline BEI

Nyoman Yetna pun menambahkan, besaran aset yang dimiliki oleh perusahaan-perusahaan di dalam pipeline BEI.

Mengacu pada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 53/POJK.04./2017, ada enam perusahaan dengan aset skala besar di atas Rp250 miliar, dan satu perusahaan dengan aset skala menengah antara Rp50 miliar hingga Rp250 miliar.

3. Tidak ada IPO hingga awal Maret 2026

Kendati begitu, hingga awal Maret tahun ini tidak ada satu perusahaan pun yang mencatatkan sahamnya di BEI. Hal ini pun berbeda dengan kondisi beberapa tahun belakangan ini.

“Sampai dengan 6 Maret 2026, telah tercatat 0 perusahaan yang mencatatkan saham di Bursa Efek Indonesia dengan dana dihimpun Rp0.00 triliun,” kata Nyoman.

Menuju IPO, Kopi Kenangan Catat Laba Rp285 Miliar pada 2025 Free Float Saham 15 Persen Berpotensi Kurangi Jumlah Emiten yang IPO Pramono Targetkan Bank Jakarta IPO di 2027